RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Kemunculan Reihan


__ADS_3

Cahaya merasa senang setelah tau kabar suaminya secara langsung untung saja ia masih menyimpan nomornya.


" mbok apa hari ini mbok jum bisa memasakan saya ayam pepes, tumis bayam dan bakwan jagung?" karena suasana hati yang baik dan gembira membuat selera makan cahaya sepertinya meningka.


" Bisa kok non, tenang ja pasti mbok masakain yang enak. sekarang mbok kepasar dulu ya non. kebetulan stok dirumah sudah banyak yang habis!" ucap mbok jum sambil menyapu lantai.


" Terima kasih ya mbok, sebentar saya ambil uangnya dulu!" Cahaya hendak melangkah menuju kamarnya.


" Ehhh... non gak usah, uang belanja masih ada kok mbok. waktu mas Reno kemari mas Reno udah ngasih si mbok uang belanja!" beritahu mbok jum.


" Oh.. yaudah kalau begitu. makasih ya mbok!" Cahaya tersenyum tipis


" Iya sama-sama non!" mbok jum lalu melanjutkan pekerjaannya dan Cahaya masuk kedalam kamarnya


______


Pagi ini Reihan merasa sangat bersemangat, Setelah mendapat telpon dari sang isteri yang sangat ia rindukan. ia bersyukur karena Cahaya kini sudah memaafkannya.


Reihan terlihat sangat gembira sampai ia tidak sadar ia terus saja tersenyum.


" Sepertinya kamu sedang senang hari ini, apa yang membuatmu begitu gembira hari ini?" Tanya Bram yang baru saja keluar dari kamar. meski kondisinya kini sudah membaik tidak menggunakan kursi roda Bram masih harus menjalani terapi sampai benar-benar sehat.


" aku ingin mencari kerja hari ini semoga berjalan lancar karena aku percaya dengan adanya do'a dari isteri usaha ku insyallah tercapai!" Reihan bangkit dari duduknya dan menyalami papahnya.

__ADS_1


" Isteri?" Bram mengernyitkan alisnya.


Reihan tersenyum tipis.


Kabar bahagiapun akhirnya menghampiri Reihan. dia diterima bekerja sebagai manager marketing. meski itu jauh dengan jabatan yang ia miliki tidak setinggi jabatannya ia yang dulu tapi Reihan tetap bersyukur karena masih bisa diterima bekerja.


Reihan bekerja penuh semangat dan beberapa kali Cahaya menghubunginya sehingga membuatnya semakin giat bekerja karena ingin membawa isterinya kembali kepelukannya.


____________


Cahaya pergi jalan-jalan santai seorang diri, ia berjalan hanya disekitar rumahnya saja. suasana begitu sejuk Cahaya tertunduk sedih saat melihat seorang wanita yang sama sepertinya sedang hamil berjalan bergandeng tangan dengan suaminya.


Cahaya merasa sangat sedih disaat hamil besar seperti ini dia hanya seorang diri. memang biasanya dia bersama mbok jum tapi tetap saja merasa sedih tidak ada sang suami yang menemaninya.


Cahaya merasa lelah saat jalannya tak terasa sudah jauh dari rumahnya. dia lalu duduk disebuh kursi yang ada ditaman pinggir jalan. matanya mulai berkaca-kaca rasa sedih dihatinya entah mengapa terasa semakin kuat. Cahaya menitikkan airmata dan mengusapnya berkali-kali tapi tetap saja basah.


" Hiksss... hiksss....!" Entah apa yang membuat Cahaya begitu sedih.


Cahaya memutuskan untuk pulang saja, karena dia merasa sangat lelah iapun bangkit dari duduknya dan berjalan pulang. namun saat ia baru akan melangkah tangannya dicekal oleh seorang laki-laki bertubuh tegap tinggi dan tampan.


Cahaya menoleh menatap tangan yang mencekal tangannya lalu ia mendongak dan menatap lekat pri yang berdiri dihadapannya.


Degggg.... Jantungnya berdegup kencang matanya membulat dan mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


" Mas...!" panggil cahaya ditengah keterkejutannya


Pria itu tersenyum tipis yang begitu manis membuat siapapun yang melihatnya langsung jatuh cinta.


"Cahaya aku merindukanmu sayang!" Pria itu langsung menarik lembut tangan isterinya dan membuat cahaya membentur dadanya. Cahaya menangis dan memukul pelan dada pria yang tak lain adalah Reihan.


" Maafkan mas ya!" Reihan mengecup pucuk kepala cahaya dan membuat cahaya semakin menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya dengan masih menangis.


" Jangan menangis lagi sayang, mas udah ada disini mas akan selalu menemanimu sayang!" Cahaya mengangguk dan tiba-tiba ia merasakan nyeri diperutnya. Reihan itu langsung memegang bahu cahaya mendudukkannya kembali di kursi yang tadi cahaya tempati.


Terlihat kepanikan di wajahnya itu. tangannya terus menggenggam tangan cahaya. " Mas perutku sakit!" rintih cahaya pada Reihan yang sedang memeluknya penuh kekhawatiran.


" Kita ke rumah sakit sekarang!" Cahaya langsung digendong dan dimasukkan kedalam mobil.


Disepanjang perjalanan Cahaya mencengkram kuat lengan Reihan itu. dia terus meringis merasa semakin mulas.


" Mas sepertinya aku akan segera melahirkan!" ucap lirih cahaya disela tangisnya.


" Kamu yang sabar ya sayang sebentar lagi kita akan sampai !" ucap Reihan dengan penuh kepanikan yang sekuat hati ia kendalikan.


" Mas!" Panggil cahaya dengan sesekali mengatur napasnya.


" ada apa , apa perutmu semakin sakit?" tanyanya penuh kekhawatiran.

__ADS_1


" tidak, Mas kok bisa ada disini?" tanya Cahays terbata bata karena merasakan perutnya yang terasa mulas.


" Mas merasa sangat rindu sama kamu dan baby kita!" Reihan tersenyum tipis dan mengelus perut isterinya sebentar lalu kembali fokus mengemudi.


__ADS_2