RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
KELUARGA


__ADS_3

" Mbok, ini Cahaya putri sahabatku, mulai sekarang dia akan tinggal disini" kata pak bram.


" Non cahaya cantik sekali" puji mbok ijah sambil tersenyum dan membelai bahu cahaya." mari non masuk" ucap mbok ijah sambil membawakan tas milik pak bram.


cahaya tersenyum manis pada mbok ijah.


dan mengikuti langkah mbok ijah dan pak bram.


" mbok, tolong layani cahaya dengan baik ya!" seru pak bram sambil matanya mencari isi rumah yang nampak sepi.


" mbok nyonya sama Reihan kemana?" tanya pak bram yang sedari tadi matanya tak menemukan sosok mereka.


" Nyonya, ada tuan di kamarnya, kalau tuan muda Reihan pagi pagi sekali sudah pergi tuan" jawab mbok ijah sambil pamit kedapur untuk memasak menyiapkan makan malam.


cahaya hanya diam mematung memandang sekeliling ruangan yang terlihat begitu megah. pandangannya terhenti saat sosok wanita paruh baya menuruni anak tangga menatapnya lekat sorot mata yang nanar sulit diartikan.


cahaya tertegun menelan salivanya bibirnya bergetar melihat sosok wanita dingin yang menatapnya tajam.


" jadi ini gadis yang papah ceritakan tempo hari ditelpon?" kata nyonya widia penuh penekanan.

__ADS_1


" Mah... bersikaplah baik padanya, ayahnya yang sudah menyelamatkan nyawa papah. jika bukan karena ayahnya mungkin papah tidak ada disini sekarang mah". pinta pak bram sambil mengingat kebaikan sahabatnya.


" Terserah papah saja, mamah harap gadis ini tau diri dan tidak bikin ulah". nyonya widia dengan wajah masam ngeloyor pergi ke ruang tv.


" Maafkan isteri om ya cahaya" suara pak bram sedikit kecewa dengan sikap nyonya widia.


cahaya hanya tertunduk diam dan menganggukan kepala. batin cahaya merasa sangat gelisah.


" apakah aku sanggup tinggal disini? ayah aku sangat merindukanmu"


" Mbok ijah... mbok...!" teriak pak bram


" Mbok tolong antar Cahaya kekamarnya !" seru pak bram


" baik tuan". mbok ijah lalu mengantarkan cahaya menuju kamarnya yang terletak dilantai 2 bersebelahan dengan kamar Reihan.


" Mari non... ! " dengan sopan mbok ijah mengantarkan cahaya.


" istirahatlah !" kata pak bram pada cahaya.

__ADS_1


cahaya berjalan mengikuti mbok ijah yang akan mengantar kekamarnya.setelah sampai didepan pintu kamar mbok ijah membuka pintu kamar dan mempersilahkan cahaya masuk.


" silahkan non masuk, ini kamar non cahaya.


kalau ada perlu apa-apa jangan sungkan bilang sama si mbok !" kata mbok ijah dengan lembut dan sangat keibuan.


" terima kasih ya mbok..." ucap cahaya sambil mengelus punggung mbok ijah dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" loh non cahaya kenapa? kok kelihatan sedih?" tanya mbok ijah yang menatap manik mata cahaya yang hampir menyemburkan airmata.


" gak apa-apa kok mbok" jawab cahaya disertai senyum dibibirnya dan tangannya yang putih menyeka air matanya yang hampir menyembul keluar.


" ya sudah klo gitu non istirahat saja dulu, mbok mau menyiapkan makan malam " kata mbok ijah lalu membalikan badan berjalan keluar dan menutup pintu kamar.


Cahaya mendekati tempat tidur dan duduk ditepi kasur yang sangat empuk, sorot matanya menggelinding kesetiap sudut kamar yang terlihat sangat luas 3 kali lipat dari ukuran kamar yang biasa ia tempati.


lamanya perjalanan membuat tubuh cahaya terasa lengket akibat keringat yang menempel. cahaya masuk kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


usai mandi cahaya merebahkan tubuhnya yang lelah diatas kasur.

__ADS_1


__ADS_2