
"Cepatlah turun jangan biarkan papah dan mamah lama menunggu" ucap Reihan yang terhenti di depan pintu.
Cahaya lalu turun mengekor dibelakang Reihan. sesampainya di meja makan Reihan menggeser satu kursi disamping Bramantyo dan Cahaya dengan cekatan langsung menyendok nasi dan meletakkan lauk pauk dipiring Reihan. Cahaya mengulas senyumnya lalu duduk dikursi samping Reihan.
Widia terlihat geram dengan sikap Cahaya yang nampak lebih ceria dibanding sebelum pergi kekamar Reihan.
WIDIA❤
"Ada apa dengannya kenapa dia terlihat begitu senang, apa mungkin dia dan Reihan sudah berbaikkan? gawat kalau sampai mereka kembali berbaikkan. aku harus cari cara agar dia cepat pergi dari rumah ini."
__________________
Makan malam bersama sudah selesai, widia dan Bramantyo kembali kekamar setelah sebelumnya duduk di ruang tv usai makan malam. Reihan kembali kekamarnya menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda dengan leptopnya. sementara Cahaya merapikan kamar yang pernah menjadi kamarnya saat pertama kali ia datang kerumah itu.
Cahaya sengaja merapikan kamar itu dan memutuskan untuk ia tempati kembali karena dia merasa kamar yang Reihan tempati kini bukan lagi menjadi kamarnya apalagi bayang-bayang wajah Clara dikamar itu sangat jelas dalam ingatan Cahaya.
malam semakin larut waktu sudah menunjukkan pukul 00. Reihan yang sedang bersandar di tempat tidur dengan leptop yang masih setia dipangkuannya untuk menyelesaikan tugasnya berkali-kali matanya menatap ke arah sebuah pintu . ia menunggu pintu itu akan terbuka dari luar namun ternyata harapannya nihil ia menutup leptopnya dan meletakkan di atas nakas. Reihan lalu turun dari tempat tidur entah mengapa malam itu ia merasa sangat gelisah. ia berjalan mondar mandir menunggu Cahaya namun sampai jam sudah menunjukkan angka 02 Cahaya tak juga kunjung datang.
__ADS_1
Akhirnya Reihan memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan mencari dimana sebenarnya Cahaya tidur. sejenak terpikir oleh Reihan kalau Cahaya kembali kekamar lamanya. kamar sewaktu mereka belum menikah. Reihan berjalan ke kamar yang dimaksud. Dengan perlahan Reihan membuka pintu kamar tersebut. didepan kamar yang pintunya telah terbuka Reihan mengulas senyum dibibirnya.
REIHAN❤
" Ternyata kau disini, aku seperti orang bodoh saja sejak tadi menunggumu tapi disini kau malah sudah tertidur lelap."
Reihan menutup kamar tersebut lalu dengan langkah perlahan ia berjalan mendekati Cahaya yang tengah tertidur lelap. ia merebahkan tubuhnya disisi Cahaya yang kosong. ia menyibak rambut Cahaya yang menjuntai menutupi wajah cantik nan polos Cahaya.
" Aku tidak tahu ada apa dengan perasaanku disatu sisi ingin aku berpisah denganmu dan kembali pada Clara tapi disisi lain aku juga tidak bisa bila jauh darimu. seperti malam ini entah mengapa aku ingin sllu berada disisimu." guman Reihan pelan dan akhirnya karena rasa kantuk yang sudah melanda Reihan pun tertidur pulas disamping Cahaya.
__________________
Cahaya membuka matanya dengan perlahan dia menyesuaikan sinar mentari yang perlahan masuk ke kornea matanya. Cahaya menggeliat melonggarkan otot-ototnya namun aksinya terhenti saat tangan mungilnya terasa menyentuh tubuh seseorang. Cahaya membukatkan mata terkejut dengan apa yang tengah dilihatnya seorang pria dengan pulas tidur disampingnya.
" Sejak kapan dia tidur disini, ada apa dengannya, kenapa dia bisa tidur disini sih?" Gumam Cahaya dengan mengernyitkan dahinya.
" Dasar orang aneh!" Cahaya lalu turun dari tempat tidurnya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
setelah Cahaya masuk kedalam kamar mandi. Reihan terbangun tangannya menyusuri tempat tidur namun tidak ada siapa-siapa Reihan lalu membuka matanya. ia langsung terperanjat bangun matanya menerawang isi kamar namun orang yang dicari tidak ada dikamar ia mengira Cahaya sudah lebih awal bangun dan meninggalkannya sendiri. tapi setelah suara gemericik air terdengar dari kamar mandi entah mengapa hati Reihan sedikit lega.
Reihan lalu duduk ditepi tempat tidur menatap pintu yang terbuka dari kamar mandi.
Cahaya keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan baju ganti. ia berjalan ke meja rias lalu duduk didepan cermin memberi sedikit polesan natural pada wajahnya.
Reihan yang duduk di tepi tempat tidur terus mengamati setiap gerakan Cahaya. karena terus dilihatin Cahaya merasa sangat risih.
" Jangan memandangku seperti itu, sebaiknya kau pergi dan kembali kekamarmu!" ucap Cahaya dengan sikap dinginnya.
" kamarku? Kau masih bersetatus isteriku jadi kamar itu bukan hanya kamarku tapi juga kamar kita" ucap Reihan.
" kamar kita? Ha... ha..ha.. " Cahaya tertawa kecil lalu menyeringai. Cahaya yang awalnya duduk didepan cermin kini telah berdiri berjalan perlahan mendekat ke arah Reihan.
" Sepertinya kau terlalu naif tuan muda jika menganggap kamarmu adalah kamarku juga. aku tidak akan kembali kekamar itu. bukankah kamar itu kini sudah menjadi kamarmu bersama nyonya Clara."
ucap Cahaya dengan sikap dinginnya.
__ADS_1
Cahaya lalu pergi meninggalkan Reihan yang masih tertegun dengan kalimat yang telah ia ucapkan.
" Jadi itu alasannya yang telah membuatmu kembali ke kamar ini !" Gumam Reihan