
Di meja makan Cahaya terlihat muram dan Reihan mengelus lembut punggung tangannya meyakinkan Cahaya kalau semua akan baik-baik saja, Reihan tau apa yang ada didalam pikiran Cahaya, takut kalau mamanya akan keberatan dengan keputusan mereka yang ingin tinggal di rumah mereka sendiri. Mamanya pasti akan merasa sangat kesepian jika mereka pindah rumah tapi mau bagaimana lagi meskipun berat tapi Reihan ingin hidup mandiri tinggal dirumah hasil kerja kerasnya sendiri.
" Sayang, mas tau ini mungkin berat untuk kita dan juga mama tapi mau bagaimana lagi, mas merasa malu jika terus-terusan tinggal dirumah mertua. mas juga ingin memberikan yang terbaik buat keluarga kecil kita dari hasil kerja keras mas sendiri sebagai kepala rumah tangga, mas minta maaf kalau mas sudah bersikap egois dan keputusan mas ini membuatmu merasa terbebani dan serba salah!" Ucap Reihan lembut.
Cahaya menggeleng dan mendongak menatap lekat manik mata suaminya yang juga tengah menatapnya. " Mas, aku gak apa-apa!" Cahaya tersenyum manis. " Aku ngerti kok mas. hanya saja mungkin ini terlalu terburu-buru buat mama sebaiknya nanti kita bicarakan lagi dengan mama dan semoga saja mama mau mengerti!"
" Iya sayang!" Reihan mengecup kening Cahaya.
" Ehemmmm.... duh kalau mau mesra-mesraan bisa kali di kamar aja jangan di meja makan begini gak malu apa kalau sampai bi Susan atau mba Yati liat kalian berdua yang gak tau tempat begini.!" ucap Reno seraya mendudukan diri dikursi tepat dihadapan sang adik.
" Apa sih Mas Reno, dateng-dateng main nyerocos aja!" cibir Cahaya.
" Ishhh.... kau ini!" Reno tidak lagi menghiraukan raut wajah Cahaya yang sudah memberengut ia lebih memilih mengisi piringnya dengan nasi dan lauk pauknya lalu melahapnya.
" Cik...cik...cik... !" Cahaya berdecak dan menggelengkan kepalanya melihat Reno yang makan begitu lahap. " Sudah berapa hari mas gak makan sampai segitunya?" Goda Cahaya.
Reno mendongak kearah suara " Ishh.. berisik!" cetusnya.
" Pelan-pelan aja kali mas makannya gak usah buru-buru gitu, gak bakal ada yang ngambil kok makanannya. kita berdua udah kenyang!"Ledek Cahaya sementara Reihan hanya menatap keduanya dengan senyum yang mengembang.
" Bawel!" Cahaya tertawa melihat Reno yang terlihat kesal.
" Sudah sayang jangan gangguin kakakmu yang lagi makan, kamu ini suka sekali sih menggodanya!" Reihan mengacak acak rambut Cahaya.
" Tau tuh. udah sana pergi ganggu selera makanku saja. huss...huss...huss...!" Usir Reno dengan mengibaskan ngibaskan tangannya.
" Iya...iya aku pergi.oia mas Reno jangan lupa ya mas setelah makan nanti.....!" Ucapan Cahaya menggantung seraya bangun dari duduknya hendak menyusul sang suami yang sudah beranjak pergi menuju kamarnya.
" Apa?" Tanya Reno penasaran
Cahaya mendekat dan berbisik ditelinga Reno" Setelah makan nanti jangan lupa ya mas Reno..... cuci piringnya!" dengan cepat Cahaya sudah berlari meninggalkan Reno yang terlihat kesal.
__ADS_1
Reno menggelengkan kepalanya mengingat tingkah sang adik yang masih tidak berubah selalu membuatnya kesal tapi juga senang. sikap Cahaya yang terkadang suka kekanak kanakan padahal sudah punya anak selalu bisa membuat Reno sedikit terhibur dari kepenatannya di kantor.
Setelah selesai makan Reno beranjak dari kursinya dan menatap piring kotor yang ada di atas meja. " Apa aku harus mencucinya ?" Gumam Reno pelan.
" Mencuci apa den?" Suara bi Susan dari belakang membuat Reno tersentak kaget.
" Bibi... ngagetin aja!"
" Maaf den, abis den Reno dari tadi serius banget ngeliatin meja makannya"
" Ahh.. gak bi!" Elak Reno.
" Emmmm... apa den Reno mau bantuin bibi cuci piring?" Goda Bi Susan dengan senyum yang mengembang.
" Bibi...!" Reno mendelik
" Maaf den bibi cuma bercanda kok, ya mana mungkin bibi berani den nyuruh den Reno bantuin bibi!"
" Den Reno... den Reno!" ucap bi susan seraya tersenyum.
Reno yang baru saja hendak masuk kekamarnya mengurungkan niatnya dan berbalik kembali melangkah kedapur setelah ingat sesuatu yang terlupakan.
" Ahhh.... untung bibi masih disini!"
" Ada apa memangnya den?"
" Tolong ya bi nanti bawakan makanan kekamarku untuk Intan!" Ucap Reno
" Siap den !"
" Makasih ya bi!"
__ADS_1
" Sama-sama" bi Susan kembali menyelesaikan pekerjaannya dan Reno sudah kembali kekamarnya.
Saat membuka pintu kamar Reno tidak dapat menemukan sang isteri hanya terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
Reno duduk di tepi tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Reno menoleh ke arah kamar mandi saat mendengar suara pintu kamar mandi dibuka dan menyembul dari dalam kamar mandi Intan dengan jubah handuknya seraya melemparkan senyuman manis kepada Reno.
Reno yang mendapatkan senyuman manis semanis madu dari isteri tercinta langsung meletakkan ponsel yang dipegangnya ke atas nakas dan berjalan menghampiri Intan yang sudah duduk di depan meja rias.
Reno membungkuk melingkarkan tangannya di leher Intan dan meletakkan dagunya dibahu sang isteri menghirup aroma harum yang menyeruak ke indera penyiumannya. aroma sang isteri yang menjadi candu untuknya.
" Mas!"
" Apa kau sedang menggodaku sayang?" Reno memutar tubuh Intan hingga menghadap kearahnya.
" Masnya aja yang mesum!" Intan Mencubit hidung Reno gemas.
" Ahhh.... kau benar-benar menggodaku sayang!" Reno merasa tidak tahan dan mendekatkan wajahnya ke wajah Intan dan saat jarang mereka hampir saja tak berjarak lagi suara ketukan pintu membuat Reno membuang napas kasar dan berdiri tegak mengacak acak rambutnya sendiri. Intan menahan tawanya lalu beranjak dari kursinya berjalan menuju pintu yang diketuk.
" Non Intan... den Reno... !" teriak bi Susan dari luar sambil mengetuk pintu.
" Iya bi sebentar!"
Ceklekk.....
" Non, ini makan malamnya buat non Intan dan bibi juga sudah buatin susu hamil buat non Intan!" Bi Susan memberikan nampan yang berisi makanan dan juga susu untuk Intan.
" Terima kasih ya bi, maaf jadi merepotkan bibi!" Intan meraih nampan dari bi Susan dengan senyum yang mengembang.
" tidak kok non, tidak merepotkan. bibi kembali kedapur ya non kalau ada perlu apa-apa bilang saja ya non sama bibi!" Intan tersenyum merasa senang karena semua orang yang ada dirumah begitu baik padanya termasuk bi Susan.
" Iya bi... terima kasih banyak ya bi!" Bi Susan tersenyum senang dan kembali kedapur.
__ADS_1
Intan menutup pintu kamarnya dengan lengannya dan saat berbalik ia tidak menemukan Reno hanya terdengar suara gemericik air di kamar mandi. oh sedang mandi rupanya pikir Intan lalu meletakkan nampan berisi makan malam untuknya diatas meja yang ada dikamar tersebut.