RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
CAHAYA


__ADS_3

Suara mobil terdengar terparkir di depan rumah,pak tio membukakan pintu mobil untuk pak bram, seperti biasa mbok ijah menghampiri dan membawakan tas kerjanya dan berjalan dibelakangnya.


" mbok apa cahaya masih tidak mau keluar kamar?" tanya pak bram sambil berjalan memasuki rumah.


" belum tuan, non cahaya masih saja diam, bahkan makanan semalam yang saya bawakanpun tidak disentuhnya tua". ucap mbok ijah.


" baiklah mbok terima kasih, aku akan menemuinya sekarang" pak darmawan lalu menaiki tangga menuju kamar cahaya.


tokkk...tokkk...tokkk...


pak bram mengetuk pintu.. karena tidak ada jawaban pak bram memutuskan untuk masuk.


Didalam kamar cahaya berdiri didepan jendela matanya menerawang jauh terdiam mematung.


pak bram masuk perlahan langkahnya menghampiri cahaya.


" Nak... maafkan om!" ucap pak bram membuyarkan lamunan cahaya.


cahaya hanya terdiam tak mengucap sepatah katapun.


" cahaya, menikahlah dengan putra om, izinkan om dan putra om bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi nak" kata pak bram sambil mengelus kepala cahaya.


cahaya tidak mengiyakan dan juga tidak menolak, dia tetap diam membisu.

__ADS_1


***********


Dimeja makan mamah widia sedang duduk menunggu suaminya turun.


pak bram berjalan menuruni anak tangga menghampiri istrinya.


" bagaimana pah, apa papah masih mau menikahkan putra kita dengan gadis patung itu? tanya widia pada suaminya yang menggeser bangku untuk duduk.


" setiap hari hanya diam saja, wajahnya pucat seperti mayat hidup. apa putra kita akan bahagia menikah dengannya?" geritu widia


pak bram hanya diam tak mau menggubris ocehan istrinya.


" minggu depan mereka akan menikah, beri tahu putra kesayanganmu itu untuk bersiap siap, jangan sering pergi ke club malam. apalagi pulang sllu dalam keadaan mabuk."


" pah....." teriak widia yang tak dihiraukan pak bram.


terdengar suara mobil yang terparkir depan rumah, siapa lagi kalau bukan mobil Reihan.


seperti biasa dalam keadaan sempoyongan Reihan berjalan memasuki rumah, ketika sampai di ruang tamu pak bram yang sedang duduk asik menonton tv menoleh ke arahnya dengan tatapan geram.


mamah widia yang duduk disamping pak bram langsung bangkit dan menghampiri putra kesayangannya itu.


" selamat malam mamahku sayang...!" ucap Reihan dengan tertawa kecil dengan tubuh sempoyongan.

__ADS_1


" Rei... kenapa kamu mabuk-mabukan lagi sih sayang" kata mamah widia pelan.


Reihan hanya tersenyum senyum mengendalikan keseimbangan tubuhnya.


pak bram menghampiri kedua orang yang sedang berdiri tak jauh dari duduknya.


" urus anakmu, jangan sampai dia melakukan kesalahan yang ke dua kali" ucap pak bram lalu pergi begitu saja meninggalkan keduanya.


mamah widia menatap suaminya lekat yang berlalu dari hadapannya.


" ayo sayang pergilah ke kamarmu!" seru mamah widia.


Reihan berjalan menaiki anak tangga dengan tubuh sempoyongan.


setibanya dikamar Reihan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


*******


cahaya yang dulu penuh keceriaan kini berubah menjadi gadis pendiam.


ada rasa kebencian dalam hatinya atas nasib yang telah menimpanya. entah pikiran darimana yang membuat cahaya begitu putus asa.


Dengan tatapan kosong pikiran kalut menuntun cahaya untuk berjalan menghampiri piring buah yang tergeletak di atas nakas. diambilnya pisau buah yang diletakan mbok ijah diatas piring buah tersebut.

__ADS_1


cahaya lalu meletakan pisau yang diambilnya diatas kulit pergelangan tangannya yang putih mulus.


__ADS_2