RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Menjahili Reno


__ADS_3

Reno tertawa kecil menghampiri mamahnya yang berdiri didepan rumah dengan raut wajah kesal. Reno menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Intan yang berjalan dibelakang reno menunduk karena merasa bersalah dan takut Reno kena marah mamahnya. Reno berhenti mendadak membuat Intan tanpa sengaja menubruk punggung Reno.


" Kau ini suka sekali menubruk ku?" Bisik Reno membuat Intan mendongak dan menatap wajah tampan pria dihadapannya.


" Maaf!" lirih Intan.


" Mah..!" Reno menghampiri mamahnya cengengesan dan terlihat salah tingkah. Sekar yang melihat sikap aneh pada putranya berniat untuk menjahilinya dan berusaha menahan tawanya karena baru kali ini ia melihat putranya terlihat begitu salah tingkah.


Reihan yang mengenal wanita yang berada dibelakang Reno tersenyum tipis. " jadi ini alasannya. pantas saja lama!" Gumam Reihan dalam hati lalu berjalan masuk dan menghampiri Cahaya yang sedang duduk di sofa menggendong Raka yang sudah bangun dari tidurnya. Reihan duduk disebelah Cahaya dan menyandarkan tubuhnya kasar.


" Pantas saja mas Reno lama beli makannya!" Ucap Reihan sambil menghembuskan napasnya kasar.


Cahaya melirik suaminya yang merancau tidak jelas menurutnya. " Mas ini kenapa sih, dateng-dateng ngedumel gitu?" Cahaya menatap suaminya bingung.


Reno mengubah posisi duduknya tegap, dan mengelus lembut pipi baby Raka. " Mas Reno sudah pulang, tuh ada didepan. tapi mas Reno bukan hanya pulang membawa makanan saja dia juga membawa seseorang yang pastinya kau tidak akan menyangkanya!" ucap Reihan sambil senyum-senyum pada Raka.


" Duhhhh.... lucunya jagoan ayah!" Reihan merasa gemas dengan putranya sendiri lalu mengambil alih Raka dari gendongan Cahaya.


Melihat Reihan yang begitu sayang dan perhatian, Cahaya tersenyum tipis dan menyandarkan kepalanya dibahu Reihan. sekilas Reihan melirik Isterinya dan tersenyum tipis.


Di luar rumah


" Sungguh keterlaluan, kau membuat mamah menunggu berjam-jam menahan lapar!" Sekar menjewer Reno membuat Reno meringis kesakitan.


" Iya mah.. maaf mah.. maaf..., ampun mah maafin Reno!" Sekar melepaskan tangannya dan Reno mengusap-usap kupingnya yang terasa panas lalu meletakkan kantong yang berisi makanan diatas meja yang berada diluar rumah. biasanya meja itu dulunya biasa digunakan Cahaya dan ayahnya untuk meletakan teh hangat sambil berbincang-bincang.


Intan yang melihat Reno kesakitan memberanikan diri untuk menjelaskan.

__ADS_1


" Ma... maaf Tan...te. semua karena kesalahan saya. tadi direstoran karena kurang hati-hati saya menubruk mas Reno sampai makanannya jatuh kelantai dan berantakan!" Ucap Intan menjelaskan dengan perasaan yang sangat gugup dan menunduk.


" Ohh.. semua jadi gara-gara kamu sampai aku harus menunggu dan menahan rasa laparku!" Sekar berjalan menghampiri Intan yang semakin gugup.


Reno merasa takut melihat sikap mamahnya seperti itu, ia takut Intan kena marah oleh mamahnya. " Mah, ini bukan salah Intan sepenuhnya. Reno juga salah karena tidak hati-hati saat berjalan!" Terang Reno mendekati mamahnya dan berharap mamahnya tidak memarahi Intan.


Sekar berusaha menahan tawanya dan memasang wajah kecewa dan marah.


" Lalu apa yang kau lakukan dengannya sampai jam segini baru pulang?" bentak Sekar memperlihatkan wajah penuh kekesalan.


" Makan, kami makan dulu mah. karena perutku sudah lapar jadi aku mengajaknya untuk makan bersamaku!" Ucap Reno yang apa adanya dengan senyum menyeringai diwajahnya.


" Ini anak sungguh keterlaluan tanpa merasa bersalah mengatakan itu!" Gumam Sekar.


Sekar menatap tajam Intan sampai membuat Intan menunduk ketakutan. Reno yang melihat Intan terlihat gugup dan ketakutan langsung menarik tangan Intan hingga intan berdiri dibelakangnya.


" Lalu untuk apa kau membawanya kemari?" Tanya Sekar tegas.


" Mah...!" lirih Reno.


" Mamah tidak mau tau sekarang juga bawa dia pergi dari hadapan mamah!" bentak Sekar membuat Intan bergidik ngeri melihat kemarahan Sekar.


" Mah, kenapa mamah bicara seperti itu. Intan adalah sahabat Cahaya dan Reno membawanya kemari karena...!" ucapan Reno terhenti Intan menyela ucapannya.


" Ma.. maaf tante semua memang kesalahan saya dan tidak seharusnya saya berada disini!" Intan membungkukkan badan dan berbalik badan melangkahkan kakinya namun baru dua langkah Reno mencekal tangannya membuat langkahnya terhenti.


" Aku akan mengantarmu pulang!" Ucap Reno tegas.

__ADS_1


Intan menepis tangan Reno dan melepaskan tangannya" Tidak usah mas, aku bisa pulang sendiri!" jawab intan tegas lalu kembali membungkukan badannya dan kembali berjalan untuk pergi. Reno tetap tidak peduli dengan penolakan Intan dengan paksa Reno menarik tangan Intan menuju mobilnya namun suara teriakan menghentikan langkahnya keduanya.


" Cepat pergilah!" Teriak Sekar" Reno cepat pergi bawa Intan dari hadapan mamah. bawalah dia masuk kedalam rumah Cahaya!" Sekar tertawa lepas setelah tadi berusaha menahan tawanya karena ingin melihat ekspresi Reno saat mamahnya memarahi intan.


Reno dan Intan menoleh ke arah Sekar yang sedang tertawa lebar. keduanya saling melirik dan memandang satu sama lain. Cahaya yang mendengar suara keributan dari luar memutuskan untuk keluar bersama Reihan yang sedang menggendong baby Raka.


" Intan!" Teriak Cahaya memanggil intan dan merasa heran karena Intan bisa berada dirumahnya terlebih melihat tangan Reno yang masih memegang tangan Intan erat dan belum disadari oleh keduanya.


" Ehemmmm...!" Reihan berdehem dan menatap lekat tangan keduanya hingga mrmbuat keduanya mengikuti arah pandangan Reihan dan sontak membuat keduanya kaget dan buru-buru Reno melepaskan tangannya dan keduanya menjauh merasa malu dan salah tingkah.


Sekar , Cahaya dan Reno tertawa bersamaan melihat Reno yang salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Sudah-sudah, ayo cepat masuk kita makan bersama. Reno cepat ajak masuk calon menantu mamah!" Ucap Sekar sambil tersenyum tipis dan masuk kedalam rumah.


Reno dan Intan saling menatap mencerna ucapan mamahnya barusan.


" Calon menantu!" Ucap Reno dan Intan bersamaan dengan penuh keheranan.


" Cie.. kompak bener!" Goda Cahaya sambil tertawa kecil. Reno semakin gugup begitu juga dengan Intan. mereka lalu berjalan masuk ke rumah Cahaya, karena salah tingkah Reno dan Intan lagi-lagi bertubrukan dan kali ini membuat Intan hampir tersungkur kelantai jika tidak ada tangan kekar Reno yang menarik tubuhnya hingga Intan jatuh kepelukan dada bidang Reno.


Intan merasa jantungnya berdegup sangat kencang seakan ingin lari dari tempatnya begitu juga dengan Reno yang merasa bingung dengan jantungnya yang dag dig dug berada dekat intan.


Intan dan Reno saling menatap lekat dan tanpa sadar wajah Reno semakin dekat dengan wajah Intan. pandangan Reno beralih pada bibir Intan yang berwarna merah muda dan bibir Reno semakin mendekat ke bibir Intan.


" Ehemmm....!" Reihan berdehem dan keduanya tersadar dan intan mendorong pelan badan Reno dan keduanya terlihat canggung.


Reihan dan Cahaya tertawa lepas melihat mereka berdua dan pergi masuk kedalam rumah dengan masih tertawa.

__ADS_1


__ADS_2