
Ketika mobil yang Reno kendarai sudah keluar dari area rumah sakit tempat Ratih dirawat. Reno dan Intan memutuskan untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu sebelum Reno mengantarkan Intan pulang kerumah yang dulu pernah ia tempati saat tinggal bersama kakek dan neneknya.
sedangkan Reno sendiri akan tinggal di rumah Cahaya yang dulu ditempati bersama ayahnya.
Reno menepikan mobilnya diarea parkir sebuah restoran. Reno keluar dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Intan. hati Intan terasa hangat mendapat perhatian yang begitu besar dari Reno. Setelah keduanya keluar dari dalam mobil mereka lalu berjalan masuk kedalam restoran tersebut. Reno lebih memilih meja yang terletak disebelah pojok karena tempat itu terasa cukup nyaman dan tidak terlalu banyak orang yang berlalu lalang. Intan menurut saja dengan tempat yang dipilihkan Reno karena dia tau apapun yang dipilih Reno pasti akan membuatnya nyaman.
Reno menarik kursi dan mempersilahkan Intan duduk lagi-lagi sikap perhatian Reno yang terbilang hal kecil justru malah membuat Intan merasa berbunga-bunga. hatinya menghangat dan senyum bahagiapun terus menghias wajahnya.
" Terima kasih mas!" Intan tersenyum tipis lalu duduk dikursi yang ditarik Reno.setelah Intan duduk Reno pun duduk dikursi yang berada dihadapan Intan dengan meja sebagai pembatas keduanya.
" Mau pesan apa?" Tanya seorang pelayan yang datang menghampiri mereka. Reno dan Intan melihat daftar menu dan memilih beberapa menu makanan yang ada.
" Minumnya jus jeruk hangat satu ya mbak!" Kata Intan yang kemudian langsung dicatat oleh pelayan tersebut. " Mas Reno mau minum apa?"
" Jus jeruk !"Jawab Reno yang sedang menatap Intan lekat. pelayan tersebut mencatatnya lalu pergi.
Tidak butuh waktu lama menu makanan yang Reno dan Intan pesan sudah tersaji diatas meja dan dengan santai mereka menikmati makanan tersebut.
Reno membersihkan noda yang ada disudut bibir Intan dengan lembut. Intan merasa sangat gugup saat jari Reno menyentuh lembut sudut bibirnya. jantung Intan berdegup sangat kencang seakan ingin melompat keluar dan ditambah lagi saat Reno melemparkan senyum termanisnya hati Intan meleleh begitu saja.
" Mas Reno kenapa menatapku seperti itu sih, bikin jantungku dag dig dug aja, ya ampun mas senyummu itu bikin hatiku meleleh. tenanglah hati jangan sampai salah tingkah ya. jangan sampai membuatku malu dihadapannya !" gumam Intan dalam hati.
" Kamu kenapa ? apa kamu kurang enak badan?" Reno menatap Intan lekat penuh kekhawatiran.
" Aku gak apa-apa !" Intan tersenyum tipis dan menghela napas panjang berusaha untuk menyembunyikan rasa gugupnya yang mendapat tatapan lembut dari pria yang berada dihadapannya.
Tuuutttt.... tuuutttt....
Ponsel Reno tiba-tiba berdering. dilihatnya dan dengan santai Reno mengabaikan begitu saja setelah tau siapa yang tengah menelponnya. berkali kali ponsel milik Reno berdering tapi lagi-lagi Reno mengabaikannya.
" Mas dari tadi ponselmu itu berbunyi. kenapa gak diangkat aja sih? siapa tau penting!" Intan mendelik sebal karena Reno terus saja mengabaikan ponselnya yang berdering.
"Aku hanya ingin libur sebentar saja tanpa memikirkan urusan kantor dan menikmati waktu kebersamaan kita ini. Jika Bima sudah menelpon pekerjaan kantor pasti sudah menungguku !" decak Reno kesal karena lagi-lagi ponselnya berdering.
" Mas...!" Intan merajuk agar Reno mau mengangkat telpon dari Bima.
__ADS_1
Reno menghela napas panjang dan meraih ponselnya yang masih saja berdering.
" Mas...!"Intan menatap Reno lekat dengan sorot mata yang seakan meminta Reno menjawab telponnya yang sedari tadi terus saja berdering.
" Iya!" Suara Reno datar merasa malas mengangkat telponnya.
Diusapnya layar berwarna hijau pada ponselnya dan sambungan telpon pun terhubung.
📱" Hallo.. Assalamualaikum !" Ucap Bima merasa lega karena Reno mengangkat telponnya.
📱" Wa'alaikum salam, ada apa menelponku!" Jawab Reno ketus.
📱" Maaf Pak jika saya mengganggu. saya hanya ingin memberitahukan anda jika perusahaan anak cabang di kota XXX ada sedikit bermasalah. saya ingin meminta Bayu untuk mengatasi masalah yang timbul di anak cabang perusahaan. bukankah saat ini Bayu sedang berada di kota tersebut.!" Terang Bima panjang lebar.
📱" Tidak usah. kau jangan ganggu dia untuk beberapa hari kedepan. dia harus fokus merawat dan menjaga ibunya yang sedang sakit jadi jangan ganggu dia dengan urusan pekerjaan!" Titah Reno tidak ingin dibantah.
📱" Baik pak!" Sahut Bima dengan suara berat.
"Tapi bagaimana dengan....!" Ucapan Bima terpotong.
📱" Kirim laporannya ke emailku. Biar aku yang mengatasinya!" titah Reno tegas.
📱" Apa ada lagi?" Tanya Reno tegas
📱" Tidak ada pak.!"
📱" Ya sudah kalau begitu. Assalamualaikum!"
📱" Wa'alaikum salam!" Jawab Bima dan sambungan telpon terputus.
Reno menghela napas berat dan mengusap wajahnya kasar.
" Ada apa mas, apa ada masalah di kantor?" Intan memperhatikan Reno yang terlihat gusar.
" Ada sedikit masalah di anak cabang perusahaan di kota ini. Bima ingin Bayu yang menanganinya tapi aku tidak mau mengganggu Bayu untuk merawaat ibunya!" terang Reno memberi tahu Intan.
__ADS_1
" Lalu apa rencana mas Reno ?"
" Besok aku akan keperusahaan tersebut dan memeriksa semuanya. aku rasa ada yang ingin bermain-main denganku.!" Reno berdecak kesal.
" apa ada yang bisa aku bantu mas?" Tanya Intan ragu-ragu.
" Ada!" Jawab Reno singkat
"Apa?" tanya Intan lekat.
"Jaga dirimu baik-baik disaat aku tidak berada disisimu. jangan macam-macam apalagi sampai dekat-dekat dengan pria lain!" Jawab Reno dengan senyum jahilnya.
" ihhhhhh.... orang lagi serius juga!" Intan merasa kesal.
" Cukup, kamu menjaga dirimu dengan baik itu sudah sangat membantuku!" Reno tersenyum kecil dan Intan entah sudah seberapa merah wajahnya karena ucapan Reno. "
" Besok sebaiknya kau temani Citra dirumah sakit. jangan keluyuran kemana-mana sampai aku menjemputmu!" Intan mengangguk
Reno dan Intan keluar dari restoran tersebut setelah makan malamnya selesai. Reno mengantarkan Intan terlebih dahulu sebelum ia pulang ke rumah Cahaya.
Tidak butuh waktu lama mobil yang mereka tumpangi sampai di halaman rumah yang dulu pernah Intan tempati. Reno membukakan pintu mobilnya dan Intan keluar dari dalam mobil dengan tertawa kecil.
" Apa perlu aku temani kedalam?" Tanya Reno menggoda.
" Gak perlu!" Ucap singkat Intan mengerucutkan bibirnya.
" Hei... jangan seperti itu. kau membuatku gemas dan tidak sabar ingin buru-buru menghalalkanmu sayang!" Reno membuang napas kasar dan mencubit kedua pipi Intan gemas.
" Ihhhh.... mas sakit tau!" Intan memukul dada Reno pelan.
" Hadeuhhhh... kau benar-benar menggodaku!"
" Mas..!" Intan tertawa dan Reno pun ikut tertawa.
" Sudah masuk sana!" titah Reno mendorong tubuh Intan pelan.
__ADS_1
" ya sudah aku pergi. kamu kerja yang benar besok. jangan khawatir aku akan menjaga diriku dengan baik.!" Intan tertawa kecil dan dibalas senyuman oleh Reno.
Intan masuk kedalam rumah setelah mobil Reno pergi dan hilang dari pandangannya. Intan tersenyum sendiri mengingat setiap kejadian hari ini.