
Reihan pergi ke kamarnya dan mendapati Cahaya yang tengah terlelap. Reihan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sekitar 15 menit Reihan keluar dari kamar mandi dilihatnya sang isteri masih tertidur nyenyak Reihan berjalan kearah lemari dan mengambil piyamanya. setelah menggunakan baju piyamanya Reihan merebahkan dirinya disamping Cahaya, ia menatap lekat wajah imut nan cantik sang isteri yang tengah tertidur lelap ia selipkan rambut Cahaya yang terurai sedikit menutupi wajahnya. Reihan tersenyum tipis lalu mengecup kening Cahaya . Merasa ada sentuhan Cahaya menggeliat lalu tak lama kembali ke alam mimpinya dan Reihan pun ikut terbawa ke alam mimpi bersama sang isteri.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Di Kamar Reno dan Intan
Reno masih merasakan tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya yang terasa semakin panas. Intan bingung harus berbuat apa melihat suaminya yang terus mengerang kepanasan.
" Mas!" Lirih Intan tak kuasa melihat suaminya yang sedang menanggalkan pakaiannya.
" Mas Reno sebenarnya kenapa?" Intan pun tak kuasa menahan tangisnya.
Reno tak mampu lagi mengendalikan dirinya dan langsung menarik tubuh Intan dalam pelukannya. " Maafkan mas sayang, mas sudah tidak kuat lagi. maaf jika mas menyakitimu!" Bisik Reno yang langsung menerkam Intan.
Mau tidak mau Intan menerima serangan dari suaminya, meski rasa bingung berkecamuk dalam pikirannya tentang apa sebenarnya yang terjadi dengan suaminya yang terlihat aneh dan brutal bagi Intan .
" Mas sebenarnya kamu kenapa?" Lirih Intan ditengah aksi yang terus dilakukan oleh Reno padanya.
Reno menatap manik mata Intan yang begitu menyayat hati namun logika dengan tubuhnya tidak dapat sejalan hatinya ingin menghentikan aksinya namun tubuhnya tak dapat ia kendalikan. untung saja Reihan bertindak dengan cepat jika tidak Reno pasti akan menyesal seumur hidupnya membayangkan apa yang akan terjadi jika Reihan tidak membawanya pulang.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Di Star Club
Amira menunggu Reno kembali dari toilet. dia memerintahkan orang suruhannya untuk segera menyiapkan kamar untuk dirinya dan Reno. Amira merasa penuh percaya diri kalau Reno akan segera menjadi miliknya.
" Aku tidak peduli dengan dirimu yang sudah menikah, aku pastikan setelah malam ini isterimu akan segera meninggalkanmu dan aku akan menjadi satu-satunya wanitamu. ahhhh.... rasanya aku sudah tidak sabar!" Gumam Amira dengan senyum liciknya.
Namun seketika senyum di wajah Amira meredup dan ia melempar gelas yang di ada ditangannya saat salah satu orang suruhannya melaporkan kalau Reno tidak ada di toilet. dan sudah dicari di seluruh Club namun hasilnya nihil.
Amira sangat marah membuat orang-orang yang berada di club itu menatapnya.
" Sial... aku yakin pasti ada yang membantunya keluar dari sini. cepat kalian cari lagi!" Titah Amira dengan emosi yang memuncak. rencana yang sudah disusunnya matang-matang akhirnya gagal Amira merasa sangat geram atas kebodohan orang-orangnya yang tidak becus menjaga Reno.
__ADS_1
Akhirnya Amira memutuskan untuk pulang tanpa membawa hasil.
" Lihat saja nanti, hari ini kau masih bisa lolos tapi lain waktu aku pastikan kau akan menjadi milikku seutuhnya Reno!" Gumam Amira
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Pagi hari yang indah dengan sinar mentari pagi yang masuk melalui celah-celah kaca jendela. dua insan yang kelelahan akibat pelepasan yang begitu menggebu masih berada dibalik selimutnya.
Intan menggeliat dan membuka matanya perlahan setelah matanya terbuka Intan menatap lekat wajah pria yang tidur disampingnya. wajahnya polos terlihat seperti bayi besar yang sedang tidur pulas.
" Apa sebenarnya yang terjadi denganmu mas?" Gumam Intan dalam hati. Intan lalu turun dari tempat tidurnya dengan perlahan agar Reno tidak terbangun dari tidurnya. Intan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah 20 menit Intan keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya, di lihatnya kearah Reno ternyata masih terlelap. Intan mengambil bajunya dan dengan cepat memakainya setelah selesai Intan bergegas keluar dari kamarnya menuju dapur.
Saat sampai didapur Intan melihat Cahaya tengah memasak dibantu oleh bi Susan.
Intan menghampiri keduanya dengan perasaan tidak enak karena bangun kesiangan. Cahaya yang melihat Intan menghampirinya melemparkan senyum padanya.
" Maaf ya Ca, aku kesiangan!" Intan merasa tidak enak dengan Cahaya.
" Gak apa-apa kok kakak ipar, gak usah merasa sungkan begitu kaya sama siapa aja si. basi tau gak kamu Tan !" Ucap Cahaya tergelak
" Aku memang suka memasak dan kamu gak usah bersikap kaya gitu ah.. gak asik tau gak!"
" Ya udah kalau gitu aku bisa ngandelin kamu ya setiap hari buat masakin aku!" Canda Intan.
" Boleh... boleh... setelah itu aku kirim ya nanti nomor rekening aku ke kamu!" Cahaya menimpali.
" Rekening? buat apa?" Intan bingung sendiri
" Buat mas Reno transfer ke aku Ha...ha....!" Intan ikut tertawa setelah mengerti maksud dari kata-kata Cahaya.
Dan pada saat keduanya tertawa sambil menyiapkan hidangan untuk sarapan Reihan datang menghampiri mereka " Pagi sayang.. pagi Intan!" Sapa Reihan yang langsung menarik kursi dan menduduki dirinya dikursi tersebut.
" Pagi sayang!" Cahaya
__ADS_1
" Pagi pak Reihan... maksud saya Reihan!" Gugup Intan karena masih belum terbiasa.
" Bagaimana tidur kalian nyenyak?" Tanya Reihan
" I.. iya!" jawab Intan gerogi
Cahaya menarik kursi dan menyuruh Intan untuk duduk. " Duduklah!"
" Ah... tidak aku mau panggil mas Reno dulu untuk sarapan bareng!" Tolak Intan halus.
" Tidak perlu sayang, sebaiknya kau duduk saja orang yang ingin kau panggil sudah ada disini!" Sahut Reno yang tiba-tiba muncul.
" Mas!" Panggil Intan pelan.
Reno menghampiri Intan lalu mengecup keningnya. " Duduklah sayang!" Titah Reno lembut dan Intan pun dengan patuh langsung duduk setelah Itu Reno pun duduk disampingnya.
" Cihh... sok bermesraan disini!" Celetuk Cahaya yang merasa gatal jika tidak berdebat dengan Reno.
" Ehhh... suka-suka dong, kenapa kamu iri karena suamimu tidak memberimu kecupan selamat pagi!" sahut Reno.
" Isshhh... siapa juga yang iri sama mas Reno suamiku jelas lebih romantis dari pada mas Reno, iya kan sayang?" Cahaya menoleh ke Reihan berharap mendapat jawaban dari suaminya.
" Mas!" panggil Cahaya merengek.
" Ha...ha...!" Reno tertawa puas melihat Reihan diam saja tidak menjawab pertanyaan Cahaya.
" Ishh... !" Kesal Cahaya dengan wajah di tekuk.
" Mas Reno udah ih..!" Intan mencubit perut Reno.
" Jangan cemberut gitu dong sayang, romantis gaknya aku kan kamu yang menilai bukan mas, kalau menurutmu mas romantis dan kamu suka mas yang romantis ya.... mas senang dengarnya!" Reihan mencubit gemas hidung Cahaya dan hal itu mampu langsung membuat wajah Cahaya tersenyum.
" Sudah punya anak masih aja suka ngambek... cih mau jadi apa Raka nantinya jika mamanya seperti ini!" cibir Reno
" Mas Reno gak boleh ngomong gitu ih..!" bisik Intan kesal.
__ADS_1
" Gak apa-apa Tan, aku sudah terbiasa dengan mukut pedasnya mas Reno!" Kesal Cahaya.
" Kalian ini apa-apaan sih, udah kaya tom and jerry aja setiap bertemu selalu bertengkar!" Reihan kali ini menengahi karena biasanya kalau Reno dan Intan berdebat pasti mama Sekarlah yang turun tangan untuk menengahi.