RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Menggoda


__ADS_3

Sinar mentari pagi masuk menerawang melalui celah-celah kaca membawa kehangatan dipagi yang cerah.


Reihan mengercapkan matanya menyesuaikan dengan sinar mentari pagi yang masuk ke kornea matanya. ia tersenyum kecil saat melihat Cahaya masih terlelap disampingnya. Reihan memiringkan badannya hingga posisinya berhadapan dengan wajah cahaya. ia menyibak rambut yang menutupi wajah cahaya yang menggemaskan lalu mengecup keningnya hingga cahaya menggeliat merasa ada sentuhan lembut di wajahnya. Reihan kemudian bangun dan turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Tidak lama Reihan menutup pintu kamar mandi Cahaya terbangun dari tidurnya. tangannya meraba-raba kasur disampingnya saat ia sadar kosong Cahaya langsung bangkit masih berposisi duduk diatas kasur. matanya mencari disegalah arah tapi tidak mendapati sosok yang ia cari. saat mendengar ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi Cahaya matanya langsung mengarah ke pintu kamar mandi dan tidak waktu lama Reihan menyembul dari dalam kamar mendi dengan bertelanjang dada hanya berbalut handuk dipinggangnya.


Cahaya membuang pandangannya ketika melihat dada bidang Reihan yang polos tanpa sehelai benang yang menempel, ia menelan salivanya dengan kasar. sungguh pemandangan yang sangat menggoda Cahaya wajah tampan Reihan dan dada bidang serta otot-otot yang terekspos begitu sempurna.


Reihan menyadari kalau Cahaya sedang tergoda dengan kekekaran tubuhnya. ia sengaja berlama-lama untuk tidak memakai baju. melihat Reihan yang sengaja duduk di sofa sambil bermain ponsel tanpa baju Cahaya merasa sangat kesal.


" Mas, tidak bisakah memakai pakaianmu dulu sebelum bermain dengan ponselmu itu?" ucap Cahaya yang masih memalingkan wajahnya. Entah kenapa meski sudah menjadi suami isteri bahkan sudah pernah melakukannya Cahaya masih merasa risih bila melihat Reihan bertelanjang dada. ia masih merasa malu dan belum terbiasa.


Reihan tersenyum genit. " Kenapa memangnya, apa kau merasa tergoda dengan keindahan tubuhku? Reihan bangkit dari sofa dan menghampiri Cahaya yang masih duduk diatas kasur dengan menutupi dirinya dengan selimut. " Kau sudah pernah menyentuhnya bahkan menikmatinya tapi kenapa wajahmu masih bersemu merah seperti itu?" goda Reihan dengan tawa kecil.


" Jangan menggodaku cepat pergi sana!" teriak Cahaya.


Reihan hanya diam dengan senyum diwajahnya dan mata yang menatap genit.

__ADS_1


" Kenapa kau menatapku seperti itu, awas saja kalau sampai berpikir yang aneh-aneh!" Cahaya menatapnya tajam.


"Ha... ha...ha...!" Reihan tertawa terbahak-bahak. " Kau itu isteriku sayang, kenapa segitu takutnya denganku. keterlaluan sekali!" Reihan pura-pura kesal.


" iya ya kenapa aku harus malu melihat tubuhnya yang sungguh menggoda itu. aku kan isterinya jangankan memandang menyentuhnya juga sudah halal.." gumam Cahaya dalam hati.


Cahaya melempar dengan kasar selimut yang tadi menutupinya kesembarang arah.


" Sudahlah daripada terus meladenimu sebaiknya aku mandi saja!" Cahaya turun dari kasur dan hendak melangkah ke kamar mandi. namun baru selangkah tubuhnya sudah kembali terhempas ke tempat tidur.


" Kau..! Teriak kesal Cahaya yang ditarik tangannya oleh Reihan hingga terhempas ke atas kasur.


" kau mau apa?" Cahaya membulatkan matanya napasnya pun mulai tidak beraturan jantungnya berdegup sangat kencang.


" Mau apa? kau pikir aku mau apa dengan posisi seperti ini?" senyum menghias bibir Reihan.


" Menyingkirlah, Cepat menyingkir!" Cahaya dengan sekuat tenaga meronta dan berusaha untuk keluar dari kungkungan tubuh Reihan. namun apalah daya semua sia-sia tenaga Reihan berkali kali lipat dibandingkan dengan tubuhnya yang mungil.

__ADS_1


" Diam dan jangan menolak, apa aku salah jika meminta hak ku ?" Reihan menatap mata Cahaya dengan tatapan teduh. Cahaya seketika terbungkam dan tidak dapat berkutik disaat ditanya tentang Reihan yang meminta haknya.


" Aku... !" belum sempat bicara Reihan sudah memotong ucapannya.


" Sekarang kau cukup diam dan nikmati, kita mulai hubungan ini dari awal lagi. aku akan belajar dan berusaha menjadi suami yang baik untukmu dan jadi ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak." ucap Reihan dengan senyum mengembang.


" Anak?" ucap Cahaya dengan mengernyitkan dahi.


" Iya, anak!" Reihan dengan senyum menyeringai. " Bagaimana kalau kita membuatnya sekarang hemmm...?" Tanpa basa basi Reihan dengan semangat yang menggebu melancarkan aksinya.


" Dasar mesum!" Cahaya menggeliat kegelian. Dan Reihan tersenyum penuh kemenangan.


2 jam berlalu dua insan yang sedang dimabuk asmara sedang berbaring ditempat tidur saling berpelukan. Rasa lelah akibat aktifitas panas yang mereka lakukan membuat keduanya menjadi malas untuk beranjak.


" Sayang!" bisik Reihan ditelinga Cahaya yang berada dalam pelukannya.


" Hemmm!" Jawab Cahaya yang masih menenggelamkan wajahnya dalam dada bidang Reihan.

__ADS_1


" Terima kasih sayang!"


__ADS_2