
Di Butik
Cahaya sibuk dengan butik mamanya yang saat ini ditinggal sang mama ke luar negeri.
ada seorang wanita cantik, seksi dan sangat arogan. wanita itu datang ke butik dan memaksa untuk dibuatkan sebuah gaun pesta oleh Sekar dalam waktu seminggu. Cahaya sudah menjelaskan kalau untuk sementara Mamanya Sekar tidak bisa memenuhi permintaan wanita tersebut namun tetap saja wanita itu memaksa dan bersikap sangat kasar.
" Maaf nona butik kami tidak bisa menerima pesanan untuk seminggu ini, kalau mau tunggu sampai minggu depan setelah mama sayang pulang dari luar negeri!" Ucap Cahaya sopan.
" Sungguh tidak profesional sekali ya ternyata nyonya Sekar itu. sangat mengecewakan , baru kali ini ada butik yang berani menolak permintaan dari seorang Amira Natasya Ananta!" Ucap Amira wanita yang dengan sombongnya berkata kepada Cahaya.
" Maaf jika nona Amira merasa kecewa dengan pelayanan butik kami, tapi butik kami memang teruntukan kepada mereka yang memiliki kesabaran untuk menunggu pemilik butik sekaligus disainer itu sendiri pulang dari tugasnya. jika memang anda berkeberatan silahkan cari butik yang lain saja, saya permisi nona Amira !" tegas Cahaya yang berlalu meninggalkan Amira yang kesal.
" Dasar bodoh!" umpat Amira.
Cahaya menghentikan langkahnya dan kembali berbalik badan lalu menghampiri Amira.
" Bodoh? maksud anda apa ya nona Amira yang terhormat?" Tanya Cahaya penuh penekanan disetiap kata-katanya.
Amira tergelak dengan pertanyaan Cahaya ia menyeringai menatap tajam pada Cahaya.
" Bodoh, kau sangat bodoh menolak permintaan dariku. kau lihat saja nanti aku bisa membuat butik ini hanya tinggal nama. camkan itu!" Amira pergi setelah mengucapkan kata-katanya. Cahaya hanya mendengus kesal ada orang seperti itu sombong dan keras kepala.
Cahaya masuk kedalam ruangan khusus yang ada didalam butik ia duduk dikursi yang ada diruangan itu dan memijat dahinya yang terasa penat setelah menghadapi wanita tak penting menurut Cahaya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Di kantor pusat
Ini adalah hari pertama Intan masuk kantor setelah beberapa hari mengambil cuti. seperti biasa teman - teman kerjanya merasa sangat senang karena Intan sudah masuk kerja lagi. I
Intan baru saja mendudukan dirinya dikursi kerjanya Lintang yang baru saja datang bersama murni pegawai yang baru beberapa hari bergabung satu bagian dengan mereka langsung saja berhambur memeluk Intan.
" Kau kemana saja, cuti kok lama banget sih. aku kangen tau!" Celoteh Lintang yang melepaskan pelukannya.
" Aku kan udah bilang sama kamu aku tuh pulang ke kota X !" Intan tersenyum tipis.
" Iya aku tahu tapi kenapa lama banget sih? ngapain aja disana?" Lintang menarik kursinya kedekat Intan.
" Bibi ku masuk rumah sakit kamu tau kan?" tanya Intan.
Lintang mengangguk. " Lalu bagaimana keadaan bibimu sekarang?"
__ADS_1
" Alhamdulillah sudah sembuh!"
" Syukurlah!" Lintang merasa lega lalu melihat Intan yang sedang melirik kearah murni yang sedang duduk ditempat kerjanya sebelah meja Lintang.
"Dia Murni pegawai baru!" Ucap Lintang yang tahu arti dari pandangan Intan." Murni dia ditugaskan untuk menggantikan pekerjaanmu selama kamu cuti kemarin!" lanjut Lintang.
" Owh...!" Intan tersenyum tipis dan tiba-tiba saja suara gadung membuat Intan terkejut dengan kedatangan dua manusia perusuh menurut Intan dan Lintang.
" Wahhhh.... bidadariku sudah kembali bekerja rupanya!" Teriak Edo yang baru saja datang bersama Andra dan langsung menghampirinya. Murni yang belum mengenal Intan hanya meliriknya malas.
" Assalamualaikum Cantik!" Sapa Andra yang sudah berdiri didepan meja Intan.
" Wa'alaikum salam, abang-abang ganteng!" Sahut Intan dengan senyum yang menghias wajah cantiknya.
" Duhhhh.... Bidadari abang makin cantik aja sih ?" Goda Edo membuat Murni yang mendengarnya terasa jengah.
" Cantik apanya cantikkan aku kemana-mana kalee..!" Gumam Murni.
" Ahhh... si abang bisa aja, untuk aku gak punya sayap kalau punya udah terbang deh!" Timpal Intan dengan tertawa.
" Kamu cuti kemana si Tan lama bener?" Tanya Andra
" Jenguk bi Ratih dia masuk rumah sakit!" Jawab Intan
" Mungkin karena dia terlalu panik kali Ndra jadi gak sempet bilang!"
"Mungkin, terus sekarang bagaimana keadaan ibunya?"
" Alhamdulillah udah sehat!"
" Syukurlah!"
" Oia Ndra, Bayu sekarang di tugaskan di kantor Cabang, waktu itu ada sedikit masalah disana jadi pas pak Reno berada di kantor cabang meminta Bayu untuk bertugas disana membantu pak Reno mengawasi perusahaan tersebut!" Kata Intan.
" Kamu yang benar Tan?" Andra terkejut kalau Bayu dipindah tugaskan.
" Beneran, Bayu dipindah tugaskan disana selain untuk membantu perusahaan juga agar Bayu bisa dekat dengan keluarganya apalagi ibunya kan sering sakit-sakitan" terang Intan.
" Ehemmmm...!" Suara deheman seseorang yang baru saja datang mengagetkan mereka semua yang ada diruangan itu.
" Pagi Pak Reno!" Sapa semua pegawainya termasuk Intan. mereka semua terlihat takut kena marah dan langsung berhambur ke meja kerja masing-masing.
__ADS_1
Reno masih tidak beranjak dengan Bima yang berdiri tegap dibelakangnya. Reno melihat ada seorang wanita yang terlihat asing dimatanya sedang duduk dimeja kerjanya dan tersenyum ke arahnya. Reno seperti biasa hanya bersikap cuek dan dingin. Intan menatap Reno dengan tatapan yang sulit diartikan. Reno lalu berjalan dan masuk keruangannya diikuti oleh Bima.
Setelah berada diruangannya Reno menghempaskan dirinya duduk dibangku kebesarannya.
" Bim, siapa wanita itu?" Tanya Reno to the point
" Wanita mana maksudnya anda pak?" Bima bingung
" Kamu tidak tau maksudku?" Reno menatapnya tajam
" Maaf pak, jika yang anda maksud wanita yang ada di satu bagian dengan non Intan wanita itu bernama Murni dia pegawai baru yang Pak Reno pinta untuk mengerjakan pekerjaan Non Intan selama cuti.!" Tutur Bima.
" Memangnya ada apa dengannya pak?" Bima jadi penasaran
" Tidak ada apa-apa, aku hanya tidak suka dengan penampilannya yang terlalu seksi. membuat mataku sakit saja!" kesal Reno yang merasa tidak nyaman dengan karyawan barunya.
Murni memang cantik dia suka sekali berdandan dan memakai pakaian seksi. dia diterima bekerja di PT SCR grup merasa sangat senang terlebih saat dia tahu kalau CEO nya terkenal sangat tampan dan juga dingin tapi hal itu tidak berpengaruh dengan niat Murni yang ingin mengambil hati sang CEO.
Intan berada dimeja kerjanya duduk serius menatap layar komputer dihadapannya dengan jari jari lentiknya yang lihat bergerak diatas keyboard.
" He Intan, berhubung kamunya udah masuk kerja lagi nih selesaikan pekerjaan kamu sendiri!" Murni menghempaskan beberapa file diatas meja kerja Intan dengan kasar. membuat Intan yang sedang fokus dengan komputernya merasa terkejut dengan sikap Murni ditambah dengan tatapannya yang sinis.
Lintang menoleh begitu juga dengan Andra dan Edo. mereka tidak menyangka Murni yang belakangan terlihat pendiam kini keluar aslinya.
Intan mengambil file yang diberikan Murni tanpa mau meladeni sikap Murni yang tidak sopan dengannya karena Intan tidak ingin mencari ribut dan mempermalukan suaminya atas sikapnya. meskipun di kantor belum ada yang tau setatusnya saat ini tetap saja Intan ingin menjaga kehormatan suaminya karena itu adalah tugasnya sebagai seorang isteri.
Melihat sikap Intan yang cuek dan tidak menghiraukan ucapannya membuat Murni merasa geram sendiri.
" Aku tahu kau itu senior tapi jangan sok jadi senior deh. kerjain tugasmu sendiri jangan dilimpahkan ke orang lain. kau yang cuti tapi bersikap seenaknya tidak bertanggung jawab!" sarkas Murni.
Intan masih diam dan fokus dengan pekerjaannya dia tidak ingin membuang-buang waktu meladeni orang seperti Murni yang gak penting menurut Intan.
Edo yang mendengar ucapan Murni mendengus kesal. " ehhh anak baru jaga ucapan loe.!" tegur Edo "emang loe diterima disini buat apa, buat kerja bukan cuma buat nebelin tuh muka. mau Intan cuti atau gak kerjaan yang udah diserahin ke elo itu udah jadi tugas loe tau gak sih loe. jadi anak baru aja udah belagu!" Kesal Edo.
Murni tidak terima dengan ucapan Edo yang sinis kepadanya yang telah membela Intan.
" Eh mentang-mentang loe senior bang jangan sok ngatur deh loe bang. ntar kalau gue udah jadi isteri Pak Reno udah gue pastiin elo semua bakalan gue pecat!"
Degg
Intan terkesiap dengan ucapan Murni yang berkhayal tingkat tinggi gak tau aja wanita yang ada dihadapannya isteri dari pria yang dia bicarakan.
__ADS_1
Intan menatap tajam Murni tatapan yang sangat menakutkan. Murni yang mendapatkan tatapan tajam dari Intan jadi menciut.