RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Rumah Makan


__ADS_3

Reihan menoleh kearah cahaya yang sedang duduk ditepi tempat tidur. Cahaya mengerti dengan tatapan yang ditujukkan Reihan kepadanya, ia lalu menganggukan kepala petanda mengiyakan.


" kami akan bermalam disini pak untuk


beberapa hari" jawab Reihan.


" baiklah tuan, kalau begitu saya pamit pulang dulu. jika ada perlu apa-apa silahkan hubungi saya tuan" ucap pak tejo pamit.


" Terima kasih pak"


Pak tejo tersenyum membungkukkan badan lalu pergi meninggalkan mereka.


"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""


Disebuah rumah makan yang tidak terlalu besar tapi cukup ramai pengunjung seorang pria tampan sedang duduk sambil menyeruput segelas teh hangat dengan sedotan, matanya tak beranjak menatap kearah pintu masuk.


" sorry telat...!" sapa seorang gadis dengan deru napas yang tak beraturan berdiri dihadapannya.


" Kebiasaan..!" kata si pria.


"sorry bay, tadi ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan" jelas intan duduk lalu menyambar gelas yang ada didepan bayu dan menenggaknya menghilangkan rasa haus akibat setengah berlari.


" hei...itu minumanku !" bayu berdecak kesal.

__ADS_1


intan tertawa kecil melihat kekesalan diwajah bayu.


bayu dan intan memesan beberapa menu makanan yang tersedia dan tidak menunggu waktu lama makanan yang dipesan sudah terhidang diatas meja mereka. bayu dan intan menyantapnya dengan lahap makanan yang memang terkenal kelezatannya dan terlaris dikota tersebut. seketika bayu menghentikan makannya saat matanya menangkap wajah seorang wanita yang terlihat tidak asing baginya masuk ke rumah makan tersebut bersama seorang pria tampan dan tinggi kekar menggandeng tangannya.


" intan.! panggil bayu pelan


" iya ada apa?" jawab intan dengan mulut penuh makanan.


bayu menghela napas panjang dan menggelengkan kepala melihat intan yang makan dengan lahap.


" apa aku terlalu merindukan cahaya ya?"


intan menghentikan makannya kemudian mengambil segelas minuman yang ada disamping tangannya dan menyeruputnya.


sementara seseorang yang dibicarakan sedang duduk di salah satu meja yang letaknya tak jauh dari tempat mereka duduk.


"uhuk..uhukk....uhukkk... " cahaya tiba-tiba tersedak saat makan.


" Sayang makannya pelan-pelan !" ujar Reihan yang langsung memberikan cahaya segelas minuman dan menepuk punggungnya dengan lembut.


cahaya meneguk minuman yang diberikan Reihan sampai habis, matanya memerah menahan rasa pedas ditenggorokannya akibat tersedak.


" kamu gak apa-apakan sayang, matamu sampai berair begitu?" tanya Reihan yang menyeka airmata cahaya dengan penuh perhatian.

__ADS_1


" aku gak apa-apa" jawab cahaya sambil tersenyum


" pelan-pelan aja makannya " seru Reihan


" iya sayang, aku tersedak mungkin saja ada yang sedang kangen sama aku" ucap cahaya sambil tertawa kecil.


" kangen, siapa yang berani coba-coba kangen dengan isteriku?" tanya Reihan dengan nada meninggi terselip rasa cemburu yang tak beralasan.


" ya entahlah" jawab cahaya dengan mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum.


" Aku gak akan izinkan siapapun kangen denganmu?" Reihan melipat kedua tangannya diatas perut.


" kamu ini kenapa sih sayang, marah gak jelas gitu, dasar aneh" ucap cahaya yang kemudian melanjutkan makannya.


" aku cemburu? jelas dong sayang kamu itukan isteri aku, wajar dong kalau aku cemburu" ujar Reihan


" iya tapi cemburumu itu tidak beralasan, bisa sajakan papah yang sekarang sedang kengen" kata cahaya.


" mungkin" singkat Reihan.


Dimeja yang satunya bayu terus melempar pandangan mengarah keduanya. ia terus memperhatikan sikap keduanya yang terlihat sangat mesra.


" apa aku ini terlalu kangen ya dengan cahaya, sampai-sampai aku merasa wanita yang duduk dimeja sebelah sana mirip sekali wajahnya dengan cahaya" kata bayu menunjuk dengan tatapan yang mengarah ke cahaya.

__ADS_1


__ADS_2