RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
PINGSAN


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Cahaya tinggal di rumah mamahnya dan kedekatannya dengan sang CEO pun menjadi buah bibir di kantornya, sebenarnya Cahaya sangat risih namun lama kelamaan dia tidak mau menghiraukannya.


Reno sangat perhatian pada sang adik terlebih karena kondisi Cahaya yang tengah berbadan dua. Awalnya Reno sudah meminta Cahaya untuk berhenti bekerja namun Cahaya selalu menolak. Dia tidak ingin menyusahkan ibu dan kakaknya terus menerus lagi pula jika bekerja ia akan menyibukan dirinya dengan pekerjaan dan tidak akan ada waktu untuk meratapi nasibnya.


" Ca kamu kenapa, wajah kamu kelihatan pucat gitu, apa kamu sakit?" Lintang menghampiri Cahaya yang baru saja duduk dikursinya. Pagi ini Cahaya berangkat lebih awal tidak mau bareng dengan kakaknya. karena takut gosip yang merebak semakin santer.


" Aku gak apa-apa kok Lin, terima kasih lin udah perhatian sama aku!" Cahaya tersenyum.


" Ahhh... kamu kaya sama siapa aja Ca pakai bilang makasih segala!" Lintang mengusap pelan punggung Cahaya lalu kembali ke meja kerjanya.


Edo tiba-tiba datang membawa segelas kopi Capucino, ia menyapa semua orang yang berada diruangan kerja tak terkecuali Cahaya.


" Selamat pagi Ca!" Sapa ramah pak edo berjalan mendekati meja kerja Cahaya.


" Selamat pagi pak E.... Emmm!" Cahaya menutup mulutnya yang mengembung


ia merasa pusing perutnya pun terasa sangat mual mencium aroma kopi yang dibawa oleh pak Edo.


Cahaya lalu setengah berlari menuju toilet yang berada diluar ruangan kerjanya dan saat didepan pintu ia menabrak Intan yang kebetulan baru saja datang.


Cahaya menatap intan sekilas dan langsung berlalu begitu saja tanpa mengucap apa-apa karena tangannya masih menutup mulutnya yang mengembung menahan rasa mualnya.


" Ca kamu kenapa?" Tanya intan yang melihat Cahaya tergesa-gesa menuju toilet.


Cahaya tidak menghiraukan Intan yang memanggilnya ia hanya ingin cepat sampai ketoilet.


Intan merasa sedikit khawatir dengan cahaya akhirnya ia pun menyusul Cahaya ketoilet.


" Huekkk.. hueekkk..!" Didalam toilet Cahaya memuntahkan isi perutnya, keringat dingin mengalir membasahi keningnya, tubuh kecilnya pun terasa lemas. Ia mengusap wajahnya dengan tisu dia bersyukur hari karena kondisi toilet sedang sepi. Cahaya keluar dengan tubuh yang gontai tubuhnya lemas.


Dari kejauhan Cahaya bisa melihat Intan yang berlari menghampirinya. Cahaya tersenyum senang. " Ca kamu gak apa-apa?" Tanya intan setelah sampai dihadapan Cahaya dengan napas yang tersengal.

__ADS_1


" Aku gak apa-apa kakak ipar?" Cahaya tersenyum menggoda walaupun wajahnya terlihat sangat pucat.


" Wajah terlihat pucat begitu masih aja suka godain orang, gak lucu tau!" Ucap Intan kesal tapi tangannya tetap menggandeng tangan Cahaya karena khawatir takut sahabatnya itu tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya yang lemas seperti tak bertenaga.


Cahaya terkekeh melihat Intan yang sedikit kesal. dan saat hendak memasuki ruang kerjanya tiba-tiba kaki Cahaya tidak mampu menopang berat badannya hingga ia hilang keseimbangan dengan sigap tangan kekar seorang pria yang baru saja datang ditempat itu menariknya hingga terperanjat jatuh ke dalam pelukannya.


Betapa terkejutnya intan melihat sosok pria yang tengah berdiri dihadapannya dengan tangan yang sudah memeluk tubuh sahabatnya yang terlihat sudah tidak sadarkan diri.


Pria itu saat tau Cahaya tidak sadarkan diri dengan tangan kekarnya ia langsung menggendong Cahaya dan membawanya pergi kerumah sakit.


Intan yang sempat terperanga langsung mengikuti langkah kaki pria yang membawa pergi Cahaya.


Asisten pria itu segera membuka pintu mobilnya saat melihat atasannya sedang menggendong seorang perempuan dengan setengah berlari.


Pria itu langsung memasukkan Cahaya kedalam mobil dengan sangat hati-hati.


Intan yang tanpa persetujuanpun ikut masuk kedalam mobil. ia duduk didepan bersama asisten yang sama dinginnya dengan pria itu.


" Cepat jalan kita ke rumah sakit!" Ucap tegas pria itu.


Mobilpun melaju dengan cepat meninggalkan area parkir PT. SC Grup.


Disepanjang jalan pria itu menatap wanita yang kita berada dalam pangkuannya. ia mengusap dengan lembut pipi Cahaya.


" Sayang, bangunlah. Sayang kamu kenapa?" Tanya pria itu yang tak lain adalah Reihan.


Flashback on...


" Aku harus kemana lagi mencarimu sayang, sudah 3 kali aku ketempat kerjamu tapi kamu tidak masuk kerja. sebenarnya kamu pergi kemana sayang? kenapa kamu tidak mendengarkan penjelasanku dulu!" Reihan merasa menyesal karena tidak langsung mengusir Clara dari apartemennya.


Reihan mengambil ponselnya dan menelpon asisten Tio.

__ADS_1


Reihan📞 " Tio apa kamu sudah ada kabar tentang keberadaan isteriku?"


Toi 📞 " Hari ini sepertinya non Cahaya sudah masuk kerja pak, tadi orang-orang yang saya tugaskan memantau di daerah PT SC grup melihat non Cahaya turun dari sebuah taksi.


Reihan📞 " Ya sudah kalau begitu, kita ke PT SC grup dan suruh Bayu mengatur ulang jadwal meetingku. karena hari ini aku akan menjemput isteriku pulang!" ucap Reihan dengan tegas.


Tio 📞 " Baik pak!"


Reihanpun menutup telponnya dan tidak menunggu waktu lama Pak Tio sudah datang ke apartemen untuk menjemput Reihan pergi menuju PT. SC Grup.


Sesampainya di perusahaan tersebut Reihan langsung bergegas menuju ruangan Cahaya setelah sebelumnya menanyakan dulu kepada Resepsionis bagian tempat Cahaya bekerja.


Mata Reihan berbinar saat melihat wanita yang dia rindukan ada didepan matanya namun hatinya bertanya-tanya kenapa wajah Cahaya terlihat pucat dan Intan berjalan memapahnya. Reihan berjalan pelan menghampiri Cahaya namun seketika ia langsung berlari saat kaki Cahaya terlihat tidak mampu menopang tubuhnya dan akhirnya Reihan dengan sigap menariknya dalam pelukannya.


Flashback off


Setelah sampai dirumah sakit Tio bergegas membukakan pintu mobil dan Reihanpun menyembul dari dalam lalu menggendong Cahaya masuk kedalam rumah sakit tersebut dengan setengah berlari. Intan masih setia mengekor dari belakang. Cahaya diletakkan di ranjang dan dengan sigap suster membawanya masuk kesebuah ruangan untuk melakukan tindakan pada pasien.


Reihan nampak gelisah ia mondar mandir didepan pintu ruang pemeriksaan.


Intan mengambil ponselnya dari dalam tas lalu menghubungi Lintang.


" Assalamu'alaikum!" Ucap Intan


" Wa'alaikum salam!" Jawab lintang dari seberang telpon.


" Intan kamu dimana, apa kamu bersama Cahaya. karena dari tadi dia belum juga kembali dari toilet aku jadi sedikit khawatir?" Tanya Lintang nyerocos.


" Iya aku bersama Cahaya, tolong ya kamu absenin aku dulu karena aku sedang menemani Cahaya. dia tadi pingsan dan dibawa ke rumah sakit Sejahtera sekarang dia sedang diperiksa dokter.


" Apa Cahaya pingsan?" teriakan lintang membuat semua rekan kerjanya menoleh kearah lintang. menatap gadis itu penuh dengan tanda tanya. begitupun dengan Reno. ia yang baru datang dan berjalan menuju ruangannya seketika menghentikan langkahnya saat mendengar lintang mengatakan kalau Cahaya pingsan. Reno memutar badannya dan melangkah menghampiri Lintang yang tengah menjawsb telpon dari Intan.

__ADS_1


Lintang sangat terkejut karena tiba-tiba didepannya sudah berdiri atasannya dengan raut wajah panik.


" Apa katamu tadi, Cahaya pingsan?" Tanya Reno khawatir.


__ADS_2