RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Kepergian Intan


__ADS_3

Intan berada didalam taksi berusaha untuk menahan airmatanya yang sudah menganak sungai agar tidak tumpah. Hatinya terasa sakit perubahan sikap Reno akhirnya terjawab sudah oleh Intan. dia tidak mau berlama-lama terhanyut oleh kesedihannya kini Intan telah menetapkan hatinya untuk segera pulang ke ibu kota. dia akan kembali menata hatinya dan mencoba untuk melupakan kebodohannya yang sudah tidak tau diri bermimpi menjadi pendamping hidup atasannya.


Taksi berhenti di depan rumah Intan dengan segera ia turun dari taksi dan meminta pak supir untuk menunggunya. " Pak, maaf tunggu sebentar ya pak, saya mau ambil barang-barang saya dulu. tidak apa-apa kan pak?" Intan berbicara pada pak supir sebelum pergi.


" Gak apa-apa non, saya tunggu!" jawab pak supir.


" terima kasih ya pak!" Intan bergegas masuk kedalam rumahnya.


setelah beberapa menit menunggu akhirnya Intan keluar juga dari rumahnya dengan satu koper berada ditangan kanannya. Intan mengunci pintu rumahnya dan berpamitan dengan pak imron dan bu tika tetangga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Intan.


" Pak , bu saya pamit dulu ya. nitip rumah ya!" ucap Intan berpamitan


" Iya neng, tapi kok neng Intan mendadak gitu pulangnya. ini kan udah malam apa gak bisa besok aja?" Ucap bu tika khawatir.


" Iya bu , ada sedikit masalah dikantor jadi saya harus segera kembali. gak enak juga kelamaan libur!" jawab Intan dengan tersenyum


" oh gitu. yaudah neng Intan hati-hati aja dijalan!" sahut Pak imron


" Iya pak.. bu. terima kasih banyak ya. saya pamit!" Intan menyalami kedua tetangganya itu pak supir memperhatikan Intan lalu membuka pintu bagasi dan meletakkan koper Intan kedalamnya.


" Assalamualaikum!" kata Intan


" Wa'alaikum salam!" Jawab pak imron dan bu tika bersamaan.


Intan masuk kedalam taksi dan tidak berapa lama taksi tersebut sudah pergi dari rumah Intan dan taksi tersebut melaju dengan kecepatan sedang membelah gelapnya malam.


Reno bergegas pergi ke rumah Intan. disepanjang perjalanan Reno terus menerus menghubungi Intan namun sayang Intan enggan untuk mengangkat telpon dari Reno.


Mobil Reno kini melaju ke arah rumah sakit setibanya disana Reno langsung turun dari dalam mobil dan setengah berlari menuju lantai dimana Ratih dirawat.


Pintu terbuka Bayu menyembul dari dalam ruangan tersebut. Reno yang baru sampai ditempat itu langsung berhambur mendekati Bayu dengan napas yang tidak beraturan.

__ADS_1


" Pak Reno?" Bayu terkejut dengan kedatangan Reno dengan napas yang tersengal. " Ada apa pak ?" Bayu cemas.


" Apa kau melihat Intan?" Reno berusaha untuk mengatur napasnya.


" Intan ?" Bayu bingung " bukannya dia sudah pulang dari siang tadi, dan dia belum kemari lagi!" Bayu menjelaskan.


" Kemana dia pergi, aku sudah mencari ke rumahnya tapi dia tidak ada. dan aku sudah kerumahmu. rumahmu juga kosong aku pikir dia datang lagi kesini!" Reno bingung harus mencari kemana lagi Intan sementara ponselnya kini sulit dihubungi.


" Apa sebenarnya yang terjadi pak? Intan tidak pernah seperti ini sebelumnya, apa ada masalah?" Bima merasa ada yang aneh.


" Ada kesalah pahaman yang terjadi dan aku harus menjelaskannya tapi ponselnya pun saat ini sulit untuk aku hubungi. apa kau bisa membantuku?" Reno mencoba meminta Bayu membantunya.


" Apa yang bisa aku bantu pak?" Bima menatap bosnya bingung.


" Hubungi dia, mungkin jika kau yang menelpon dia mau menjawab telponnya!" Pinta Reno.


" Baiklah akan aku coba!" Sahut Bayu. Namun hasil yang didapat ternyata sama saja ponsel Intan sudah tidak aktif.


" Nomornya tidak aktif!" tergurat rasa cemas didalam hati Bayu.


"Di mana kamu Intan?" Gumam Reno dan mengusap wajahnya kasar.


Bayu merasa iba melihat raut wajah Reno yang prustasi.


" Sebentar aku akan menanyakannya pada Citra mungkin dia tahu?" Bayu tiba-tiba teringat adiknya yang cukup dekat dengan Intan. dia berpikir mungkin saja Intan memberi tahu perihal kepergiannya saat ini.


" Kau benar, coba kau tanyakan padanya!" Reno antusias.


Bayu masuk kedalam ruangan dimana ibunya tengah tertidur pulas dan membangunkan Citra yang turut terlelap disamping ibunya.


" De... de.. bangun!"Bayu mengguncang bahu Citra pelan. Citra menggeliat saat tubuhnya merasa ada yang mengguncangnya. perlahan Citra mengercapkan mata dan membukanya perlahan dan sontak ia terkejut saat Bayu berdiri tepat dihadapannya.

__ADS_1


" Suuttt.... jangan berisik!" Ucap bayu yang menempelkan satu jari dibibirnya.


" Ada apa kak?" Bisik Citra.


" Ikut kakak sebentar?"


" Kemana?" Citra bingung


" Keluar sebentar, ada pak Reno menunggu diluar.!" Bayu melangkah pelan menuju pintu keluar dan Citra mengikuti langkshnya.


Citra dan bayu keluar dan Reno menunggunya duduk di bangku tunggu.


" Ada apa ini kak, kenapa malam-malam begini pak Reno datang kemari?" Tanya Citra bingung.


Bayu menyuruh Citra duduk terlebih dahulu dibangku yang kosong disebelah Reno.


"Citra apa kak Intan hari menghubungimu?" Tanya Reno


" Kak Intan?" Citra bingung. " Tadi kak Intan memang sempat membalas pesanku. dia bilang dia baik-baik saja. tapi setelah itu aku telpon nomornya sudah tidak aktif lagi!" Citra menjadi gelisah karena merasa khawatir dengan keadaan Intan.


" Apa terjadi sesuatu, kenap kak Intan bersikap seperti itu?" Citra menyelidik." Kak Intan tidak pernah bersikap seperti ini. dia sllu memberi kabar dan tidak ingin membuat kami cemas, apa kak Reno dan kak Intan bertengkar?" Citra penasaran.


" Emmm... kami tidak bertengkar hanya ada urusan oranf dewasa yang tidak bisa kau mengerti!" Reno menjelaskan dan mengacak -acak rambut citra gemas.


" Aku bukan anak kecil, aku sudah besar!" sanggah Citra kesal dan mengerucutkan bibirnya.


" Haaa....ha...kamu lucu!"Reno tertawa begity juga dengan Bayu.


" Semoga Intan baik-baik saja!" Ucap bayu penuh harap.


"Amin!" Sahut Citra dan Reno bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2