
Cahaya berada didapur membantu bi susan memasak. Reno keluar dari kamarnya dan menuju dapur mengambil segelas air lalu meneguknya hingga tandas Reno hanya menengok sekilas kearah Cahaya yang sedang sibuk memasak bersama bi susan lalu pergi keluar rumahnya menuju taman yang berada disamping rumahnya. Cahaya melirik dan memperhatikan sang kakak yang pergi dan menghilang dari balik tembok.
" Kenapa dengannya? tidak biasanya mas Reno seperti itu?" gumam Cahaya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Ada apa Non?" tanya bi susan yang melihat Cahaya menggeleng gelengkan kepala.
" gak ada apa-apa kok bi!" Cahaya tersenyum tipis.
_______
Di taman Reno mendudukan dirinya disebuah bangku yang terletak dibawah pohon. Reno menghela napas kasar dan kakinya menendang-nendang batu krikil yang terhampar dibawah bangku yang didudukinya.
sesekali ia mengusap rambutnya kasar dan memukul dahinya berkali-kali.
" Bodoh... bodoh... bodoh..!" Reno memaki dirinya sendiri.
" Apa dia akan membenciku? aku harus menemuinya dan meminta maaf padanya!" Gumam Reno dalam hati lalu beranjak dari duduknya setengah berlari masuk kedalam rumah menuju kamarnya.
Didalam kamar Reno mengambil kunci mobil , hp dan dompetnya dari dalam laci dan tidak lupa memakai kaca mata hitam membuat Reno terlihat tambah cool dengan kaos putih dan celana jins hitamnya.
Reno keluar dari kamar dan menghampiri Sekar yang baru pulang dan langsung menuju dapur karena melihat putrinya sedang sibuk membantu bi susan.
" Mah, Reno pamit dulu ya mau keluar sebentar!" Reno mengulurkan tangannya pamit pada sang mamah.
Cahaya yang sedang mengiris bawang menoleh dan melihat Reno berpamitan pada sang mamah meletakkan bawang dan pisau yang ada ditangannya langsung menghampiri Reno.
" Mas Reno mau kemana, kok udah rapih gitu?" Tanya Cahaya menatap Reno dari ujung kaki sampai ujung kepala.
__ADS_1
" Kenapa ngeliatin masnya kaya gitu? mas ada urusan sebentar!" Reno mengacak-acak rambut Cahaya dan cahaya menepisnya kasar.
" Iihh... mas Reno berantakan tau!" Cahaya cemberut dan merapihkan rambutnya.
" Abis kamu gemesin sih, Haa..ha..!" Reno tertawa renyah.
" Memang kamu mau pergi kemana sih Ren?" Tanya mamah menghentikan tawa Reno seketika.
" Emmm... aku ingin menemui seseorang mah" jawab Reno menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Siapa?" Tanya Cahaya menyelidik menyenggol bahu Reno.
" Mau tauuuuuu aja!" Reno mencubit kedua pipi Cahaya gemas lalu cepat-cepat pergi.
"Assalamualaikum!" ucapnya sambil melambaikan tangan pada cahaya dan tertawa renyah.
" Husss.. pelankan suaramu sayang, Raka sedang tidur!" Sekar meletakkan jari telunjuk di bibirnya dan mendelik pada Cahaya.
" Maaf mah!" Cahaya tertawa kecil dan kembali melanjutkan memotong bawangnya.
Reno masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesinnya. Pak ahmad yang bertugas menjaga rumah buru-buru membuka pintu gerbang karena melihat mobil Reno yang sudah menyala dan didepan pintu gerbang pak Ahmad berpapasan dengan Intan yang baru keluar dari taksi dan menghampiri pak Ahmad.
" Assalamualaikum!" Ucap Intan pada pak ahmad.
" Wa'alaikum salam non!"
" Maaf pak, Cahayanya ada?" tanya Intan dengan sopan.
__ADS_1
"Ada non, maaf non tunggu sebentar ya!" Pak Ahmad buru-buru membuka pintu gerbang lebih lebar karena Reno sudah memberi klakson berkali-kali.
" Kenapa lama sekali sih pak ahmad buka gerbangnya?" Tanya kesal Reno yang membuka kaca mobilnya.
" Maaf den Reno itu ada temannya non Cahaya!" Tunjuk pak Ahmad pada Intan yang berdiri didekat pintu gerbang. Reno masih belum menyedari keberadaan Intan.
" Ya sudah suruh masuk aja pak!"
" Baik den Reno" pak ahmad menghampiri Intan dan menyuruhnya untuk segera masuk. Reno melajukan mobilnya keluar dari pintu gerbang
Deg....
betapa terkejutnya Reno melihat Intan sekilas berdiri disisi gerbang sedang berbicara dengan pak Ahmad.
" Intan?" gumam Reno.
" Syukurlah ia sudah pergi!" Intan bernapas lega melihat mobil Reno berlalu dari hadapannya.
Pak Ahmad mempersilahkan Intan masuk kedalam rumah dan mengantarkannya menemui cahaya tapi sebelumnya ia harus menutup pintu gerbangnya terlebih dahulu.
Intan berjalan dibelakang pak ahmad, ia merasa gugup bertemu dengan mamahnya Reno dan Cahaya.
" Tunggu sebentar ya non, saya panggilkan dulu non Cahayanya!" Pak Ahmad berjalan menuju dapur
" Maaf Non Cahaya ada tamu " Pak Ahmad memberitahu.
" Ahh.. iya pak Ahmad, terima kasih!" Cahaya sudah selesai memasak dan menghentikan kegiatannya menata masakannya diatas meja dan berjalan menghampiri Intan.
__ADS_1