RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Bertemu klien


__ADS_3

Setelah semua laporan siap Reno dan Cahaya pergi ke Sebuah Restoran untuk bertemu dengan klien dari PT Adiaksa Grup.


Di dalam mobil Reno dan Cahaya tidak saling bicara, Cahaya merasa sangat gugup duduk disamping bosnya.


" Kau kenapa diam saja, wajahmu juga terlihat pucat?" tanya Reno memecah kesunyian.


" Ahh... tidak apa-apa, aku hanya merasa sedikit gugup?" jawab cahaya jujur.


" Gugup, kenapa?" tanya Reno penasaran


" Entahlah !" jawab Cahaya lalu melempar pandangan kesisi jalan.


" Apa kamu gugup karena perusahaan kita akan bekerja sama dengan perusahaannya?" tanya Reno yang membuat Cahaya sontak terkejut dan menoleh ke Reno.


" Perusahaannya?" Cahaya mengernyitkan alis.


Reno malah memasang wajah tersenyum.


" maksudmu perusahaannya?" Cahaya penasaran.


" ahhh.... lupakan saja!" ucap Reno yang kemudian membuang pandangan ke sisi jalan.


"Kau ini membuatku penasaran saja!" Ucap Cahaya sambil menunjukkan muka masam.


Cahaya masih belum sadar kalau klien yang akan mereka temui adalah orang-orang dari perusahaan Adiaksa Grup. karena terlalu sibuknya Cahaya sampai lupa jika perusahaan tersebut adalah perusahaan suaminya sendiri.


Reno hanya tersenyum melihat ekspresi bodoh dari wajah Cahaya.


Akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Sekretaris Bima sampai di area parkir Restoran yang dituju. Reno dan Cahaya keluar dari mobil di ikuti oleh Bima kemudian mereka masuk ke dalam Restoran tersebut.


saat memasuki Restoran tersebut beberapa pegawai menyambut dengan sopan dan mereka memberi hormat kepada Reno.


karena Reno tak lain adalah pemilik dari Restoran tersebut.


seorang wanita cantik dan anggun yang bernama Bella menejer di restoran tersebut dengan sopan mempersilahkan Reno duduk di tempat duduk yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


" Kenapa ?" tanya Reno yang melihat sorot mata takjub di mata Cahaya dengan kemewahan dari restoran tersebut.


" wahhhh...indah sekali !" ucap Cahaya takjub dengan pemandangan disekitarnya. mata Cahaya terus berkeliling melihat keindahan penataan dan dekorasi restoran tersebut yang terlihat begitu memanjakan mata.


Reno tak henti menebar senyumnya melihat sikap Cahaya.


pandangan Cahaya terhenti ketika melihat ada beberapa lukisan yang menempel didinding.

__ADS_1


" Pak bos !" panggil Cahaya pelan.


" Sudah ku bilang jangan panggil aku pak bos!"


" bos !"


" kau ini !"


" ahhh... sudahlah kau kan bos ku wajarlah kalau aku memanggilmu dengan sebutan itu lagi pula ini masih jam kerja pak bos !"


" Terserahlah, lalu ada apa kau memanggilku?" Reno duduk menyilangkan kaki dan melipat kedua tangan di perut.


" itu !" Cahaya menunjuk dengan ekor matanya. Mata Reno lalu mengikuti arah pandangan mata Cahaya yang menuju ke beberapa lukisan yang menempel didinding.


" Kenap lukisan itu terlihat begitu banyak mengandung kesedihan?" tanya Cahaya dengan menatap lekat salah satu lukisan yang terpajang tersebut.


" Memangnya Kau mengerti soal lukisan?" tanya Reno dengan tatapan kearah cahaya.


" hemmmm Sedikit " cahaya tersenyum dan menganggukan kepalanya lalu kembali memandang sebuah lukisan fotomorfosis seorang anak perempuan yang hanya menampilkan punggungnya saja.


Reno menatap lekat Cahaya yang terlihat begitu kagum memandang sebuah lukisan.


Cahaya lalu bangun dari kursinya dan berjalan mendekati lukisan yang tertancap di atas dinding tak jauh dari tempat ia duduk.


" Selamat siang Pak Reno, maaf kami sudah membuat anda menunggu lama!" Sapa seseorang yang baru saja datang dan berdiri dihadapan Reno.


" Selamat siang pak Reihan!" jawab Reno yang berdiri bangun dari duduknya menyambut kedatangan rekan bisnisnya itu yang tak lain adalah Reihan. "Silahkan duduk !" kata Reno dengan sopan.


" Bos saya akan panggilkan Ca..!" ucapan Bima dihentikan Reno dengan tangannya yang terangkat ke udara. Bima pun mengurungkan niatnya dan tetap berdiri diposisinya semula dengan sesekali pandangannya mengarah ke Cahaya.


Reihan dan bayu duduk setelah Reno mempersilahkannya duduk sementara Tio berdiri bersama Bima.


Tio terkejut saat pandangannya menemukan sosok yang ia kenal sedang berdiri menatap sebuah lukisan.


Reno memulai pembicaraan tentang kerja sama dua perusahaan besar tersebut meski tanpa Cahaya yang mendampinginya.


Dan dari pihak Adiaksa Grup Reihan mempercayai Bayu untuk memberi penjelasan dan semua hal yang berkaitan dengan kerja sama mereka.


Reno pun merasa puas dengan semua penjelasan yang diutarakan Bayu lalu menyetujui untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan Adiaksa Grup.


Tuttt...tutttt...


Ponsel Cahaya berdering sontak membuat Cahaya terkejut. ia mengambil benda pipih berwarna hitam itu dari dalam tasnya dan menggeser tombol berwarna hijau.

__ADS_1


CAHAYA📱


" Hallo lin, ada apa ?"


LINTANG📱


" Hallo Cahaya, apa kamu masih bersama bos sekarang?"


CAHAYA📱


" Bersama Bos?"


LINTANG📱


" Iya, bukannya kau sedang bersama si bos menemui klien?"


CAHAYA📱


" Bertemu klien?" Cahaya menepuk dahinya sendiri. " Ya ampun aku sampai lupa!" Cahaya menggigit bibirnya lalu menoleh ke meja Reno. " Sudah dulu ya lin !" Cahaya mematikan ponselnya lalu menghampiri Reno.


" Maaf pak saya....!" ucapan Cahaya terhenti saat melihat sosok seorang pria yang duduk disamping bayu menatapnya lekat.


" Ca, kamu disini juga?" tanya bayu yang terkejut dengan kemunculan cahaya yang menurutnya tiba-tiba.


" iya bay kamu juga disini !" jawab Cahaya datar.


" Wah ini sungguh diluar dugaan Ca,setelah ini kita jadi bisa sering-sering ketemu Ca!" Bayu terlihat senang karena kali ini bisa kerja bareng dengan Cahaya.


Reihan hanya diam mendengar ocehan bayu yang panjang lebar sementara Reno sibuk dengan ponselnya.


Setelah lama berada di restoran tersebut dan perjanjian kerja sama pun telah disepakati oleh kedua belah pihak akhirnya Reihan memutuskan berpamitan untuk kembali kekantornya.


Reno dan Reihan pun berjabat tangan Cahaya hanya diam tanpa mengatakan apa-apa pada Reihan, begitu juga sebaliknya Reihan pun terlihat dingin dan sorot matanya sulit diartikan saat menatap Cahaya.


Reihan dan bayu sudah meninggalkan restoran begitupun dengan tio yang selalu setia mendampingi Reihan.


setelah Reihan pergi Cahaya menghempaskan napas dengan kasar.


" Rupanya ini yang kau maksud tadi di dalam mobil?" tanya Cahaya.


Reno hanya menjawab dengan senyuman. lalu bangkit dari duduknya dan melenggang pergi meninggalkan Cahaya yang masih duduk dengan raut wajah masam.


Reno menghentikan langkahnya " Apa kau akan terus duduk disitu dengan wajah jelekmu itu ?" ucap Reno tanpa menoleh ke Cahaya lalu kembali melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Cahaya langsung bangkit dari duduknya dan berlari mengejar Reno yang sudah pergi terlebih dahulu bersama Bima.


__ADS_2