
Reno menatap benda pipih yang sedari tadi berada di tangannya. " Akhh.... sial!" Gumam Reno saat sadar ponselnya telah Intan matikan "
" Kau pasti saat ini sangat membenciku!" Gumam Reno.
Amira keluar dari ruangan Reno dengan wajah kesal. di depan pintu ia berpapasan dengan Reihan yang baru datang dari ibu kota dan sengaja datang ke kota X karena mendengar kabar dari Bima kalau perusahaan semakin genting dan Reno sulit untuk menyelesaikannya karena berkaitan dengan wanita dari masa lalunya. Reihan yang merasa tidak tega dengan perjuangan ibu mertuanya yang sudah susah payah mendirikan perusahaan SCR Grup pun akhirnya ikut turun tangan.
" Apa wanita ini yang dikatakan Bima?" Gumam Reihan.
Amira berjalan berpapasan dengan Reihan dan menatapnya lekat. " Sangat tampan, siapa dia?" Gumam Amira penasaran dan tersenyum pada Reihan.
Reihan tidak membalas senyuman Amira yang mengarah padanya, Reihan menatapnya dingin dan berlalu masuk kedalam ruangan Reno.
" Untuk apa kau kem....?" Reno terkejut dan berhenti bertanya saat sosok pria tampan yang terlihat dingin berada didalam ruangannya.
"kau?" Reno terperanjat saat Reihan sudah berdiri dihadapannya. " Kapan kau datang?" Reno menyelidik.
" Aku baru sampai dan langsung datang kesini!" Reihan berjalan menuju sofa dan mendaratkan tubuhnya di atas sofa empuk dihadapan meja kerja Reno.
" Kenapa kau tidak menghubungiku dulu jika mau datang kemari ?" Reno bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri adik iparnya turut duduk disofa.
" Aku sudah menghubungimu berkali kali, tapi gak diangkat" Reihan menyandarkan tubuhnya disofa yang ia duduki.
" Benarkah?" Reno membuka ponselnya dan benar panggilan tak terjawab berkali kali dari Reihan.
" Kenapa aku tidak menyadarinya!" Reno menghempaskan tubuhnya bersandar pada sofa. Reihan memperhatikannya sekilas dan menggeser tubuhnya sedikit tegak dan masih memperhatikan Reno yang tengah memejamkan mata sambil memijat pelipisnya.
" Aku baru pertama kali melihat seorang Reno pengusaha sukses semraut ini penampilannya!" Reihan tersenyum tipis. Reno membuka mata dan meliriknya.
" Apa karena wanita itu?" Reihan menebak nebak.
" Wanita tadi? maksudmu?" Reno mendelik bingung wanita yang mana yang dimaksud Reihan karena terlalu memikirkan Intan Reno menjadi kurang tanggap dengan arah pembicaraan Reihan.
" Aku bertemu dengan wanita itu saat dia keluar dari ruanganmu tadi!" Reno menjelaskan. " Rasanya aku tidak asing dengannya, apa aku mengenalnya?" Reihan penasaran dengan Amira yang wajahnya terlihat tidak asing baginya.
" Amira... namanya Amira!" Reno memberitahu Reihan wanita yang berpapasan dengannya bernama amira.
" Amira?" Gumam Reihan " Bukankah Amira adalah putri tunggal tuan Anan CEO ANANTA COUMPANY yang merupakan seorang model majalah dewasa ?" Reihan berusaha mengingat ingat.
Reno yang mendengar penuturan Reihan dan mengatakan kalau Amira adalah putri dari CEO ANANTA COUMPANY merasa sangat terkejut, pasalnya perusahaan itulah yang saat ini berusaha untuk menjatuhkan perusahaan SCR GROUP.
" Apa kau mengenalnya?" Reno penasaran.
" Aku tidak begitu mengenalnya, aku hanya pernah bertemu dengannya dua kali pada saat tuan Anan mengadakan pesta ulang tahun isterinya dan yang kedua saat pembukaan ANANTA HOTEL di sana aku bertemu dengannya tapi itupun hanya sekilas!" terang Reihan.
__ADS_1
" Apa kau bisa membantuku?" Reno bertanya penuh harap pada adik iparnya yang satu ini.
" Jika aku bisa, aku pasti akan membantumu?" Reihan menatap lekat Reno yang terlihat begitu banyak beban pikiran.
" Bantu aku cari tahu apa kelemahannya dan juga kelemahan dari ANANTA COUMPANY saat ini perusahaan dalam masalah itu karena ulahnya!" Reno menarik napas berat.
"Apa dia menyukaimu?" Reihan menatap curiga
"Entahlah!" Reno mengangkat bahunya.
" Dan kau sendiri, apa kau menyukainya?" Reihan penasaran.
" Tidak!" Tegasnya. " Justru karena ulahnya saat ini ada yang salah paham padaku, dia meninggalkanku dan saat aku sedang menelponnya tadi tiba tiba saja Amira datang dan aku yakin saat ini dia pasti berpikir yang macam-macam!" Reno mengusap rambutnya kasar wajahnya benar-benar terlihat berantakan dan menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
" Temui dia dan jelaskan padanya!" saran Reihan menepuk bahunya pelan mencoba memberi semangat terhadap kakak iparnya.
" Jika aku sekarang menemuinya, aku takut Amira berbuat nekat dan menyakitimya!" Reno merasa prustasi tidak tahu harus berbuat apa.
" Maksudmu?" Reihan bingung dengan ucapan Reno.
" Amira mengancamku jika aku tidak mau menikah dengannya maka dia akan menyakiti dan menghancurkan wanita yang dekat denganku!" Reno berdiri dan berjalan menuju jendela menatap keluar.
Reihan bangun dan menghampirinya. " Aku akan berusaha membantumu. aku rasa Amira tidak akan berani senekat itu. dia hanya menggertakmu!" Reihan terkekeh " Mana Reno , tuan muda yang terkenal arogan dan dingin itu. apa dia sudah menjadi pria lemah karena bucin?" Reihan tertawa dan Reno memukul perutnya pelan rapu Reihan pura-pura merintih kesakitan.
" Adik ipar durhaka!" Umpat Reno dan Reihan semakin tertawa lebar.
" Tenang saja, aku akan menyuruh Tio membereskan wanita itu jika dia bertindak yang macam-macam pada wanitamu kabari aku!" Reihan berjalan keluar dan Reno menatap kepergian Reihan yang menghilang dari balik pintu. Reno menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya dan menarik napas berat. Reno mengambil benda pipih dari saku jasnya dan menatap lekat layar ponsel yang ada tertera nama Intan.
" Kau pasti semakin marah, aku harus bagaimana menghadapimu?" gumam Reno
Drett....
Satu pesan masuk.📨
Reihan 📩 " Temui Dia jelaskan padanya jangan biarkan semua berlarut larut. terkadang hati dan pikiran wanita berjalan lebih cepat jangan sampai kau menyesal. untuk urusan Amira dan kantor serahkan semuanya padaku!"
" Aaaahhhhh..... adik iparku benar - benar sangat pengertian. !" Reno tersenyum senang dan membalas pesan Reihan.
" Terima kasih. aku akan segera menemuinya dan untuk masalah kantor aku percayakan semuanya padamu. kau memang adik iparku yang luar biasa.!" 📩📤 pesan terkirim.
Reno segera menghubungi Bima dan memberitahu rencana kepulangannya ke ibu kota. Reno keluar dari kantor tergesa gesa dan saat di depan pintu lif Reno bertemu dengan Reihan yang hendak masuk keruangan Martin. Reihan menoleh dan mengangkat tangannya memberi semangat. Reno yang mengerti maksud dari Reihan tersenyum tipis lalu masuk kedalam lif yang sudah terbuka.
Reno keluar dari gedung kantor dan mengendarai mobilnya menuju ibu kota dengan semangat 45. dia tidak mau membuat kesalah pahaman semakin berlarut larut. untung saja Reihan mengingatkannya jika tidak mungkin saat ini Reno sudah terpuruk.
__ADS_1
" Intan tunggu aku. percayalah padaku sayang hanya kamulah wanitaku!" Gumam Reno memacu mobilnya membelah jalan bergegas untuk menemui pujaan hatinya.
Reno mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia sudah merasa tidak sabar ingin bertemu dengan Intan. Reno mengambil benda pipih yang ada di saku jasnya untuk menghubungi Cahaya adik satu -satunya.
"Assalamualaikum !" Sahut Cahaya dari ujung telpon
" Wa'alaikum salam, Dek kamu lagi dimana?" Tanya Reno dengan tatapan tetap fokus kejalan. Reno meletakkan ponselnya dibangku sebelahnya yang kosong dan meloudspeaker.
" Aku lagi di mall mas, memang ada apa mas?" Cahaya sedikit khawatir.
" Ahh... gak papa, dek kamu ke mall sama siapa, mamah?" Terka Reno yang masih sibuk menyetir.
" Gak mas, Mamah kemarin pergi ke singapur ada acara pembukaan hotel milik temannya. memang kenapa mas?" Cahaya menyeruput minumannya yang baru saja datang dan seorang wanita yang saat ini sedang duduk bersama Raka dipangkuannya sesekali melirik Cahaya yang tengah bertelponan dengan Reno.
" Tidak apa-apa, mas khawatir aja kalau kamu keluar sendirian sementara suami kamu saat ini sedang berada disini!" Reno berharap Cahaya sedang bersama Intan.
" Mas Reihan sudah menemui mas Reno?" Cahaya menoleh ke arah Raka yang sedang asik memainkan mainan barunya.
" Sudah, setibanya di sini dia langsung menemui mas. Dek, sebaiknya kamu pulang jangan keluar rumah sendirian.!" Reno mengingatkan adiknya
" Mas aku tuh gak sendirian mas" Intan mendelik pada Cahaya yang pasti akan mengatakan kalau mereka sedang bersama sama. " Intan sedang bersamaku dia yang memintaku menemaninya jalan -jalan ke mall. suasana hatinya sedang tidak baik katanya !" Bisik Intan yang langsung mendapat tatapn mematikan dari Intan. " Sahabatku sedang patah hati mas, sayang sekali ya mas ku tidak bisa menghibur kakak iparku yang sedang patah hati ini!" Ledek Cahaya membuat Intan cemberut dan Reno yang mendengar kata-kata Cahaya merasa tersentil hatinya.
" Ca !" pekik Intan.
"Ha...ha...!" Cahaya tertawa. " oia, mas Reno bagaimana keadaan perusahaan apa sudah berjalan normal?" Cahaya merubah topik pembicaraan.
" Belum, !" Lirih Reno.
" Yang sabar ya mas, kalian pasti bisa membuat semua kembali normal.!" Cahaya menyemangati
" Mas harap juga begitu!" ucap Reno dengan nada lesu.
" Mas ada apa? kenapa mas kedengaran lesu begitu, apa mas sakit?" Cahaya cemas.
" Mas gak apa-apa!" Reno tiba tiba merasa pusing dan pandangannya sedikit pudar.
tid....tid.... suara klakson mobil membuat suara gaduh karena banyak kendaraan yang berebut jalan. " Mas Reno sedang menyetir mobil ya?" tebak Cahaya yang mendengar suara bising klakson yang saling bersahutan.
" Iya mas lagi dijalan!" jawab Reno santai
" Yaudah nanti saja telpon lagi, bahaya mas telpon sambil menyetir!" Sahut Cahaya yang tiba -tiba hatinya merasa gak enak dan gelisah.
belum sempat Reno menjawab. " Aaaaaaa!" Cahaya mendengar suara teriakan dan dentuman yang sangat keras diseberang telpon dan seketika sambungan telpon terputus.
__ADS_1
" Mas Reno......!" Cahaya menjerit dan bangkit dari duduknya.