
Pagi hari Cahaya terbangun lebih dulu. ditatapnya wajah tampan suaminya yang masih terbuai dengan alam mimpinya dan tersenyum bahagia. Cahaya melihat kearah jam yang menempel diatas dinding terlihat sudah jam 6 pagi ia langsung bergegas pergi ke kamar mandi. setelah selesai ritual mandinya ia lalu membangunkan Reihan yang masih terlelap.
" Mas ayo bangun udah siang, mas hari ini kan ada jadwal meeting !" Cahaya sedikit mengguncang tubuh Reihan.
" Akhhh.... iya sayang, hampir saja. jam berapa sekarang?" Tanya Reihan yang langsung terperanjat dari tidurnya dan bergegas kekamar mandi.
" Sudah jam 7 mas" jawab cahaya yang sudah rapih dengan pakaian kerjanya sambil berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.
Reihan sudah bersiap-siap berangkat kekantor tapi sebelum pergi ia menyempatkan diri untuk sarapan bersama Cahaya.
Usai sarapan Reihan dan Cahaya berangkat ke kantor masing-masing. karena ada meeting Reihan terpaksa membiarkan Cahaya berangkat sendiri dengan taksi.
Sesampainya di kantor seperti biasa Cahaya menyapa rekan kerjanya.
" Selamat pagi lintang !" Sapa cahaya dengan senyum dipipinya.
" Selamat pagi Cahaya, sepertinya pagi ini sangat cerah ya?" Lintang bangkit dari duduknya dan menghampiri meja Cahaya dengan senyum menggoda.
" Hai gadis-gadis cantik, sudah datang rupanya. ada yang mau kopi gak nih?" Sapa edo yang baru saja datang dan meletakkan tas yang ia bawa diatas meja kerjanya.
" Boleh kalau gak keberatan!" ucap cahaya sambil menoleh ke lintang dan yang ditoleh menganggukan kepala.
" oke kalau begitu kalian tunggu sebentar ya!" Edo lalu pergi ke lantai dasar menuju ruang pentri.
" Ca kamu udah tau belum?" Tanya lintang sambil bersandar dimeja kerja Cahaya.
" Tau apa?" Cahaya mengangkat alisnya.
" Ada karyawan baru yang akan ditempatkan disini dan yang aku dengar sih dia itu akan ditugaskan untuk membantu kamu menyelesaikan semua itu tu...!" ucap lintang sambil menunjuk tumpukkan berkas dimeja samping cahaya dengan bibirnya.
" Bagus kalau begitu. artinya aku tidak perlu kerja lembur lagi!" Cahaya tersenyum senang.
Tiba-tiba terdengar suara hentakkan kaki berhenti tepat dihadapan mereka.
" Selamat pagi pak !" Sapa Cahaya yang langsung berdiri saat melihat kedatangan Reno.
" Se.. selamat pagi pak!" Sapa Lintang yang gugup karena terkejut dengan kemunculan Reno yang secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Selamat pagi!" Sahut Reno dengan dingin.
" Cahaya, hari ini akan ada pegawai baru dan dia akan ditugaskan untuk membantumu. jadi ajari dia dengan baik dan selesaikan semua pekerjaan itu dalam waktu 1 minggu harus sudah selesai!" Ucap Reno tegas lalu berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya.
" Baik pak" Jawab Cahaya yang kembali duduk di kursi kerjanya.
" Hei ada apa kok mukanya pada tegang gitu sih?" Tanya edo yang baru saja datang dari pentri sambil membawa 2 gelas kopi dan di letakkan diatas meja Cahaya.
" Terima kasih kopinya bang!" ucap cahaya dengan senyumnya yang manis.
" Sama-sama" ucap Edo sambil berjalan menuju lintang.
Lintang mengambil gelas yang disodorkan edo padanya. " Terima kasih bang. oia, bang udah tau belum kalau hari ini ada pegawai baru?" tanya lintang sambil menyeruput kopi yang diberikan edo padanya.
" Tau, tuh orangnya!" Jawab edo sambil menunjuk kearah wanita yang sedang berjalan menghampiri mereka dengan dagunya.
Cahaya dan lintang menoleh kearah yang ditunjuk. dan betapa terkejutnya cahaya saat melihat wanita yang sedang berjalan mengarah padanya.
Cahaya berdiri dengan membulatkan bola matanya dan dengan senyum yang sangat lebar.
" Cahaya" ucap intan yang terkejut dan merasa tidak percaya akan bertemu sahabatnya ditempat kerjanya yang baru.
Dengan cepat intan langsung berhambur memeluk Cahaya.
" Ca... !" panggil intan disela tangisnya dalam pelukan cahaya.
" Intan, apaan sih pake acara nangis segala?" ucap Cahaya sambil melepaskan pelukan sahabatnya itu lalu mengusap air mata dipipi intan dengan ibu jarinya.
" Kamu jahat Ca, pergi gitu aja tanpa kasih kabar, bayu juga sama aja!" ucap Intan sambil cemberut
Cahaya terkekeh melihat sikap intan yang seperti anak kecil. " Iya maaf, aku sibuk banget tuh lihat aja!" kata intan dengan santai sambil menunjuk pekerjaannya yang sudah menantinya.
" Apa itu pekerjaan yang harus kita selesaikan dalam waktu seminggu ini?" tanya intan sambil mengernyitkan dahi.
" iya!" Cahaya lalu mengajak intan berjalan menuju meja kerja lintang yang sedari tadi sedang melihatnya dengan wajah terheran.
" Lintang kenalin ini intan dan intan kenalin ini lintang!" dengan senyum menghias wajah keduanya lalu berjabat tangan.
__ADS_1
" Alamaaaa.... ternyata kalian sudah saling kenal rupanya!" kata edo yang berdiri disamping meja lintang.
" Iya bang, ini intan sahabat lama ku. kenalin tan ini bang edo !" ucap cahaya sambil memperkenalkan keduanya.
Acara perkenalannya sudah selesai kini waktunya cahaya untuk mengajarkan intan mengerjakan tugas yang harus diselesaikan.
Dengan cekatan dan telaten cahaya memberi tahu semua hal yang harus intan kerjakan dan dengan cepat intan dapat menangkap semua yang dijelaskan oleh cahaya padanya.
Waktunya jam makan siang Cahaya mengajak intan untuk makan siang bersama di cafe yang tidak jauh dari kantor.
setibanya dicafe cahaya mengajak intan duduk dimeja yang berada didekat kaca. Cahaya memesan menu makanan dan intan mengikuti menu yang serupa. tidak berapa lama makanan yang mereka pesan tersaji diatas meja dan merekapun melahapnya dengan khidmat.
" Ca, kamu udah lama kerja di perusahaan itu?
tanya intan memulai pembicaraannya sambil mengunyah makanannya.
" Belum lama ya baru 2 bulanan!"
" Yang aku dengar katanya CEO nya sangat tampan tapi juga dingin ya? intan penasaran.
"Maksudmu pak Reno, tuh!" kata Cahaya sambil menunjuk orang yang dibicarakan dengan dagunya.
Reno baru saja datang bersama Bima lalu duduk dikursi yang tak jauh dari tempat Cahaya dan intan berada.
" Itu Ca, orang yang sedang duduk disebelah sana!' Intan hendak menunjuk Reno dengan jari telunjuknya namun ditepis oleh cahaya.
" Husss... hati-hati jangan menunjuknya seperti itu kalau kamu tidak mau dalam masalah!" ucap cahaya yang sedikit membuat intan menciut nyalinya.
" Separah itukah?" intan menelan salivanya dengan kasar.
" Hemmm...!" jawab cahaya sambil menyedot minumannya sampai setengah.
Cahaya dan intan tidak lagi membicarakan CEO yang terkenal dingin itu. mereka lebih memilih menceritakan tentang diri mereka sendiri termasuk menceritakan bayu.
Reno melirik ke arah Cahaya melihat seseorang yang sangat ingin ia lindungi sedang tertawa lepas membuat hatinya merasa cukup lega. Tidak salah keputusannya untuk mempekerjakan intan diperusahaannya dan ditempatkannya satu bagian dengan cahaya.
" semoga kau selalu bisa tertawa selepas itu. jangan lagi menangisi hal bodoh yang menyakitimu!"
__ADS_1