RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Masalah


__ADS_3

Sinar mentari pagi menyapa melalui celah-celah jendela. membangunkan dua insan manusia yang kelelahan akibat aktifitas malamnya. Cahaya membuka matanya perlahan menyesuaikan sinar yang masuk kedalam retina matanya.


suara tangisan Raka membuatnya tersentak kaget. Cahaya langsung turun dari kasur melilitkan selimut ditubuhnya lalu lari kekamar mandi untuk cuci muka dan menyambar handuk piyamanya yang menggantung dikamar mandinya. Cahaya keluar kamar mandi dengan tergesa-gesa dan senyumpun terukir diwajahnya saat melihat Raka sudah berada digendongan Reihan.


" Kamu mandi saja dulu. biar Raka sama mas, Raka sama papah dulu ya sayang!" Reihan mengajak Raka bicara dan Raka hanya tertawa memperlihatkan dua gigi kecilnya yang tumbuh diatas.


" Gemesin deh anak papah!" Reihan mencium gemas Raka lalu membawanya keluar dari kamar.


Cahaya kembali masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih setelah ritual mandinya selesai dan sudah rapih Cahaya keluar dari kamar manghampiri Reihan dan Raka yang berada di halaman belakang. Cahaya mengambil alih Raka dari gendongan ayahnya. " Raka sayang digendong sama mamah dulu ya, papa mau mandi bau acem!" Cahaya mrlirik Reihan dan tersenyum meledek.


" Bau acam tapi mamahnya suka!" Reihan tertawa dan pergi setelah mengatakan itu.


" Dasar papah..!" Cahaya tertawa dan gemas pada Raka yang berceloteh terus.


Bi susan menghampiri Cahaya dan Raka membawa sebotol susu untuk Raka karena asi Cahaya tak cukup banyak untuk Raka. maka Cahaya menambahnya dengan susu formula. Raka memegang botol susunya erat dan tidak lama botol susunya sudah kosong. Cahaya tersenyum dan memberikan Raka pada Bi susan.


Raka dibawa oleh bi susan kedalam dan menyerahkannya kepada mba yati yang dipekerjakan Sekar untuk membantu Cahaya mengurus cucunya.


mba yati adalah keponakan dari bi susan jadi Sekar tidak ragu-ragu mempekerjakannya sebagai pengasuh Raka.


Reihan keluar dari kamar dan turun dari lantai 2 menuju meja makan. Cahaya sedang menyiapkan sarapan dibantu dengan bi susan.


Reihan duduk dikursinya Cahaya menyendokan nasi dan lauk pauk untuk suaminya setelah itu menyendok untuk dirinya sendiri. Sekar datang menghampiri dan duduk disebelah Cahaya.


" Apa semalam Reno tidak pulang ?" Tanya Sekar sambil menyendok nasi kepiringnya.


" Sepertinya sih begitu mah!" jawab Cahaya


" Ada urusan apa dia pergi ke kota XXX?" Sekar bingung dengan kepergian Reihan yang tidak biasanya seperti itu.


" Sepertinya ada masalah dengan anak cabang perusahaan yang berada di kota XXX mah. karena semalam Bima menelpon dan meminta Rei membantunya membuat laporan perusahaan tersebut untuk segera dikirimkan ke Reno.!" Terang Reihan yang mendapat email dari Bima untuk segera membantunya membuat laporan dan mengirimkannya ke Reno secepatnya.


" Tapi kenapa Reno gak mengatakan apa-apa ya sama mamah?" Sekar yang merasa tidak habis pikir dengan sikap Reno yang tidak mengatakan apa-apa mengenai perusahaan yang berada dalam masalah.


" Mamah gak usah khawatir mas Reno pasti bisa menyelesaikan semuanya mah!" hibur Cahaya.


" Semoga saja!" Ucap Sekar datar.

__ADS_1


Reihan sudah menyelesaikan sarapannya dan langsung bangkit dari duduknya menghampiri Raka yang berada di ruang tamu bersama mba yati.


" Hallo anak papah!" Reihan menggendong Raka dan mba yati pergi kebelakang membantu bi susan. Cahaya menghampiri kedua jagoannya dengan seulas senyum yang menghiasi wajahnya.


" Hari ini mungkin mas akan pulang agak telat. setelah pekerjaan mas dikantor selesai. mas akan langsung ke SCR grup menemui Bima dan Tio. jadi tidak usah menunggu mas, kamu istirahat saja sayang!" Reihan mengecup kening Cahaya sekilas dengan Raka masih berada dalam gendongannya.


" Apa perusahaan benar-benar sedang bermasalah mas?" Tanya Cahaya dengan rasa khawatir.


" Mas juga kurang begitu tahu permasalahan yang terjadi di perusahaan. makanya nanti setelah pekerjaan dikantor mas selesai mas akan segera menemui Bima dan Tio!"


Reihan menyerahkan Raka pada Cahaya, Raka menolak karena masih ingin digendong oleh papahnya.


" Sayang, Raka anak pintar digendong sama mamah yuk sini!" Cahaya merentangkan tangannya meraih Raka namun lagi-lagi Raka menolak dan memeluk Reihan dengan erat.


" Jagoan papah sama mamah dulu ya, papah mau berangkat kerja dulu nanti kalau papah libur papah janji akan mengajak Raka jalan-jalan bagaimana,mau ya sama mamah?" Reihan membujuk Raka tapi Raka malah menangis tidak mau lepas dari gendongan papahnya.


" Hari ini Raka kenapa sih kok gak mau sama mamah? kasihan tuh papah nanti telat kerjanya!" Cahaya terus membujuk Raka yang merajuk dengan sabar.


" Yuk sini digendong oma, mau gak? kita main ketaman belakang main perang-perangan. mau ya yuk sayang!" Sekar yang tiba-tiba datang langsung menghampiri Reihan dan membujuk Raka dengan lembut.


Raka mengulurkan tangannya begitupun dengan sekar yang langsung menariknya dalam gendongannya.


Cahaya masuk kedalam rumah setelah mobil yang dikendarai Reihan menghilang dari pandangan matanya dan berjalan menuju taman belakang rumah menghampiri Raka dan Sekar.


Cahaya duduk disamping Sekar yang sedang asik mengajak Raka bermain mobil-mobilan ditemani oleh mba Yati.


" Reihan sudah berangkat?" Tanya Sekar menoleh sekilas pada Cahaya yang duduk disampingnya.


" Sudah mah!" jawab Cahaya dan tertawa kecil gemas dengan tingkah Raka yang asik bermain mobilan.


___________


Reno mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang melaju ke rumah Intan.


tidak berapa lama mobil yang Reno krndarai sudah terparkir di depan rumah Intan. Reno keluar dari dalam mobil bertepatan Intan yang juga keluar dari dalam rumahnya.


Reno melemparkan senyum tipis diwajahnya dan Intan berjalan menghampiri Reno yang tengah membukakan pintu mobil untuknya. Intan masuk kedalam mobil dan Reno memutari mobilnya masuk kedalamnya lalu menyalakan mesin dan mobil melaju dengan kecepatan rata-rata menuju Rumah Sakit tempat Ratih dirawat.

__ADS_1


Disepanjang perjalanan didalam mobil Reno dan Intan hanya saling diam satu sama lain. Intan enggan untuk memulai pembicaraan karena melihat raut wajah Reno yang terlihat datar dan terkesan dingin. Intan menoleh sekilas memperhatikan sikap Reno yang seakan menyimpan banyak masalah tapi Intan enggan untuk bertanya dan lebih memilih untuk diam menunggu Reno sendiri yang berbicara.


Reno melirik sekilas Intan yang diam dengan melemparkan pandangannya ke jendela kaca mobil.


" Maaf, hari ini mungkin aku tidak bisa menemanimu!" Suara Reno memecahkan keheningan dan membuat Intan menoleh kepadanya.


" Gak apa-apa mas!" Intan menatap lekat Reno yang sedang fokus menyetir.


" Apa perusahaan benar-benar sedang bermasalah mas?" Tanya Intan sedikit takut-takut.


" Hemmmm!" Reno menjawab tanpa menoleh.


" Apa ada yang bisa aku bantu mas?" Intan masih menatap Reno lekat.


Reno menoleh dan tersenyum tipis. " ada!" Jawab Reno singkat


" Apa mas?" Tanya Intan antusias menggeser duduknya fokus untuk mendengarkan jawaban Reno


" Do'akan aku semoga bisa secepatnya menyelesaikan permasalahan yang terjadi di perusahaan!" Ucap Reno dengan senyum menghias wajah tampannya.


" Kalau itu sih udah pasti mas aku do'akan mas. selain itu ada lagi mas?" Intan menatap dengan penuh harap.


" itu saja dulu!" Reno tertawa kecil dan mencubit pipi Intan gemas.


" Ihh.. mas Reno sakit tau!" Intan mengerucutkan bibirnya dan memegang pipinya yang terasa sedikit sakit. Reno tergelak melihat wajah Intan yang kesal karena ulahnya.


Untuk sesaat Reno melupakan sejenak masalah yang timbul di dalam anak cabang perusahaan SRC grup. Setelah mendapat email dari Bima mengenai laporan yang penuh kejanggalan yang terjadi didalam perusahaan Reno semalaman suntuk memeriksa semua data-data yang penuh dengan kekacauan didalamnya. Reno butuh Intan saat ini untuk menjadi penyemangatnya.


melihat senyum Intan sudah menjadi obatnya tersendiri untuk mengusir rasa lelahnya.


Intan menelisik memperhatikan wajah Reno yang terlihat sedikit pucat.


" Kenapa lihatinnya kaya gitu, apa ada yang aneh?.udah jangan melihatku seperti itu terus nanti jatuh cinta loh!" goda Reno.


" Jatuh Cinta? Itu sih udah!" Intan merasa malu dengan ucapannya sendiri. Reno menoleh dan Intan tersipu.


" Ahhhh..... apa itu benar?" Reno menepikan mobilnya dan tersenyum tipis matanya menatap Intan lekat.

__ADS_1


Intan merasa malu sendiri dengan ucapannya dan hanya menunduk menyembunyikan debaran jantungnya yang kian bergolak saat mendapat tatapan intens dari pria tampan yang berada dihadapannya.


Reno merasa gemas melihat tingkah wanita yang sudah menjadi pujaan hatinya. Reno tertawa kecil dan sudah menggeser duduknya menghadap Intan yang terlihat salah tingkah.


__ADS_2