
Didalam mobil Reno dan Intan tidak saling bicara hanya ada keheningan diantara keduanya. Intan merasa kesal dengan sikap Reno yang selalu bertindak semaunya sementara Reno setiap hari merasa selalu gemas bila melihat Intan.
Entah sejak kapan Reno mulai memiliki perasaan terhadap intan, dia merasa sellu nyaman jika berada disamping Intan. meski terkadang Intan sellu berusaha menghindar Reno tidak pernah menyerah untuk sllu mendekatinya.
Mobil yang Reno kendarai hampir sampai diarea kantor namun keduanya tetap saling membisu. Reno sesekali menoleh kearah Intan yang masih saja membuang pandangannya kesamping kaca pintu mobil. Reno berkali-kali ingin bicara namun lidahnya terasa kelut akhirnya dia pun lebih memilih untuk diam.
Reno memarkirkan mobilnya didepan pintu kantor Intan keluar dari mobil dan mengucapkan terima kasih dengan wajah datar. Reno ikut keluar dan memberikan kunci mobilnya kepada penjaga pintu kantor untuk memarkirkan mobilnya.
Reno menarik tangan Intan membuat langkah intan seketika berhenti dan menoleh kearahnya.
" Maaf pak tolong Lepaskan tangan saya, tidak enak jika nanti dilihat pegawai Bapak!" Intan melepaskan tangan Reno dan membungkukkan sedikit badannya memberi hormat lalu pergi meninggalkan Reno yang masih diam mematung.
" Sial!" Reno prustasi dan mengusap wajahnya kasar.
" Baru kali ini ada yang berani bersikap seperti itu!" Gumam Reno
Intan tiba dimeja kerjanya ia mendudukan dirinya dengan kasar diatas kursinya dan menghela napas panjang.
" Kamu kenapa tan?" tanya lintang yang melihat raut wajah kesal Intan. Edo dan Andra seketika menoleh ke intan.
Intan menoleh kearah Lintang dan tersenyum tipis. " Aku tidak apa-apa!" Jawab Intan. dan tidak berapa lama Reno datang dengan Bima yang berjalan dibelakangnya.
Semuanya kembali fokus dengan pekerjaannya masing-masing begitupun Intan dia tidak mau menoleh sedikitpun kearah Reno yang berjalan melewatinya begitu saja.
" Dasar pria menyebalkan.!" gumam Intan yang melirik kearah Reno yang sudah berada di ambang pintu ruangannya dan seketika Reno menoleh kearahnya dan menatapnya lekat lalu masuk kedalam ruangannya setelah Bima membukakan pintu untuknya.
Didalam ruangannya Reno merasa sesak lalu mengendurkan dasi dilehernya. ia mendudukkan diri dikursi kebesarannya dengan kasar lalu membuang napas berat. ia pun menyandarkan tubuhnya pada kursinya dan sesekali memijat dahinya.
Bima yang berdiri tidak jauh dari Reno duduk terus memperhatikannya. tidak biasanya bosnya bersikap seperti itu jika bukan karena ada masalah yang cukup mengganggu pikirannya dan dengan hati-hati Bimapun memberanikan diri untuk bertanya.
__ADS_1
" Apa ada sesuatu yang terjadi pak, tidak biasanya anda terlihat seperti ini. apa anda sakit?" Tanya Bima penuh kekhawatiran .
" Aku tidak apa-apa, kau bisa pergi sekarang!" Titah Reno tanpa menoleh dan masih menyandar di kursi.
" Baik pak!" Bima membungkuk tanda hormat lalu keluar dari ruangan CEO.
Reno masih terus berpikir kenapa Intan selalu menjaga jarak dengannya dan tiba-tiba ia teringat sesuatu.
" Apa jangan-jangan karena...?" Reno mengingat-ingat kejadian waktu didepan rumah Bayu." Ahhhhh!" Reno mengusap rambutnya kasar. " Apa aku sudah merebut first kiss nya, ahhh sial...!" Reno meruntuki dirinya sendiri.
__________
Intan sudah menyelesaikan pekerjaannya dan jam kerja pun telah usai. Intan membereskan meja berkas-berkas diatas meja kerjanya begitu juga dengan Lintang tapi tidak dengan Edo dan Andra mereka harus bekerja lembur karena masih banyak pekerjaan mereka yang belum terselesaikan.
" Intan yang cantik dan baik hati apa tidak mau membantu abang dulu ini!" Tanya Edo sambil meletakkan tangannya diatas setumpuk berkas diatas mejanya.
" Duhhh.... maaf ya bang jari-jariku mau istirahat katanya!" Jawab Intan tersenyum tipis lalu berjalan mendekati meja kerja Lintang. " Ayo Lin!" ajak Intan.
" Lin, sayang bantu aku dulu dong nanti kitakan bisa pulang sama-sama!" Pinta Andra dengan senyum lebar diwajahnya.
" Sorry ya, aku gak bisa tuh. lagipula aku tidak mau pulang bareng kamu!" jawab Lintang mengejek.
" Jahat sekali!" Ucap Andra sambil cemberut.
" Haaa.....haaa...!" Intan dan Lintang tertawa bersamaan. namun sekejap tawa mereka terhenti saat Reno keluar dari ruangannya dan berjalan semakin mendekat kearah Intan dan Lintang dengan tatapan tajam dan dingin
" Ikut aku!" Tiba-tiba Reno menarik tangan Intan membuat Intan terpaksa mengikuti langkah kaki Reno yang jenjang. Intan berjalan setengah berlari mengimbangi langkah kaki Reno yang berjalan cukup cepat.
sesampainya diparkiran mobil Intan menghempaskan tangannya kasar dan Reno menatapnya tajam.
__ADS_1
Intan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Reno dengan raut wajah kesal namun baru dua langkah Reno menarik tangan Intan sampai Intan menubruk dada bidang Reno.
sesaat mereka berhenti sejenak dalam pikiran mereka masing-masing dengan posisi Intan berada dalam pelukan Reno.
Reno melepaskan pelukannya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Intan.
Deg..
Jantung Intan berdegup sangat kencang begitupun Reno merasakan hal yang sama dengan apa yang Intan rasakan. Reno semakin mendekatkan wajahnya sampai tidak ada lagi jarak diantara mereka.
Cup.
Reno mendaratkan bibirnya pada bibir Intan sontak hal itu membuat Intan terkejut dan repleks Intan pun mendaratkan telapak tangannya pada pipi Reno.
" Kau!" kedua mata Reno membulat setelah sebuah tamparan mendarat pada pipinya. ia mengusap pipinya yang terasa panas sedangkan Intan menatap telapak tangannya yang digunakannya untuk menampar Reno.
" Maaf pak, tapi tidak sepantasnya juga pak Reno melakukan hal itu terhadap saya!" Ucap Intan datar dan pergi meninggalkan Reno yang diam mematung namun pandangannya tak beralih dari Intan.
" bodoh... aaaaaa..... dasar bodoh... bodoh...., apa yang sudah aku lakukan padanya? pasti sekarang dia tambah membenciku. aaaaaaahhhh....!" Reno meruntuki dirinya sendiri dan mengacak-acak rambutnya dengan kasar. Reno masuk kedalam mobil dan memukul-mukul stir mobilnya. " Bodoh, Kenapa bisa aku berbuat seperti itu, sial!" Geram Reno memaki dirinya sendiri.
Intan masuk kedalam taksi matanya sudah berkaca-kaca mengingat apa yang baru terjadi padanya. Intan tidak habis pikir kenapa bosnya yang tak lain kakak dari sahabatnya sendiri bisa melakukan hal itu padanya. sudah dua kali Reno menciumnya dan yang membuatnya kesal itu adalah First kiss nya.
" Dasar keterlaluan, muntang-mutang orang kaya selalu bertindak seenaknya!" Gumam Intan dalam hati.
berkali-kali Intan mengusap airmata dipipinya
" kenapa rasanya sesak ini?" Gumam Intan lalu menarik napas dalam-dalam mencoba menenangkan hatinya sendiri. Intanpun menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya berusaha untuk melupakan apa yang telah terjadi padanya.
Dreettt... dreettt....
__ADS_1
Hp dalam tas Intan berbunyi dan Intan membuka matanya lalu mengambil ponselnya dari dalam tas nya. Dia melihat nama yang tertera dilayar ponselnya dan dengan sedikit ragu Intan menggeser layar berwarna hijau.