RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Sepasang kekasih


__ADS_3

Flashback on


" Pak Reno!" Sapa Bima bangkit dari duduknya lalu memberi hormat pada atasannya.


" Ada apa Bim, Apa adikku baik-baik saja?"


" Maaf pak, Sepertinya non Cahaya tidak dalam keadaan baik!" ucap Bima menundukkan kepalanya.


"Apa maksudmu?" Reno mengernyitkan dahi


" Tadi saya melihat non Cahaya lari keluar dari apartemen dengan keadaan menangis. saya mengikutinya namun saat non cahaya jatuh dijalan dan saya hendak menghampirinya tapi tiba-tiba ada Intan datang menghampirinya dan mereka pergi ke rumah intan. ini pak alamat rumah intan!" ucap Bima yang menyodorkan secarik kertas bertuliskan alamat intan diatas meja.


" Kurang ajar berani-beraninya dia membuat adikku menangis, akan aku beri pelajaran dia!" Ucap Reno geram.


Reno mengambil kertas itu dan melihat alamat intan yang tertera disana.


" Apa kau tau apa penyebab Cahaya menangis ?"


" Sepertinya karena mantan kekasih pak Reihan pak, tadi saya melihat mereka berdua keluar dari apartemen tersebut dan pak Reihan memapahnya kedalam mobil setelah saya mengikutinya ternyata mereka datang ke rumah sakit ini pak" Ucap Bima memberi tahu.


" Mantan kekasihnya?" Tanya Reno penuh penekanan.


" Iya pak, Dia seorang model namanya Clara dan dia terikat kontrak dengan PT. Mentari Grup !" jelas Bima.


" PT. Mentari Grup?"


" Betul pak!"


" Berapa saham yang kita miliki di perusahaan itu?" tanya Reno


" 59 persen pak!" jawab Bima.


" Bagus, kamu awasi mereka. jika mereka macam-macam jatuhkan mereka!" Ucap Reno tegas.


" Siap pak!"


" Terima kasih Bima, kamu sudah banyak membantuku. sekarang kamu pulang dan istirahatlah!" ucap Reno bangkit dari duduknya dan pergi. Bima membungkukkan badannya tanda memberi hormat.


Reno berjalan menuju kamar tempat mamahnya dirawat. namun langkahnya terhenti saat melihat sosok yang dikenalinya bersama seorang wanita.


pria itu memapah seorang wanita berjalan masuk keruang pemeriksaan. mungkin kalau tidak ingat berada dirumah sakit Reno pasti sudah menghajarnya.


Reno lalu memutuskan untuk menelpon Cahaya dan menjemputnya dirumah Intan.

__ADS_1


Flashback off


Reno mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Suasana malam yang sepi membuatnya tidak butuh waktu lama untuk tiba di rumah kontrakan Intan.


Cahaya dan intan sedang makan malam berdua. Karena suasana hatinya yang sedang tidak bagus Cahaya hanya mengaduk-aduk makanan dipiringnya.


" Ca, makanlah kenapa cuma diaduk-aduk saja, apa masakanku ini kurang enak ya? " ucap Intan sedikit kecewa.


" Masakanku pasti bukan selera kamu ya Ca , maaf ya Ca aku cuma bisa masak seperti ini!" ucap Intan datar.


" Intan, maaf ya bukan maksudku bikin kamu sedih. aku bukannya tidak menyukai masakanmu aku.... aku cuma sedang tidak berselera. maafkan aku ya!" Cahaya menundukkan wajahnya dan tanpa bisa dibendung airmatanya kembali lolos.


" Ca, maaf aku yang salah karena tidak memahami kondisi hati kamu. maafkan aku ya Ca. intan menarik tubuh Cahaya kedalam pelukannya. Cahaya masih menangis dalam pelukan intan.


mereka melepaskan pelukannya saat mendengar suara pintu diketuk.


Tokkk.... tokk.... tokkkk....


" Assalamualaikum..!" Ucap Reno namun belum ada jawaban dari dalam.


Reno mengetuk pintu kontrakan Intan dengan keras sampai membuat intan merasa kesal.


"Assalamualaikum...!" Ucap Reihan kembali memberi salam.


" Wa'a...lai..kum salam!" Ucap Intan tercengang saat sudah membuka pintu rumahnya dan melihat sosok yang ada dihadapannya.


" Pak Reno?" Mata Intan membulat seketika saat melihat bos yang terkenal dingin dan super cuek tengah berdiri dihadapannya.


" Di mana Cahaya?" Deggggg... Intan sontak terkejut mendengar ucapan Reno yang mencari Cahaya.


" Se... sebentar sa..saya panggilkan . Silahkan masuk pak Reno!" Ucap Intan gugup. Intan membalikan punggungnya dan berjalan hendak memanggil Cahaya namun baru beberapa langkah Cahaya sudah menyembul dari dalam.


" Dek..!" Reno langsung berhambur menghampiri Cahaya dan menarik tubuh mungilnyanya kedalam pelukannya.


Tangis Cahaya pun kembali pecah dalam pelukan Reno sang kakak. " Mas... hiksss..hiksss!" Ucapnya lirih dalam pelukan dada bidang Reno yang kekar.


Intan hanya diam terpaku melihat adegan yang ada dihadapannya. pikirannya dipenuhi dengan tanda tanya besar, bagaimana tidak belum lama cahaya bercerita tentang statusnya sebagai isteri dari Reihan CEO dari PT . Adiaksa Grup kini dia dibuat bingung dengan kehadiran CEO PT. SC grup yang terlihat begitu mengkhawatirkan sahabatnya itu.


Cahaya melepaskan pelukan sang kakak setelah merasa sedikit tenang. Reno menghapus lembut airmata dipipi Cahaya dengan ibu jarinya.


" Maafkan mas dek, Andai tadi mas mengantarkan kamu sampai kedalam. mungkin mas sudah menghajarnya. Berani sekali dia menyakitimu!" Ucap Reno dengan emosi.


Reno mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar. dia merasa geram melihat wajah Cahaya yang sembab karena terlalu banyak menangis.

__ADS_1


" Mas !" Ucap Cahaya pelan menarik lengan Reno dan menenangkannya. Cahaya pun tersadar ada seseorang yang berdiri mematung memperhatikan mereka dan menatap dengan penuh kebingungan. Intan yang masih diam berharap ada penjelasan dari apa yang dilihatnya.


" Sebaiknya kalian duduk dulu. aku akan tinggal kedapur membuatkan minum.!" Ucap Intan yang berjalan melalui keduanya yang masih berdiri.


" Duduk mas!" ucap Cahaya.


Didapur Intan menoleh kearah pintu merasa bingung dengan sikap Cahaya yang entah sejak kapan mereka begitu akrab.


Tak begitu lama Intan sudah keluar lagi dengan membawa minuman diatas nampan ditangannya.


Dengan hati-hati Intan meletakkan Gelas yang berisi minuman keatas meja. " Silahkan diminum pak, maaf cuma teh!" ucap intan mempersilahkan Reno minum.


" Iya terima kasih !" ucap Reno pelan. Intan merasa sedikit ada yang berbeda dengan sikap Reno. Biasanya Reno terlihat dingin dan angkuh tapi Reno yang dihadapannya saat ini terlihat begitu lembut dan perhatian.


Cahaya mengambil segelas minuman yang ada diatas meja dan memberikannya pada Reno. " Terima kasih sayang !" Ucap Reno dengan seulas senyum dibibirnya dan terlihat sangat manis dimata Intan yang tertegun mendengar kata sayang dari bibir Reno pada Cahaya!"


Intan hendak melangkah pergi kedalam kamarnya dan membiarkan mereka berdua agar bisa leluasa untuk berbicara.


namun langkah intan saat tangan seseorang menariknya dan membuat Intan terhempas duduk di bangku.


" Kamu mau kemana Intan? " Tanya Cahaya setelah menarik tangan intan.


" Aku mau kedalam !" Jawab intan yang terlihat gugup.


" Kamu disini aja, aku tau kamu pasti bingung dan penasaran kan dengan sikap bos kita yang satu ini? pasti kamu punya pikiran yang aneh-aneh kan dengan kami?" Tanya Cahaya yang membuat Intan menjadi salah tingkah.


" Sayang Jangan menggoda intan seperti itu?" Ucap Reno lembut.


Intan lagi-lagi terperanga dengan ucapan kata sayang Reno pada Cahaya. melihat wajah bingung Intan yang seakan mengganggap mereka adalah sepasang kekasih membuat Reno dan Cahaya tertawa. ditambah ketika intan menoleh dan menatap Cahaya datar.


" Ca kalian?" Ucap Intan penuh tanya.


" Wajahmu lucu sekali intan menatapku seperti itu" Cahaya tertawa. " Apa yang ada dalam pikiranmu saat ini, Hemm... ?" tanya Cahaya setelah menghentikan tawanya.


" Maafkan aku ya, Karena selama ini aku gak pernah cerita sama kamu tentang Bos kita yang super nyebelin ini." Cahaya melirik Reno dan disambut dengan mengernyitkan alis oleh Reno.


" DeeeeekÄ·kk...!" ucap Reno mendelik.


" Hee...heeee... iya mas maaf!" Ucap Cahaya sedikit tertawa.


" Kamu pasti beranggapan kalau aku dan Cahaya ini punya hubungan yang special kan?" Tanya Reno dan dijawab dengan sebuah anggukan oleh intan.


" Kamu benar banget kalau punya pemikiran seperti itu intan, karena hubungan aku sama Cahaya memang sangat special. kami saling menyayangi satu sama lain dan aku pun tidak akan pernah membiarkan seseorang menyakitinya dan membuatnya menangis lagi. seperti sekarang pasti aku akan memberi perhitungan pada laki-laki pengecut itu. beraninya dia menyakiti orang yang sangat aku sayangi!" Reno menjadi geram sendiri bila teringat dengan Reihan.

__ADS_1


" Mas Reno, sudahlah mas mungkin aku saja yang terlalu percaya diri menganggap dia benar-benar mencintai aku.!"


__ADS_2