RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
PREMAN


__ADS_3

" Ada apa ya dengan mereka, apa mereka sedang bertengkar?" tanya intan penasaran.


Bayu yang melihat kesedihan diwajah cahaya langsung berdiri dan pergi meninggalkan intan mengejar cahaya.


Reihan menatap dengan tatapan elangnya melihat bayu yang berjalan keluar. ia menghentakan kepalan tangannya diatas meja.


Intan yang juga merasa khawatir dengan cahaya memutuskan menyusul bayu keluar.


" Cahaya tunggu !" ucap bayu dari belakang menarik tangannya membuat cahaya berdiri berhadapan dengannya.


" Ca, kamu nangis ?" bayu terkejut melihat bulir airmata membasahi wajah cantik cahaya yang tersorot lampu-lampu jalan.


Cahaya melepaskan tangan bayu yang menggenggam pergelangan tangannya, lalu menghapus air matanya.


" Aku gak apa-apa kok bay, ini tadi mataku kena debu "! ucap cahaya berbohong.


" Jangan membohongiku ca, kamu tuh gak pandai berbohong"


Cahaya menunduk memainkan jari-jarinya.


" Ca, sebenarnya siapa pria yang bersamamu tadi ?"

__ADS_1


ucapan bayu mengingatkan cahaya akan sosok Reihan yang sedang cemburu buta karena sosok pria yang ada dihadapannya.


"Ahh... gawat, jika Reihan melihatku saat ini sedang bersama bayu pasti emosinya akan meledak. entah kemarahan seperti apalagi yang akan diperbuatnya".


batin cahaya.


" Bayu maaf aku harus pergi" ucap cahaya sambil melihat sekitar khawatir Reihan melihat kebersamaan mereka. baru jalan selangkah seseorang memanggilnya dan cahayapun menoleh.


"Cahaya, bayu" intan berlari ke arah mereka berdiri. " Hai Ca, kamu mau kemana?" tanya intan yang telah berdiri dihadapannya.


" Hai tan, aku mau pulang " jawab cahaya dengan senyum.


" Sudah lama kita gak kumpul bareng kaya gini ca, bagaimana kalau malam ini kamu jangan pulang dulu dan kita kumpul kaya dulu lagi di cafe ini?" ucap intan dengan tangan menggandeng tangan cahaya.


" Maaf intan , bayu aku tidak bisa " jawab cahaya pelan.


" Kenapa, apa karena pria yang tadi bersamamu? " selidik Bayu " sebenarnya dia itu siapa ca? apa tadi kau menangis karena perbuatannya?" tanya bayu penuh penekanan dengan tangan yang berada dibahu cahaya.


" Ca..!" intan dengan ekspresi penasaran menunggu jawaban dari pertanyaan bayu.


" Tidak, aku.. " ucapan cahaya terhenti ketika manik matanya melihat pria bertubuh kekar menatap dengan mata elangnya berdiri dibelakang bayu. Cahaya tersadar Reihan sedang menatap ke tangan laki-laki yang bertengger di bahunya. dengan jantung yang berdetak tak karuan bahkan ia sulit menelan salivanya Cahaya menurunkan tangan bayu dari bahunya.

__ADS_1


Bayu menoleh kebelakang sehingga membuat Reihan dan bayu bersitatap. keteganganpun terjadi saat keduanya saling beradu pandang.


Tubuh cahaya gemetar tangannya meremas tas selempangnya. telapak tangannya kian dingin jantungnya berdegup kencang melihat ketegaangan diantara sahabat dan suaminya. tapi cahaya berusaha mengendalikan ketegangan dihatinya karena dia tidak mau Reihan sampai berbuat kasar terhadap bayu.


" Maaf mas, jika kau masih ingin berdiri disitu aku akan pulang naik taksi "! kata cahaya yang kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga.


Bayu hendak menyusul cahaya namun intan menarik tangannya mencegah.


Reihan dengan sikap dinginnya pergi meninggalkan bayu dengan sinis, ia mengikuti jejak cahaya dari belakang.


Cahaya berjalan menyusuri terotoar, Reihan mengikutinya dari kejauhan. suasana semakin sepi hanya lampu-lampu jalan yang menerangi gelapnya malam.


karena merasa sedikit lelah cahaya duduk mengistirahatkan kakinya yang terasa pegal di bangku taman yang ada ditepi jalan.


namun tiba-tiba ada 3 orang laki-laki yang berpenampilan seperti preman mendekati cahaya.


" Hai nona manis, sedang apa malam-malam sendirian ditempat ini?" tanya seorang pria bertubuh kekar memakai jaket yang terlihat sangat usang.


" Mending ikut kita aja nona manis, kita bersenang-senang !" goda pria yang bertubuh pendek dan perutnya buncit sambil tertawa.


" betul itu nona manis" kata pria yang berkaos hitam celana robek di bagian dengkul rambut panjang terurai.

__ADS_1


ke 3 pria itu terlihat sangat menyeramkan sehingga membuat cahaya bergidik ketakutan


__ADS_2