
bramantyo tersenyum mendengarnya.
" ya sudah papah pergi dulu" lalu pergi meninggalkan sepasang calon suami istri yang masih terlihat sangat canggung satu sama lain.
cahaya dan reihan keduanya terdiam. tiba tiba terlihat ada kecanggungan diantara keduanya.
" mau makan buah?" tanya reihan memecah kesunyian.
cahaya hanya memanggut.
Reihan lalu mengambil sebuah apel dan mengupasnya.
tokk... tokk... tokkk...
muncul seorang dokter dengan perawat berjalan dibelakangnya dari balik pintu.
"Selamat sore nona cahaya!" sapa sang dokter.
suara itu sontak membuat keduanya melontarkan pandangan kearah pintu.
" Selamat sore dokter" jawab cahaya.
harry berjalan mendekati keduanya sambil tersenyum di ikuti seoarang perawat yang berjalan dibelakangnya.
__ADS_1
Reihan tidak mengindahkan kedatangan harry yang merupakan sahabat sekaligus dokter yang telah menangani calon isterinya selama dirawat dirumah sakit tersebut. ia kembali fokus mengupas apel yang ada ditangannya kemudian memberikannya pada cahaya. setelah cahaya menerima dan memakan apel tersebut Reihan beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju pintu keluar.
" bagaimana keadaanmu hari ini, apa ada keluhan?" tanya harry sopan sambil memeriksanya.
" baik dok hanya sedikit pusing saja" jawab cahaya.
" istirahatlah yang cukup tetap diminum obatnya dan jangan terlalu banyak pikiran, oke!". saran harry sambil menulis hasil pemeriksaannya.
" baik dok, terima kasih" ucap cahaya.
selesai pemeriksaan harry berjalan menuju pintu keluar lalu tangannya menepuk Reihan yang sedang duduk dibangku tunggu.
" hei... ada apa denganmu senyum senyum seperti itu, menjijikan". kata Reihan yang melihat Harry berdiri dihadapannya sambil tersenyum menggoda.
karena merasa cacing cacing perutnya sudah berdemo Reihanpun menuruti ajakan makan siang harry. ia pun berjalan mengikuti harry.
Reihan dan harry makan siang direstoran dekat rumah sakit tersebut sesampainya disana reihan dan harry duduk disalah satu tempat dan langsung memesan makanan.
tak menunggu lama beberapa menu makanan yang dipesan terhidang diatas meja. karena sudah merasa sangat lapar reihan langsung menyantapnya.
harry tersenyum menatap lekat harry.merasa diperhatikan seperti itu reihan menghentikan aktifitas makannya.
" heii... ada apa denganmu, kenapa memandangiku seperti itu?" tanya reihan dengan sedikit kesal.
__ADS_1
dokter itu malah kembali tersenyum membuat wajah tampannya semakin terpancar.
" Rei... jika diperhatikan cahaya itu gadis yang sangat manis, bagaimana kalau..." ucapannya terhenti.
" kalau apa? awas, jangan kau coba coba mendekatinya, dia itu calon istriku kami akan segera menikah!". ancam reihan dengan tatapan tajam.
mendengar ancaman itu harry bukannya takut tapi malah tertawa. " Menikah? bukannya kau tidak mencintainya lalu kenapa kau mau menikahinya, apa karena peristiwa malam itu?"
" bukan itu alasannya !"
"lalu?" harry penasaran
" entahlah, disini ( reihan menunjuk dadanya sendiri) ada rasa ingin selalu menjaganya, melindunginya dan ingin membuatnya selalu tersenyum." jawab reihan pelan.
" bagaimana dengan clara?" harry mengingatkan reihan akan kekasihnya yang sudah sekian lama pergi tanpa memberi kabar.
" clara" ucapnya datar.
" jika kau benar benar ingin membuat cahaya bahagia kau harus melupakan clara, mulailah kehidupanmu yang baru, cahaya adalah gadis yang tepat untukmu, terlalu berharga jika kau menyia nyiakannya." harry menasehati.
" terima kasih, kau memang sahabatku, walau sangat menyebalkan !" ledek reihan sambil tertawa.
mereka melanjutka makannya sesekali tertawa dan saling mengejek.
__ADS_1
Hai.... sobat author mohon bantu vote, like dan komennya ya😊 terima kasih😙