RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
mulai dari awal


__ADS_3

" Lalu bagaimana jika clara kembali apa kau akan meninggalkanku?" Dengan raut wajah yang sulit diartikan cahaya menatap manik mata Reihan menunggu jawaban.


" Aku berharap jika waktu itu tiba kau sudah menggenggam erat hatiku cahaya".


" Aku tidak akan mungkin bisa menggenggam hati seseorang yang tidak mencintaiku" ujar cahaya.


" Aku akan berusaha untuk belajar mencintaimu dan menata hatiku untukmu karena itu izinkan aku untuk selalu bersamamu memulai semuanya dari awal ".


ucap Reihan penuh pengharapan.


cahaya terdiam lalu beranjak dari duduknya.


" kita pulang !" ucap cahaya.


Reihan berjalan dibelakang cahaya yang sudah lebih dulu pergi keluar dari restoran.

__ADS_1


mereka masuk kedalam mobil menuju arah pulang, disepanjang jalan cahaya terdiam membuang pandangan ke lampu-lampu kota yang berkelap kelip, pikirannya entah melayang kemana perasaannya begitu kacau rasa gundah dan kegelisahan menggerogoti hatinya.


Reihan yang duduk mengemudi disampingnya sesekali melontarkan pandangannya kearah cahaya yang termangku dengan lamunannya.


sampai dirumah cahaya dan Reihan masih diam membisu, keduanya tidak saling berbicara. cahaya masuk terlebih dahulu dan langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya. Reihan mengikuti cahaya dari belakang. dan saat diatas Reihan berdiri sejenak didepan kamar cahaya baru setelah itu ia masuk kekamarnya.


Sebelum tidur Cahaya masuk kekamar mandi membersihkan rubuh dan wajahnya dari polesan makeup yang menempel. begitu juga dengan Reihan ia membersihkan tubuhnya sebelum beranjak tidur.


Cahaya menatap langit-langit tempat tidur ia berusaha memejamkan matanya tapi ucapan Reihan diRestoran seperti roll film yang sedang diputar. cahaya membolak balikkan tubuhnya mencari posisi senyaman mungkin untuk tidur tapi lagi lagi usahanya gagal kegelisahan lebih kuat mengganggu pikirannya.


Dikamar satunya seorang pria merasakan hal yang sama, rasa kantuknya tak bisa membawa matanya terpejam. bayang wajah cahaya dan clara terus membayangi pandangannya.


cahaya menangis membenamkan wajahnya pada kedua lututnya, hatinya begitu merindukan sosok ayahnya, Ia merasa sangat kesepian.


malam yang semakin larut dan belaian angin malam membuat tubuh cahaya terasa kedinginan,ia bangkit dari duduknya memutuskan untuk kembali kekamarnya. saat hendak beranjak langkahnya terhenti ketika melihat ada seorang pria bertubuh tegap berdiri dihadapannya. ia memandangnya sekilas lalu berjalan melaluinya begitu saja.

__ADS_1


Reihan menatap cahaya yang berjalan melaluinya begitu saja.


" Jangan menangis seperti itu lagi, berhentilah menangis !" Ucap Reihan dengan penuh penekanan.


langkah cahaya terhenti mendengar apa yang diucapkan Reihan, cahaya menoleh ke arahnya menatapnya sebentar lalu kembali lagi melangkah tanpa kata.


Reihan mengacak acak rambutnya dan berdecik.


" Kenapa rasanya sakit sekali ketika dia mengabaikanku seperti itu, aizhh.... apa aku sudah tidak waras?" tanya Reihan pada dirinya sendiri.


hempasan angin menerpa tubuhnya hingga rasa dingin menusuk ketulang, ia pun akhirnya kembali kekamar.


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Dipagi hari yang cerah seperti biasa Bramantyo dan widia sudah berada dimeja makan, bramantyo tersenyum pandangannya menatap seorang gadis yang menuruni anak tangga dan diiringi seorang pria tampan yang berjalan dibelakangnya.

__ADS_1


" Selamat pagi sayang?" sapa widia


" selamat pagi mah, pah" jawab reihan sambil duduk dikursi samping widia diikuti cahaya yang duduk dikursi depannya sambil melempar senyum.


__ADS_2