RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Amira


__ADS_3

Reno tersenyum tipis lalu meraih tangan Intan dan menggenggamnya erat dengan mata yang bertemu pandang.


" Aku bahagia sangat bahagia karena sudah mendapatkan hatimu tapi aku sungguh takut ketika harus mempertahankannya dan berusaha agar bisa terus menggenggamnya sekuat yang kubisa tapi kau malah melepaskannya. aku takut jika itu benar-benar terjadi. hatimu lepas lalu pergi meninggalkanku. aku takut jika hari-hariku tanpa ada senyumanmu. aku sungguh takut... takut tak bisa mempertahankanmu dan kau tidak lagi mempercayaiku lalu meninggalkanku!" Lirih Reno dan melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Intan. Tanpa sadar butiran bening sudah menggenang di pelupuk mata Intan, mendengar semua yang telah diutarakan Reno padanya membuat hati Intan terasa pias antara bahagia dan juga sedih.


" Kenapa kau berkata seperti itu mas?" Intan tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Reno. sikapnya yang terkadang dingin terkadang hangat membuatnya sulit untuk mengenal lebih jauh tentang diri Reno.


Intan merasa ada sesuatu yang Reno sembunyikan darinya.


" Tidak papa, aku hanya merasa takut jika kelak kau akan meninggalkanku dan bahkan membenciku!" Reno menatap kearah jalan dengan sendu dan menyandarkan wajahnya pada stir mobil.


" Mas, aku sungguh tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi sama kamu mas, kenapa kau bicara seperti itu. apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku mas?" Intan merasa bingung dan juga gelisah dengan semua yang Reno bicarakan.


Reno menghela napasnya berat ingin mengatakan semuanya pada Intan tapi dia takut Intan salah paham.


" Mas!" panggil Intan yang melihat Reno masih saja terdiam.


Reno mendongak dan menoleh kearah Intan menatapnya lekat. " Sebaiknya kita pergi sekarang, Citra dan bibi pasti sudah menunggumu di rumah sakit!" Reno mengalihkan pembicaraan dan menghidupkan mesin mobilnya kembali dan mobilpun melaju membelah jalan raya yang muai ramai.


Intan sesekali melirik Reno yang masih diam membisu. entah sebenarnya apa yang terjadi pada perubahan sikap Reno yang begitu tiba-tiba. baru semalam dia merasa begitu bahagia merasakan kehangatan cinta dari seorang Reno tapi pagi ini sikap Reno sedikit berubah.


Sepanjang perjalanan menempuh rumah sakit tempat bibinya Ratih dirawat hanya ada keheningan yang tercipta diantara keduanya. sampai mobil yang mereka tumpangi telah sampai diparkiran rumah sakit keduanya masih tetap diam tanpa bicara.


Intan diam menunggu Reno bicara tapi Reno tetap saja diam membuat Intan merasa kesal dan memutuskan untuk keluar dari dalam mobil namun saat ingin membuka pintu mobil tubuh Intan tersentak karena Reno menarik tangannya.


" Lepasin tangan aku mas!" Intan menghempaskan tangannya membuat Reno melepaskan genggamannya.


" Maafkan aku !" Reno merasa bersalah


" Nanti aku akan menjemputmu!" Ucap Reno lembut.


" Tidak usah mas, aku masih bisa pulang sendiri!" Ucap Intan ketus.


" Aku akan menjemputmu!" Suara Reno tegas.


" Terserahmu mas!" Intan keluar dari dalam mobil dengan hati yang kesal. Reno melajukan mobilnya meninggalkan area parkir rumah sakit.

__ADS_1


Intan masuk kedalam rumah sakit dan langsung menuju ruangan dimana Ratih dirawat.


" Assalamualaikum!" Intan membuka pintu dan masuk kedalam ruangan Ratih.


" Wa'alaikum salam!" Sahut tiga orang yang berada didalam ruangan tersebut bersamaan.


Ratih, Bayu dan Citra menoleh kearah pintu saat seorang wanita cantik masuk dengan seulas senyum menghias wajahnya.


" Kamu datang sendirian, di mana pak Reno?" Bayu celingak celinguk mengedarkan pandangannya mencari sosok Reno.


" Dia tidak ikut" Intan berjalan menghampiri Ratih dan menyalami tangannya


" Apa ada masalah ?" Ratih merasakan ada kesedihan dibalik manik mata Intan.


" Tidak ada bi" Intan mengulas senyum tipis dan duduk dikursi sebelah Ratih setelah Citra bangkit dari duduknya.


" Intan, aku dengar perusahan cabang sedang bermasalah. apa itu benar?" Bayu menatap serius dan Intan menoleh kearahnya


" Sepertinya begitu!" jawab Intan singkat.


" Apa kau tahu apa sebenarnya yang terjadi?"


"Pak Reno pasti sedang berusaha untuk mangatasinya?"


" Hemmm..!" Intan terlihat enggan untuk membahas tentang Reno saat ini. karena dia masih bingung dengan sikap Reno hari ini.


____________


Reno datang ke perusahaan anak cabang PT SCR Group.


Reno menggebrak meja saat seorang Direktur yang bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang terjadi di perusahaan tersebut menyerahkan berkas laporan yang sangat kacau.


" Bagaimana ini semua bisa terjadi? hah... kau ingin membuat perusahaan ini hancur dan terpuruk karena ulah bodohmu itu. seharusnya sebelum kau mengambil keputusan kau selidiki dulu siapa mereka!" Reno geram karena beberapa investor telah membatalkan kontraknya dan memilih kerja sama dengan ANANTA COUMPANY yang awalnya Ingin bekerja sama dengan PT. SCR GROUP namun beralih dan malah membuat beberapa Investor lari ketangannya.


" Aku rasa mereka ingin menghancurkan SCR Group. Bima cari tahu siapa mereka dan apa maksud mereka melakukan ini" Perintah tegas Reno yang langsung dianggukan oleh Bima.

__ADS_1


Reno memijat keningnya yang terasa penat. dan duduk dibangku putarnya menatap lekat Martin Derektur yang selama ini dipercaya oleh Reno untuk memimpin perusahaannya.


" Pergilah ! dan cari cara agar para investor mau bekerja sama kembali dengan kita!" Suara Reno sudah mulai berdamai.


" Baik pak!" Martin lalu keluar dan kembali keruangannya.


Reno diam dan tiba-tiba teringat sesuatu


#flash back on..#


Tuuutttt..... tuttt....


Reno yang tengah rebahan diatas kasur mendapatkan telpon genggamnya berdering diatas nakas. Reno mangambilnya dan melihat namor tak dikenal


Reno mengabaikannya dan ponsel itu berdering lagi untuk ketiga kalinya. karena merasa berisik Reno akhirnya mengangkat telponnya.


" Hallo sayang, kok lama sih angkat telponnya?" Suara merdu dari seberang telpon dengan manja.


" Ini siapa?" Tegas Reno.


" Kau tidak mengenali suaraku sayang, jahat sekali. apa kau tidak merindukanku?"


" Jangan basa basi katakan kau siapa?" Geram Reno dan malah dijawab dengan gelak tawa oleh wanita tersebut.


" Jangan marah-marah gitu dong sayang. bagaimana kejutan dariku apa kau suka?" Reno mendengar seksama suara itu dan barulah ia teringat.


" Amira?" Tebak Reno


"Akhirnya kau mengingatku sayang!"


" Mau apa kau menelponku?"


" Aku merindukanmu sayang, aku ingin bertemu denganmu!" suara Amira semakin terdengar manja


" Aku tidak bisa. aku sibuk !" Tegas Reno.

__ADS_1


" Jangan menolakku kalau tidak kau pasti akan menyesal!"


" omong kosong!" Reno lalu mematikan telponnya.


__ADS_2