
Reno memaksa intan untuk ikut bersamanya menemaninya bertemu dengan klien Mario dari PT moonlight. setibanya disebuah restoran mewah Reno mengajak Intan untuk masuk kedalam restoran mewah tersebut Intanpun terpaksa mengikuti langkah Reno dari belakang dan ia terlihat begitu takjub dengan kemewahan hotel tersebut sampai Intan tidak menyadari langkah Reno terhenti dan membuat Intan menambrak punggung Reno dengan cukup kerasa.
Reno menoleh dan Intan mendelik kesal karena Reno berhenti mendadak. " Kau sengaja ya menabrakku, sepertinya kau ini senang banget ya menambrak tubuhku?" Ucap Reno dengan dinginnya.
" Maaf aku tidak sengaja!" Jawab intan dengan ketus.
" Kau ini?" Kesal Reno lalu kembali melanjutkan langkahnya.
setibanya didalam restoran mewah tersebut Bima memberi tahu dimana Mario sudah menunggunya di ruangan yang sudah disiapkan di restoran tersebut. Intan tidak tau apa tujuan Reno membawanya ikut serta dalam pertemuannya kali ini bertemu dengan rekan bisnisnya.
" Reno apa kabar?" Sapa Mario yang sudah memburu Reno dan memeluknya.
" Aku baik-baik saja, kau sendiri bagaimana kabarmu Mario Subastian?" Reno melepaskan pelukan.
" Aku juga baik bro!"Jawab Mario lalu melirik intan yang berdiri dibelakang Reno.
"Siap, cantik juga?" tanya Mario saat melirik kearah Intan.
" Ahhh.. dia, ..!" Ucapan Reno terhenti.
" Aku salah satu pegawai dikantornya.!" jawab Intan dengan sedikit senyuman.
" Ohh... pegawainya ku kira calon isterinya!" Ucap Mario membuat Reno dan Intan tertegun dan saling melirik.
" Pak Mario bisa saja!" Sahut Intan mencairkan suasana.
" Kalau begitu boleh aku berkenalan dengan gadismu gadis canti?" tanya mario mengulurkan tangannya dan tersenyum.
Intan melirik Reno namun yang dilirik malah terlihat cuek akhirnya intan mengulurkan tangannya juga menyambut tangan Mario.
" Intan!" Sebut Intan memperkenalkan dirinya.
Mereka akhirnya duduk bersama memesan cemilan dan minuman setelah itu membahas kerja sama antara dua perusahaan mereka. Intan hanya diam menyimak setiap pembicaraan mereka dengan sesekali ia mencuri pandang dengan Reno yang sesekali juga melirik kearahnya. Mario yang merupakan teman semasa SMA dan juga kuliah di Universitas yang sama dengan Reno sudah tau benar bagaimana temannya yang satu ini.
" Reno... Reno dari dulu tetap saja sama, kalau suka sama wanita pasti cuma bisa diam dan pura-pura cuek!" Gumam Mario yang memperhatikan sikap Reno dan Intan yang saling curi-curi pandang.
" Ren, aku dengan kau sudah menemukan adikmu, apa itu benar?" Tanya Mario
__ADS_1
" Ya, aku sudah bertemu dengannya dan Intan dia sahabat baik adikku!" jawab Reno dan melirik Intan.
" Benarkah, lalu bagaimana kabar adikmu itu?" Mario semakin penasaran.
" Adikku baik-baik saja dan sekarang dia, suami dan anaknya tinggal bersama mamah!" Terang Reno.
" What, Suami? maksudmu adikmu sudah menikah dan punya anak?" tanya mario.
" Iya, !" Jawab Reno singkat lalu menyeruput jus jeruk yang telah dipesannya.
" Lalu kalian kapan menyusul adikmu menikah, ?" tanya Mario sambil memasukkan cemilan kemulutnya
" Uhukkk... uhukkkk.. !" Reno tersedak mendengar pertanyaan Mario
" Kalau minum pelan-pelan bro, sampai tersedak gitu?" goda Mario sambil tertawa dan menepuk-nepuk punggung Reno.
" Singkirkan tanganmu!" Ketus Reno.
" Santai bro!" Mario tertawa kecil lalu menyingkirkan jauh-jauh tangannya dari Reno.
Intan terlihat tertawa menimpali Mario. Reno meliriknya dan mendengus kesal.
" Maaf pak!" Ucap Intan lalu diam.
" Heiii.... kalem dong bro, segitu aja marah. lihat wajah cantiknya hampir pudar karena ulahmu!" goda Mario yang menatap lekat Intan dan tersenyum padanya.
" Jaga matamu!" Reno menepuk bahu Mario keras karena sudah berani menatap intan dengan intens.
" Awww...!" teriak Mario lalu mengusap bahunya yang terasa panas setelah Reno mendaratkan tangannya cukup keras dibahunya.
" Belum hilang juga jiwa playboy mu? tidak bisa melihat wanita cantik sedikit langsung jiwa playboymu meronta-ronta!" Ucap Reno meledek.
"Aissshhhh.... akhirnya kau mengakui juga kalau gadis yang ada dihadapanku ini Cantik. haaa...ha...!" Mario balik meledek.
Intan tertawa kecil tersipu malu sementara Reno mendelik sebal dengan ucapan Mario.
" Aku tidak ingin menyia-nyiakan yang ada jika kau tidak tertarik dengannya lebih baik dia denganku saja!" Ucap Mario menggoda Reno. " Kau pasti belum punya pacar, benarkan?" Tanya Mario pada Intan dan dijawab senyuman tipis dibibir Intan.
__ADS_1
"Aduhhhh.... senyumnya sungguh manis sekali. jiwa jomblo ku meronta ronta!" Mario tertawa kecil dan menggoyangkan lengan Reno seakan menggodanya.
" Issshhh... kau ini menyebalkan sekali, singkirkan tanganmu!" Reno mendelik kesal.
Intan masih tersenyum melihat keduanya sementara Bima yang berdiri tidak jauh dari mereka bertiga hanya menatap datar tanpa ekspresi apa-apa.
" Berhenti tersenyum, jangan coba-coba kau menggodanya dengan senyumanmu itu, issshhhh.... menyebalkan sekali!" Ucap Reno saat melihat Intan masih tersenyum pada Mario.
Seketika senyum diwajah Intan memudar dan Mario tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya itu" Aiihhh.... rupanya ada sedang cemburu rupanya?" Gumam Mario dan tertawa lagi.
" Sudahlah, ku rasa semua sudah selesai jika masih ada yang kurang jelas kau bisa datang ke kantorku.!" Reno berdiri dan merapihkan jasnya lalu pergi begitu saja. Intan masih belum bergeming dia masih merasa heran dengan sikap bosnya itu.
Reno baru berjalan beberapa langkah tersadar jika Intan masih belum beranjak dari duduknya dan masih asik berbicara dengan Mario. Reno memperhatikan Intan yang begitu akrab dengan Mario padahal mereka baru berkenalan dan tanpa disadari ada rasa geram dan kesal melihat keduanya begitu akrab. Reno akhirnya kembali menghampiri Intan dan Mario.
" Kenapa kau masih disini, apa kau sudah bosan bekerja denganku?" Tanya Reno dengan tegas dan dingin.
Intan bergidik ngeri dengan suara Reno yang bertanya keras dibelakangnya. Spontan Intan langsung berdiri dan menatapnya lekat. Reno terlihat sangat marah matanya menatap Intan dengan tajam dan rahangnya mengeras tangannya pun mengepal kuat.
" Santai dong bro, kalau kau ingin memecatnya biar nanti aku yang akan menerimanya kerja diperusahaanku!" Ucap Mario yang membuat Reno semakin kuat mengepalkan tangannya. Intan yang melihat emosi Reno semakin hampir meledak memutuskan untuk pergi dan dia berjalan melewati Reno yang berdiri menatapnya tajam. Reno menatap kepergian Intan yang tanpa bicara apa-apa berjalan melewatinya begitu saja. " ishhh...!" Gumam Reno kesal
Reno menyusul intan yang berjalan begitu cepat. dan saat sampai ditepi jalan Intan memberhentikan taksi namun ketika taksi sudah berhenti Reno menyuruh sopir taksi itu untuk segera pergi. Intan menoleh dan mendelik kesal dengan sikap Reno. matanya menatap tajam dan wajahnya cemberut saat taksi sudah pergi dari hadapannya.
Intan meninggalkan Reno sendiri ditepi jalan tersebut dan berjalan menyusuri trotoar berharap ada taksi yang berhenti. Intan membelalakan matanya karena lagi-lagi taksi yang akan berhenti sudah disuruh pergi lagi oleh Reno.
Intan menghentakkan kakinya. dia merasa kesal karena terus berjalan tapi tidak ada satupun taksi yang bisa ia tumpangi.
" sudah cukup, kau ini benar-benar ya menyebalkan!" kesal Intan pada Reno.
" Kalau sudah capek, cepat ikut aku!" Pinta Reno.
" Untuk apa aku ikut denganmu?" Intan menatapnya tajam.
" Kau sudah berani menatapku seperti itu?' tanya Reno semakin kesal.
Intan semakin kesal dengan sikap arogan Reno dan kembali berjalan menyusuri trotoar. namun baru berjalan dua langkah Reno tanpa banyak bicara langsung membopong Intan dan membawanya kemobil. Intan terkejut dengan sikap Reno yang langsung mengangkat tubuh kecilnya keatas bahunya.
"Pak Reno turunkan saya pak... turunkan saya!" Teriak Intan berontak.
__ADS_1
Reno tidak memperdulikan teriakan Intan yang sesekali memukul dada bidang Reno dan dengan langkah cepat Reno berjalan menuju mobilnya yang terparkir , setelah itu memasukkan Intan paksa kedalam mobilnya.