
Cahaya berlari keluar dari gedung SCR GRUP sambil menangis, beberapa pegawai yang melihatnya merasa bertanya-tanya pasalnya baru saja Isteri bos mereka masuk kedalam kantor dengan wajah yang tersenyum ramah tiba-tiba sudah keluar lagi dalam keadaan yang cukup memperihatinkan seperti itu.
Saat beberapa karyawan ada yang sedang bergosip tentang isteri bos yang lari dalam keadaan menangis Tio yang kebetulan mendengar pembicaraan mereka langsung menghampiri mereka dengan tatapan elangnya.
" Jika kalian masih mau bekerja disini jaga mulut kalian, jika tidak silahkan angkat kaki dari sini!" Suara tegas Tio yang terdengar menggelegar membuat para pegawai tersebut menciut dan menunduk tidak berani menatap Tio apalagi menjawab kata-katanya. mereka langsung berhambur lari ketakutan.
Reihan yang berlari mengejar Cahaya terhenti langkahnya didepan Tio yang sedang berdiri di lobi. " Tio apa kau melihat Isteriku pergi kemana?"
" Maaf pak isteri bapak baru saja pergi naik taksi!" Jawab Tio
"Akhhhh.... !" Reihan mengacak rambutnya kasar.
"Tio cepat siapkan mobil, dan tolong rapat nanti kau yang hendle !" titah Reihan.
" Baik pak!" Tio membungkuk lalu pergi mengambil mobil Reihan dari area parkir.
Tidak butuh waktu lama Tio sudah berada didepan kantor dan Reihan dengan segera masuk setelah Tio keluar dari mobil tersebut dengan cepat mobil itu pun sudah melesat meninggalkan kantor.
●
●
●
Sementara di dalam taksi Cahaya berusaha menahan isak tangisnya namun sekuat apapun ia mencoba tetap saja airmatanya tak bisa lagi ia bendung apalagi saat semua memori 2 tahun silam seperti roll film yang kembali berputar dalam ingatan Cahaya. rasa sesak didadanya dan sakit hati yang begitu menusuk membuat Cahaya semakin terisak pilu. beberapa kali supir taksi yang melirik melalui kaca sepion merasa iba melihat Cahaya menangis dengan terisak-isak. namun ia hanya memperhatikannya saja tidak berani bicara.
karena dari setadi Cahaya tidak memberitahu tujuannya mau kemana akhirnya sopir taksi pun memberanikan diri untuk bertanya
" Maaf nona saya harus antar anda kemana ya? dari tadi kita hanya jalan tanpa tau tujuannya kemana!" Suara supir taksi itu membuat Cahaya tersadar dan akhirnya berusaha menghentikan tangisnya.
" Ma..maaf pak, tolong antarkan saya ke taman kota saja!" Jawab Cahaya lalu melepas pandangannya ke luar.
" Baiklah nona!" supir taksi pun melajukan mobilnya menuju taman kota dan hanya butuh waktu beberapa menit taksi yang Cahaya tumpangi pun sampai. setelah membayar ongkos Cahaya keluar dari taksi dan berjalan menyusuri taman kota berusaha menangkan hatinya yang terasa sangat sakit karena melihat orang yang sangat ia cintai sedang bersama dengan kisah masa lalunya.
Cahaya duduk di tepi danau buatan yang ada di taman kota. tepatnya dibawah pohon yang cukup rindang. tubuh Cahaya bergetar hebat airmatanya kembali lolos ia duduk menukuk kedua lututnya dan menyembunyikan wajahnya disana. ponsel Cahaya berkali kali berdering tapi ia sama sekali tidak berniat untuk menjawabnya ia hanya butuh waktu sendiri berusaha menyembuhkan luka lama yang kembali menganga.
" Sesak kenapa rasanya begitu sesak... kenapa mas.. kenapa wanita itu muncul lagi dikehidupan kita?" lirih Cahaya
" Aku tidak sanggup mas... tidak!" Teriak pilu Cahaya. untung saat itu taman kota dalam suasana sepi jadi tidak ada orang yang melihat Cahaya dalam keadaan serapuh itu.
__ADS_1
Ponsel Cahaya kembali berdering dan bisa ditebak siapa lagi yang menghubungi Cahaya kalau bukan Reihan. Cahaya enggan berbicara apapun dengan Reihan untuk saat ini karena rasa sakit hatinya begitu dalam. terlebih pada saat kenangan dimasa lalu begitu jelas terngiang dalam ingatannya.
Ya ingatan saat wanita itu berada di rumah orang tua Reihan dan dengan santai Reihan berada dikamar mereka bersama wanita itu yang tak lain adalah Clara wanita yang baru saja Cahaya lihat dikantor dan sedang memeluk suaminya.
Sudah sekitar 4 jam Cahaya berada ditaman kota berusaha menenangkan hatinya yang terasa sakit. Cahaya menghela napasnya dan berusaha untuk tegar. terlebih saat ia teringat putra kesayangannya Raka. langit sudah mulai sedikit gelap dengan sekuat hati Cahaya bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan taman.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Reihan yang sudah lelah mencari Cahaya bahkan saat ia pulang kerumah pun tidak melihat keberadaan Cahaya, dibutik juga sama. Reihan juga mendatangi kantor Reno tapi tetap saja hasilnya nihil. dan kedatangan Reihan kekantor Reno yang hanya ingin mencari keberadaan Cahaya membuat Reno menatap tajam penuh rasa curiga.
" Ada apa sebenarnya?" Tanya Reno menyelidik.
" Tidak ada apa-apa aku hanya mengira Cahaya datang mencarimu, itu saja!" Reihan berusaha untuk bersikap biasa. namun Reno terus memperhatikan gerak gerik Reihan yang sedikit aneh menurutnya.
" Apa benar seperti itu, tidak ada yang kau tutup-tutupi?" Selidik Reno.
" Iya tidak ada!" jawab Reihan sambil tertawa hambar.
" Jangan membohongiku!" suara Reno keras menggelegar membuat Reihan sedikit tersentak.
" Emm....!" Reihan sedikit ragu-ragu menceritakan hal yang terjadi.
" Ca....Cahaya menghilang!" ucap Reihan gugup
" Apa? Menghilang" Reno terkejut. " Apa maksudmu adikku menghilang hah?" Teriak Reno dengan emosi yang sudah meluap dan menatap Reihan dengan tatapan membunuh.
Reihan sedikit menghela napasnya sebelum menceritakan semuanya pada Reno.
FLASHBACK ON ●●●
Reihan sedang memeriksa beberapa berkas yang akan dibahas dalam rapat hari ini.
tatapan mata Reihan terus fokus pada layar leptopnya sehingga ia tidak menyadari ada seorang wanita yang masuk dengan lancang keruangannya.
Awalnya sekretaris Reihan sudah melarang wanita yang tak lain adalah Clara itu agar tidak masuk ke ruangan bosnya tanpa izin terlebih dahulu. namun sikap sombong angkuh dan arogan Clara yang sempat membentak Clara membuat Dewi tidak kuasa untuk menahan Clara masuk.
Saat Clara masuk kedalam ruangan Reihan Dewi sudah berusaha menahannya namun karena Reihan yang fokus dengan pekerjaannya tidak mendengar kegaduhan antara Clara dan Dewi dan pada saat Clara sudah berada didalam ruangan Dengan genitnya menghampiri Reihan sampai membuat Reihan terperanjat kaget dan berdiri dengan keterkejutannya hingga akhirnya suara Dewi menyadarkannya.
" Ma...maaf pak saya sudah berusaha melarangnya masuk tapi....!" Ucap Dewi gugup dan takut bosnya marah padanya.
__ADS_1
" Kamu boleh pergi!" Suara dingin Reihan membuat Dewi meremang dan menciut dengan langkah seribu Dewi keluar dari ruangan bosnya.
" huffff... kenapa wanita itu muncul lagi sih!" Kesal Dewi.
Sementara di ruangan CEO. Reihan mendelik tajam menatap Clara yang tanpa merasa berdosa datang menemuinya.
"Mau apa kau datang kemari?" Tanya Reihan dingin dan kembali duduk dikursi kebesarannya.
" Sayang jangan bertanya seperti itu, aku datang kesini karena aku sangat merindukanmu sayang!" Dengan tidak tau malunya Clara mendekati Reihan dan duduk di pangkuannya.
" Jaga sikapmu Clara!" Reihan beranjak dari duduknya dan hampir saja membuat Clara terjungkal.
Reihan berjalan menuju jendela kaca yang memperlihatkan gedung-gedung pencakar langit berdiri tegap.
" Katakan apa yang membuatmu datang kembali menemuiku setelah dulu kau mencampakkanku begitu saja? apa karena aku dulu keluargaku mengalami kebangkrutan kau dengan tega pergi begitu saja dan sekarang setelah aku kembali ke posisiku kau dengan tanpa dosa datang menemuiku!" Ucap Reihan dingin tanpa menoleh.
" Bu..bukan seperti itu sayang, aku saat itu ada pemotretan dan kontrak kerja disana. kau tau kan aku slalu bermimpi menjadi model go internasional. dan itu kesempatan emas buatku. jangan marah lagi ya sayang karena sekarang aku sudah kembali untuk mu. kita mulai semua dari awal bagaimana sayang?" Clara menghampiri Reihan dan memeluknya dari belakang membuat Reihan terkejut dan dengan spontan langsung melepas tangan Clara kasar.
" Jaga sikapmu Clara, kau sudah melampaui batasanmu. sebaiknya kau keluar dari ruanganku dan jangan pernah lagi muncul dihadapanku.!" Geram Reihan menatap tajam Clara.
" Sayang jangan bersikap dingin padaku sayang, aku minta maaf beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita sayang..." Clara terus merengek dan terus menggoda Reihan.
" Pergilah!" Usir Reihan dengan suara datar.
" Sayang!" Bukannya pergi Clara malah mendekati Reihan dan memeluknya paksa. dan tepat disaat itulah Cahaya membuka pintu.
" Sa.....yang!" Senyum yang mengembang diwajah Cahaya seketika memudar.
FLASH BACK OFF ●●●
Setelah mendengar cerita Reihan membuat Reno mengepalkan tangannya dan rahangnya pun mengeras ingin rasanya ia menghajar pria yang berada dihadapannya karena telah membuat adik tercintanya menghilang.
" Sekarang dimana adikku, ber***s*k?" Reno menarik kerah baju Reihan.
Bima yang saat itu memang berada di ruangan Reno langsung menahan sikap Reno.
" Aku tau kau emosi tapi please untuk saat ini sampingkan dulu emosimu itu, tolong bantu aku untuk mencari Cahaya!" pinta Reihan
" Bima cepat cari adikku!" Titah Reno.
__ADS_1
" Baik pak!" Bima membungkukan badan dan bergegas mencari Cahaya.