RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Serangan Dadakan


__ADS_3

Setelah makan malam yang sedikit menegangkan Reno mengantarkan Intan pulang. disepanjang perjalanan pun Reno dan Intan tidak saling bicara sampai akhirnya mobil terhenti didepan rumah bibinya Intan.


Intan memang sengaja memutuskan untuk pulang ke kota **** karena mendapat telpon yang mengataka bahwa bibinya sedang sakit dan bayu belum bisa pulang untuk menemui ibunya. Bayu meminta tolong kepada Intan untuk menjaga ibunya dan dia akan pulang jika pekerjaannya sudah selesai.


Intan yang kebetulan belum mengambil cuti akhirnya menyetujui keinginan Bayu untuk menjaga dan merawat ibunya.


saat mobil sampai didepan pekarangan rumah bayu citra yang mendengar suara mobil berhenti didepan rumahnya mengintip dari jendela dan langsung membuka pintu saat dilihatnya Intan pulang diantar oleh seorang pria tampan.


" Kak Intan baru pulang?" tanya Citra yang sudah berdiri diambang pintu.


Intan menoleh saat mendengar suara Citra yang bertanya padanya.


" Iya, Maaf kalau kak Intan pulangnya kemalaman!" Ucap Intan dengan senyum tipis dibibirnya.


" Tidak apa-apa kak, oia siapa kakak yang tampan itu?" Tanya Citra yang menatap kagum pada Reno yang berdiri dipintu mobil dan melambaikan tangan padanya.


" Itu Mas Reno, bos kakak dikantor sekaligus kakaknya kak Cahaya!" Terang Intan yang tersipu malu saat melihat Reno terus saja menatapnya.


" Kakaknya kak Cahaya?" Citra terkejut karena setahunya Cahaya tidak memiliki kakak.


" Hai..!" Sapa Reno yang berjalan menghampiri Citra yang sudah berdiri disamping Intan.


" Hai Kak Reno!" Citra membalas sapaan Reno.


" Ini Citra mas adiknya Bayu!" Ucap Intan memberi tahu Reno.


" Owhh.. jadi namamu citra nama yang cantik secantik orangnya!" Reno mengulurkan tangannya dan dengan senang hati Citra menyambut uluran tangannya.


" Tidak ku sangka Bayu ternyata bayu punya adik secantik kamu!" ucap Reno dengan senyum tipis dibibirnya. " Gombal sama anak kecil!" gumam Intan pelan namun masih bisa terdengar oleh Reno.


" Kau bilang apa tadi?" Reno menatap Intan yang terkejut karena Reno ternyata mrndengar gumamannya.


" Akhhh.... tidak, aku tidak bicara apa-apa!" jawab Intan gugup.


" Apa kau cemburu karena aku...!" kata-kata Reno terhenti " Citra bagaimana keadaan bibi hari ini?"Intan memotong kata-kata Reno.

__ADS_1


"Issshhh..!" Reno mendelik pada Intan dan Citra menahan tawanya melihat raut wajah Reno yang berubah kesal saat Intan mengalihkan pembicaraannya.


" Ibu baik-baik saja kak, hari ini ibu sudah mau makan banyak dan sekarang sudah tidur!" jawab Citra sambil tersenyum.


" Syukurlah kalau begitu!" Intan merasa lega karena seharian tidak bisa menjaga dan merawat bibinya.


" Apa bibimu sedang sakit?" Tanya Reno yang sedari tadi diam menyimak semua pembicaraan dua gadis yang ada dihadapannya.


" Iya, bibiku sedang sakit sebab itulah aku ada disini dan mengambil cuti!" Jawab Intan.


" Lalu bagaimana dengan Bayu, kenapa dia tidak pulang untuk melihat kondisi ibunya?" tanya Reno yang merasa heran kenapa intan yang harus cuti sementara Bayu tidak pulang untuk menemui ibunya sendiri.


" Saat ini Bayu sedang sibuk, banyak hal yang harus ia kerjakan setelah perusahaan Adiaksa Grup digabung dengan PT SC Grup. terlebih saat ini CEO nya sedang sibuk menggombali gadis dibawah umur!" Ucap Intan menyindir Reno yang sempat menggombali Citra.


" Kau menyindirku, sudah berani ya kau sekarang?" Tanya Reno dengan tatapan tajamnya dan melangkah mendekati Intan hingga membuat Intan bergidik ngeri dan berjalan mundur.


" Ehemmmm... maaf ya aku tidak ikut campur dengan urusan orang dewasa!" Ucap Citra yang langsung berlari pergi sambil tertawa.


" Kau mau apa?" Intan ketakutan karena tubuhnya suduh tersudut membentur tembok.


" Aku mau... !" ucapan Reno terhenti menatap lekat mata Intan dan turun kebibirnya yang merah merona membuat Reno tanpa pikir panjang lagi langsung mengecupnya sekilas.


Intan merasa terkejut atas apa yang dilakukan Reno padanya sementara didalam mobil menuju perjalanan pulang Reno senyum-senyum sendiri teringat dengan apa yang telah ia lakukan pada intan.


____________


4 bulan kemudian.


Reihan terpaksa harus kembali ke ibu kota karena urusan pekerjaannya dikota*** sudah selesai dan dia harus kembali ke kantor pusat tapi dia tidak mau jika harus berpisah dengan anak dan isterinya.


" Mas jika mas harus segera pulang ke ibu kota, gak apa-apa kok mas disini ada mbok jum yang akan menemaniku mas!" Ucap Cahaya yang melihat keresahan pada diri suaminya.


" Mas gak mau jauh-jauh dari kalian sayang, mas gak bisa!" Reihan merasa prustasi dan mengusap rambutnya kasar.


Sekar memperhatikan anak dan menantunya yang terlihat bermasalah lalu menghampiri keduanya dengan sambil menggendong baby Raka yang kini tambah gendut dan berisi.

__ADS_1


" Kalian kenapa, apa ada masalah?" Tanya Sekar yang berdiri sambil menimang nimang Raka.


" Mas Reihan mah, lusa harus kembali ke ibu kota karena pekerjaannya disini sudah selesai !" Terang Cahaya.


" Ya sudah kalian kembali saja ke ibu kota dan tinggal di rumah mamah!" saran Sekar.


"Tapi mah!" ucap Reihan terpotong.


" Tidak ada kata tapi-tapian. mamah tidak mau ada penolakan. Mamah ingin bersama cucu mamah karena rumah itu terlalu besar mamah merasa kesepian!" Ucap Sekar lirih.


" Mamah!" Cahaya menghampiri mamahnya dan memeluknya erat.


" Hussss... kamu jangan nangis, lihat Raka dia akan ikut menangis kalau mamahnya cengeng begini!" Sekar mencubit pipi Cahaya dan tersenyum tipis begitupun Cahaya.


Reihan dan Cahaya mengemaskan barang-barangnya yang akan mereka bawa termasuk semua milik baby Raka.


" Mas bagaimana dengan mamah widia?" Tanya Cahaya menghentikan tangannya yang sedang memasukkan baju milik Raka kedalam tas.


" Mas akan berbicara dengannya nanti setelah sampai di ibu kota.!" Reihan bangun dari duduknya dan menghampiri Cahaya yang tengah duduk ditepi tempat tidur." bagaimana pun papah dan mamah harus tau tentang kita dan kali ini mas gak akan membiarkan kau pergi meninggalkan mas lagi. apapun yang orang lain katakan mas akan lebih percayakan semuanya kepadamu isteriku tersayang.!" Ucap Reihan yang kemudian mencubit gemas pipi Cahaya.


" Mas..!" pekik Cahaya


" Habis kamu gemesin sih!" Reihan tertawa lalu mengecup sekilas bibir Cahaya.


" Mas ihhh...!" Cahaya memukul pelan bahu Reihan.


" Haa....haa...!" Reihan tertawa dan Cahaya pun ikut tertawa.


_________


Reno sudah kembali ke kantor pusat setelah pertemuannya terakhir dengan Intan saat ia mengantarkannya ke rumah bibinya. saat pagi harinya ia ingin menemui Intan namun setelah ia menerima telpon dari Bima Ia langsung memutuskan untuk kembali ke kota.


Reno tidak sempat memberi kabar kepada Intan karena sesampainya dikota ia langsung pergi kekantor dan mengadakan meeting dengan rekan-rekan bisnisnya. Reno benar-benar harus bekerja ekstra karena menggabungkan 2 perusahaan begitu menguras otak dan butuh kehati-hatian.


Intan yang tidak tahu kalau Reno sudah kembali ke kota merasa kecewa karena terlanjur percaya kalau Reno akan datang menjemputnya. " Ihhh... apaan sih aku ini percaya begitu saja dengan ucapannya. sadar intan sadar!" gerutu intan yang kesal dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah sebulan berada di kota*** dan bibinya pun kesehatannya sudah membaik Intan akhirnya memutuskan untuk kembali kekota karena masa cutinya pun tengah habis dan dia akan kembali bakerja.


Setelah lama mengambil Cuti hari ini adalah hari pertama Intan kembali bekerja di PT SC Grup. Entah kenapa ada rasa gugup yang menyelimuti hatinya. dan benar saja Reno dan Intan yang tanpa sengaja bertemu pun terlihat canggung dan Intan lebih memilih menghindar dari Reno.


__ADS_2