
Reno meniggalkan cafe bersama Bima. sebelum pergi ia menoleh kearah Cahaya yang sedang tertawa bersama intan. dan iapun tersenyum tipis.
" Ca, ngomong - ngomong kamu sekarang masih tinggal dirumah Pak Bram?" tanya intan
Cahaya menggelengkan kepalanya sambil menghabiskan minumannya yang tersisa setengah.
" Lalu sekarang kau tinggal dimana?"
Deggg... pertanyaan intan membuat cahaya tertegus dan sulit untuk menelan salivanya. ia merasa bingung untuk menjawab apa pada intan karena cahaya memang belum berterus terang tentang hubungannya dengan Reihan.
" Ca... Cahaya!" Intan menepuk bahu cahaya sampai membuat yang ditepuk kaget dan gelagapan.
" Aku... ting...!" Ucapan Cahaya terhenti ketika ada bunyi pesan masuk di ponselnya. " Sebentar ya tan, ada pesan masuk" Cahaya mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja lalu membuka pesan yang baru saja masuk.
📩 REIHAN
" Sayang lagi dimana, udah makan siang belum?"
📩 CAHAYA
" Lagi di cafe, nih baru selesai makan siang, Mas sendiri lagi dimana, udah makan belum?"
📩 REIHAN
" Belum!"
📩 CAHAYA
"Kok belum sih? makan dulu sana nanti sakit!"
📩 REIHAN
" Tadinya mau makan siang bareng isteriku tercinta tapi pekerjaanku belum selesai"
📩 CAHAYA
" Mas kerja boleh tapi jangan gila kerja. mas harus jaga kesehatan juga!"
📩 REIHAN
" Iya.. iya selepas ini mas akan makan. senang ada yang merhatiin. heehee.
__ADS_1
📩 CAHAYA
" Mas ini"
📩 REIHAN
" Yaudah kamu hati-hati ya kerjanya, mas mau makan siang dulu takut bu bos marah nanti setibanya di rumah kalau mas belum makan. he.. he..!"
📩 CAHAYA
" Itu tau.. heee..hee.. !"
Melihat Cahaya senyum - senyum sendiri dengan hp.nya membuat intan menggelengkan kepalanya.
" Ca, kamu chatingan sama siapa sih kok senyum sendiri begitu?" tanya intan yang sangat penasaran dengan sikap sahabatnya itu.
" Nanti juga kamu akan tau!" jawab cahaya dengan tersenyum.
" Udah yuk kita kembali ke kantor!" ajak cahaya setelah membayar semua makanannya.
Mereka berdua sudah berada dikantor dan kembali berkutan didepan komputer untuk menyelesaikan pekerjaannya yang masih menumpuk. sesekali cahaya dan intan menggeliat sekedar untuk meregangkan otot-otot mereka yang mulai kencang.
Jam kerja telah usai semua pegawai telah bubar bergegas untuk pulang kerumah masing-masing. hari ini cahaya bisa pulang lebih awal tidak seperti hari-hari biasanya yang selalu pulang larut malam.
" Ca, kamu pulang naik apa?" tanya intan yang berjalan disampingnya.
" Naik taksi, kamu sendiri?"
" Aku naik angkutan umum. lagipula kosan aku gak jauh kok dari sini, apa kamu singgah ca ke kosanku?"
" Aduh maaf ya tan, kayaknya kalau hari ini aku gak bisa. bagaimana kalau besok?"
" Besok ya? emmm... baiklah!"
intan dan cahaya berpisah setelah sebuah taksi berhenti dihadapan mereka. dan Cahayapun masuk kedalam taksi tersebut kemudian pergi meninggalkan intan yang masih terpaku menatap taksi sampai menghilang dari pandangannya.
Taksi yang membawa cahaya tiba di depan apartemen megah nan mewah. cahaya keluar dari dalam taksi dan berjalan masuk ke apartemennya.
Sesampainya didalam apartemen cahaya bergegas mandi dan menyiapkan makan malam.
Ceklekkk...
__ADS_1
Pintu terbuka menyembul masuk Reihan dari luar dengan senyum yang menghias wajahnya. ia berjalan menghampiri cahaya yang sedang menata makanan hasil olahannya di atas meja makan.
Reihan melingkarkan tangannya dipinggang Cahaya sontak hal itu membuat cahaya terkejut karena tidak menyadari kedatangan suaminya.
" Mas bikin kaget aja!" ucap cahaya
" Kamu serius banget sih sampai gak menyadari kehadiran mas disini!" ucap Reihan dengan tangan yang masih melingkar dipinggang cahaya dan meletakan dagu dibahunya.
" Yaudah mas sekarang mandi dulu sana setelah itu kita makan bersama" Reihan menjawab dengan anggukan kepala lalu melepaskan pelukannya dan bergegas untuk mandi. Cahaya menoleh kearah Reihan yang berlalu pergi dengan mengulas senyum diwajahnya.
_____________________________________________
Seminggu telah berlalu. Pekerjaan Cahaya dan intan yang menumpuk akhirnya terselesaikan juga. Reno cukup puas dengan hasil kerja keras mereka berdua. Cahaya dan intanpu sangat senang karena pada akhirnya mereka bisa bekerja sedikit santai tanpa harus mengejar waktu.
Pada saat makan siang Cahaya seperti biasa mengajak intan pergi ke cafe yang tidak jauh dari kantor mereka. dan secara kebetulan dicafe itu mereka bertemu dengan bayu yang sedang menemani Reihan bertemu dengan Reno untuk membicarakan soal kerja sama mereka.
" Ca, bukannya itu bayu ya yang sedang duduk disebelah sana?" tanya intan menunjuk dengan dagunya.
Cahaya yang sedang menyeruput jus jeruk kesukaannya langsung menoleh kearah yang ditunjuk. " Iya kamu benar tan, itu kayanya memang bayu" jawab intan sambil memperjelas penglihatannya.
" Kira-kira bayu sama siapa ya ca itu, kelihatannya pembicaraan mereka serius banget?" Intan penasaran dengan 2 orang yang duduk bersama bayu dan terlihat punggungnya saja.
" Mungkin mereka sedang membicarakan soal pekerjaan". ucap Cahaya yang diangguk-anggukan Intan.
" Intan balik ke kantor yuk.!" ajak cahaya pada intan yang sudah berdiri dari duduknya.
Intan lagi-lagi menganggukan kepala dan berjalan mengekori cahaya. Cahaya berjalan sambil sesekali melihat ke benda pipih berwarna hitam yang ada di tangannya dan tanpa sengaja BRukkk.... Cahaya menabrak tubuh seorang pria bertubuh tinggi tegap didepannya. seketika tubuh cahaya oleng tidak bisa menjaga keseimbangannya dan hampir saja ia tersungkur kelantai namun dengan cepat tangan kekar pria itu menarik tubuh cahaya ke dalam pelukannya sampai mata seseorang menatap tajam penuh kemarahan.
Seketika Cahaya terperanjat saat matanya bertemu pandang dengan manik mata seseorang yang menatapnya tajam. ia langsung membenarkan posisi tubuhnya berdiri menyeimbangkan kedua kakinya. Cahaya terlihat sangat gugup jantungnya berdegup begitu kencang hatinya pias menatap kearah pria yang sedari tadi menatapnya penuh kemarahan. " Ma...maaf... maaf... aku tidak senga..ja.!" Ucap Cahaya terbata-bata kepada pria yang tertubruk olehnya dengan pandangan menunduk.
" Akhhh... tidak apa-apa, apa kamu baik-baik saja?" Tanya pria itu. Sontak Cahaya langsung mendongak menatap pria yang berdiri dihadapannya karena merasa suaranya begitu tidak asing ditelinganya.
" Pak Bos ? oopsss...!" Cahaya menutup mulutnya dengan tangan kanannya." Pak Reno!" Ucapnya lagi dengan menyunggingkan senyum dibibirnya.
Intan yang berdiri tepat dibelakang cahaya menatap heran dengan sikap cahaya begitu santai setelah tau yang ditabraknya adalah bosnya sendiri yang terkenal dingin.
" Maaf pak Reno saya tadi kurang hati-hati sampai menabrak bapak!" ucap cahaya sopan.
" Gak apa-apa. salah saya juga karena tidak menghindari.!" ucap Reno sambil tersenyum sampai seseorang yang berdiri tidak jauh darinya semakin geram.
" Maaf pak Reno kami pamit pergi. untuk selanjutnya bapak bisa hubungi pak bayu langsung yang telah saya percayakan untuk mengerjakan proyek ini." ucap Reihan yang telah mengulurkan tangannya pada Reno.
__ADS_1
Reno menyambut uluran tangan Reihan dengan seulas senyum. " Baiklah kalau begitu pak Reihan. Saya percayakan semuanya pada anda dan pak bayu."