RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Baik - Baik Saja


__ADS_3

Cahaya keluar dari kamarnya menuju ruang keluarga dimana Raka sedang bermain bersama pengasuhnya yaitu mba Yati namun saat Cahaya datang menghampiri ternyata sudah ada Reno dan Intan yang sedang bermain dan bercanda dengan Raka.


" Kalian sudah pulang" sapa Cahaya saat melihat Reno dan Intan tengah asik bermain dengan putra kesayangannya.


Reno langsung menoleh kesumber suara begitu juga dengan Intan, Cahaya berjalan mendekati mereka dengan senyum yang menghias diwajahnya. Reno merasa bersyukur karena ternyata adiknya tidak kenapa - kenapa. melihat senyum diwajah Cahaya rasa cemas yang sedari tadi dirasakannya kini telah memudar.


" Syukurlah Cahaya baik-baik saja" gumam Reno dalam hati dan menyenggol Intan lalu melempar senyum padanya.


" Sayang na mama udah makan belum?" Tanya Cahaya yang kini sedang duduk memangku Raka. Cahaya menoleh keba Yati seakan bertanya melalui sorot matanya.


" Sudah bu, den Raka tadi makannya Alhamdulillah lahap. sepertinya den Raka sangat menyukai sup buatan bu Cahaya" Mba Yati langsung menjawab yang mengerti arti dari tatapan Cahaya.


" Syukurlah kalau begitu" Cahaya tersenyum lalu mencium pipi gembul Raka.


Intan dan Reno saling menyenggol melihat Cahaya yang terlihat biasa saja.


" Sudah mas bilang kan Cahaya pasti akan baik-baik saja. Reihan pasti bisa mengatasi semuanya dengan baik" Bisik Reno pada Intan.


" Iya mas. aku lega melihatnya " Intan lalu duduk disamping Cahaya dan Raka.


Reno memutuskan untuk pergi kekamarnya.


" Sayang, aku kekamar dulu ya, mau mandi dulu!" Reno berdiri dan melangkah pergi.


Saat berada di anak tangga Reno berpapasan dengan Reihan.


" Syukurlah Cahaya baik-baik saja, kalau sampai dia kenapa-kenapa habis kau!" Ancam Reno pada Reihan.


Reihan tidak menanggapi apa-apa, pikirannya penuh dengan sikap Cahaya yang membuatnya bertanya-tanya.


Reihan berjalan menghampiri Cahaya yang tengah asik bermain dengan Raka, derap langkah yang berhenti tepat disampingnya dan aroma tubuh yang sangat ia kenali membuat Cahaya langsung beranjak dari duduknya.


" Sayang, mama mau kedapur dulu ya, mama mau menyiapkan makan malam." Cahaya tersenyum Raka pun mengangguk.


" Mba Yati nanti sebelum tidur pastikan Raka sudah minum susunya ya!" titah Cahaya. Raka saat ini memang sudah tidak minum asi lagi.


kesibukkan Cahaya diluar mengurus butik milik mamanya membuat asinya tidak lancar dan Raka jadi sering menangis. oleh karena itu Cahaya menggantinya dengan susu formula.


" Baik bu!" jawab Mba Yati.


" Mas aku mau menyiapkan makan malam dulu. Intan sebaiknya kamu mandi dulu sana setelah itu kita makan malam bersama" Ucap Cahaya dengan seulas senyum diwajahnya.

__ADS_1


" Ah.. iya!" Intan beranjak dari duduknya dan langsung pergi bersama Cahaya. Intan berjalan menaiki anak tangga sementara Cahaya menuju dapur namun sebelum Intan menaiki anak tangga Intan menepuk bahu Cahaya sontak membuat yang ditepuk menghentikan langkahnya dan menoleh menatap Intan.


" Ca, kamu baik - baik aja?" Intan bertanya seperti itu karena masih merasa cemas dengan keadaan Cahaya.


Bukannya menjawab Cahaya malah tersenyum. " Ca.. kok malah senyum-senyum gitu sih bukannya jawab" Kesal Intan.


" Kamu lihatnya aku bagaimana?" Cahaya balik bertanya.


" Aku merasa kamu lagi menyembunyikan sesuatu dariku iya kan?" Intan semakin penasaran.


" Aku baik-baik aja kakak iparku yang cantik, terima kasih ya udah mencemaskanku" Cahaya memeluk Intan sekilas membuat Intan sedikit lega namun pikirannya tetap saja masih bertanya-tanya.


Cahaya lalu pergi kedapur dan Intan kekamarnya.



Ceklek


Intan membuka pintu kamarnya dilihatnya sang suami tengah duduk ditengah kasur bersandar dengan pandangan menatap kearahnya.


" Mas!" lirih Intan berjalan menghampiri Reno.


" Iya, ada apalagi? masih penasaran soal Cahaya?" tebak Reno asal


Reno turun dari tempat tidur berdiri dihadapan Intan dengan kedua tangan diletakkan di bahu kiri dan kanan Intan.


" Sayang kamu kan lihat sendiri tadi, Cahaya gak apa-apa. sekarang sebaiknya kamu mandi setelah itu kita turun untuk makan malam. udah gak usah dipikirin lagi cepat sana mandi!" Reno mendorong bahu Intan pelan


" Iya... iya.." Intan mengerucutkan bibirnya dan bergegas masuk ke kamar mandi sementara Reno merebahkan tubuhnya di kasur dan menatap langit-langit.


" Semoga kamu baik-baik aja ya dek. !" Gumam Reno dalam hati.


🍁🍁🍁


Setelah selesai mandi dan sudah dalam keadaan rapih, Reihan bergegas pergi kedapur untuk menemui Cahaya. satu persatu Reihan menuruni anak tangga dengan debaran jantung yang sulit diartikan. entah kenapa hari ini Reihan sepertinya sedang senam jantung dan Cahaya sebagai instruktur senamnya karena saat melihat Cahaya yang tengah menata masakannya di atas meja makan jantung Reihan terus saja memompa dengan cepat.


" Huffff....!" Reihan menghela napas berat.


" Kenapa rasanya aneh gini ya. seperti orang yang mau disidang aja!" Gumam Reihan dalam hati.


Cahaya menoleh sekilas melihat kedatangan Reihan yang menggeser kursi lalu duduk.

__ADS_1


" Sayang...!" panggil Reihan lirih.


Cahaya menoleh dan tersenyum getir. banyak rasa yang tersembunyi dibalik senyuman yang Cahaya berikan. " Sayang!" Reihan menyentuh pergelangan tangan Cahaya saat Cahaya tengah meletakkan piring dihadapan Reihan.


" Mas mau makan duluan atau menunggu mas Reno dan Intan?" Tanya Cahaya tanpa menghiraukan panggilan Reihan.


" Sayang mas mau...!" Ucapan Reihan terpotong karena kedatangan sepasang suami isteri yang tak lain siapa lagi kalau bukan Reno dan Intan.


" Wahhh..... dek, kamu yang masak semua ini? haduhh rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera menyantapnya. pasti ini sangat enak!" Cerocos Reno saat melihat beberapa hidangan diatas meja makan.


Reno langsung menggeser kursi lalu duduk disampingnya Intan yang sudah duduk lebih dulu.


" Ca maaf ya aku gak bantuin kamu menyiapkan makan malam.!" Intan merasa tidak enak karena lagi-lagi Cahaya yang memasak.


" Apa sih Tan, kamu lebay tau gak. !" Cahaya tertawa kecil.


" Ya bukan gitu Ca, kalau setiap hari kamu yang masak aku ya.... jadi Alhamdulillah tinggal makan. haha....!"Canda Intan.


" Yaudah sekarang makan gak pake lebay!" Cahaya tertawa dan Intan pun ikut tertawa.


Seperti biasa Cahaya meletakkan nasi dan lauk pauknya diatas piring Reihan. begitu juga dengan Intan menyiapkan makan untuk Reno.


" Di makan mas!" Ucap Cahaya yang melihat Reihan diam saja.


" Iya!" Singkat Reihan.


Suasana makan malam ini terasa sedikit berbeda karena biasanya Cahaya selalu cerewet dan ada aja yang dibicarakan hingga membuat perdebatan antara dirinya dengan sang kakak yaitu Reno. tapi malam ini Cahaya lebih banyak diam dan suasana meja makan begitu hening.


" Ca, kamu baik-baik aja kan?" Tanya Intan memecahkan keheningan.


Cahaya menoleh ke Intan dan melempar senyum tipis sebelum menjawab.


" Kamu ini kenapa sih Tan, dari tadi nanya itu terus? aku ini baik-baik aja Intan seperti yang kamu lihat sekarang" Cahaya geleng kepala.


" Semoga aja benar seperti itu keadaannya!" Intan melirik ke arah Reihan yang tengah duduk disamping Cahaya.


Reihan melirik ke arah Cahaya yang duduk disampingnya. rasanya ia ingin sekali memeluk Cahaya saat itu juga jika tidak ada Reno dan Intan diantara mereka.


Makan malam pun usai Reno dan Intan kembali kekamarnya begitu juga dengan Reihan dan Cahaya saat ini mereka sudah berada di kamarnya.


" Sayang!" Panggil lirih Reihan menatap punggung Cahaya yang melesat masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Reihan mengacak rambutnya frustasi. Cahaya memang terlihat baik-baik saja tapi tidak pada kenyataannya. buktinya didalam kamar mandi Cahaya tengah berdiri didepan cermin menatap dirinya sendiri lalu memegang dadanya yang terasa sesak dan tanpa di komando airmatanya meluncur begitu saja meski sudah berusaha menahannya tetap saja lolos juga.


__ADS_2