
****ASSALAMU'ALAIKUM.....!!! ππ
HAI... πππ SOBAT AUTHOR!
SALAM KENAL YA UNTUK KALIAN SEMUA PENCINTA DAN PENGGEMAR NOVELTOONπ
AUTHOR CUMA MAU BILANG, INI KARYA AUTHOR YANG PERTAMA LOH SOBAT AUTHORπ JADI KALAU DALAM KARYA TULIS AUTHOR INI MASIH BANYAK KETIKAN, EJAAN DAN BAHASA YANG KURANG JELAS HARAP DIMAKLUM YAπππππππ
AUTHOR BARU BELAJAR DAN MASIH HARUS BANYAK LAGI BELAJAR NI SOBAT AUTHORπππ JADI MOHON BANTUAN , SARAN, KRITIK DAN KOMEN YANG MEMBANGUNNYA YA SOBAT AUTHOR...
ππππππ
TERIMA KASIH BUAT YANG UDAH MEMBACA.
BANTU VOTE, LIKE DAN KOMENNYA YA
ππππ
ββββββββββββββββββββ****
Suara gemericik air terdengar dari kamar mandi. Sepulang dari cafe cahaya langsung masuk ke kamar mengambil handuk dan baju ganti. ia langsung mandi membersihkan tubuhnya yang sempat disentuh oleh si preman jalanan.
Setelah hampir 1 jam berada di kamar mandi cahaya keluar dan pergi kedapur mengambil baskom kecil yang berisi batu es lalu duduk menghampiri Reihan yang sedang duduk di bangku depan.
Cahaya menarik pelan dagu Reihan hingga menghadap wajahnya. ia membungkus es batu dengan handuk kecil lalu ditempelkan dengan pelan ke pelipis mata Reihan yang sedikit lebam.
" auwwwww.... " Ringis Reihan.
Cahaya mengompres berulang ulang luka lebam di wajah Reihan tanpa mengeluarkan suara sekata patahpun. Ia dengan telaten dan hati-hati menempelkan kompresan yang ada ditangannya.
__ADS_1
" Kamu kenapa sayang, masih marah ?" tanya Reihan, menghentikan tangan cahaya yang menyentuh wajahnya.
Cahaya menatap mata Reihan bagitupun Reihan menatap dalam mata cahaya.
" Karena aku kau sampai seperti ini mas !" Cahaya menitikkan air matanya.
Reihan terkejut ketika melihat cahaya yang tiba-tiba menangis.
" Sayang, kenapa menangis ?" tanya Reihan lembut dan menghapus airmata cahaya.
" luka ini !" cahaya menyentuh lembut wajah Reihan dengan jemari lentiknya dengan masih menangis.
" Ya ampun sayang, aku ini gak apa-apa. ini hanya luka kecil gak sakit kok sayang !".
Reihan berbicara selembut mungkin dan mengusap kepala cahaya. ia tertawa kecil melihat ekspresi cemas di wajah cahaya.
Cahaya berhenti menangis dan menutup hidungnya berpura pura mencium bau.
Reihan yang dibilang bau langsung mencium kedua ketiaknya bergantian. " Bau ya sayang?" Reihan senyum-senyum .
" iya bau, udah sana mandi !" Cahaya mendorong tubuh Reihan agar bangun dan pergi mandi.
" mandi bareng yuk sayang !" ledek Reihan.
" Gak mau, aku sudah mandi. ihhh.... udah sana mandi!" cahaya mencubit pinggang Reihan pelan.
" awww...," pekik Reihan " iya...iya.. aku akan mandi sayang" Reihan langsung bangkit dari duduknya dan mencubit hidung isterinya yang menggemaskan lalu lari kekamar sambil tertawa.
" Mas...!" Teriak Cahaya sambil memegang hidungnya.
__ADS_1
Setelah mandi Reihan masuk kedalam kamarnya dan mendapati cahaya yang sudah tertidur lelap. Reihan berjalan mendekati sang isteri menatap wajahnya yang terlihat sangat menggemaskan. " Tidurlah sayang, maaf malam ini aku sudah membuatmu lelah. " Reihan mengecup kening cahaya. lalu ia duduk menyender di tempat tidur sambil memainkan henponnya.
Tring.
Ada satu pesan masuk.
Reihan membulatkan matanya terkejut melihat pesan yang baru saja masuk tertera nama CLARA.
"Clara" ucap Reihan pelan lalu dengan gugup ia membuka dan membaca isi pesan itu.
γCLARA γ
" Hai sayang, apa kabar? maaf ya sayang aku baru kasih kamu kabar sekarang, aku ada kabar baik untuk kamu sayang. lusa aku akan pulang ke indonesia. aku sudah kangen banget sama kamu sayang, I Love you sayang. "
" Lusa Clara akan pulang ke indonesia, bagaimana dengan cahaya?" Reihan menatap wajah polos cahaya yang sedang tertidur disampingnya. " aku tidak mau menyakiti hatinya dan membuatnya menangis lagi.aku harus menyelesaikan hubunganku dengan clara."
Reihan tidak membalas pesan clara dia memutuskan untuk tidur disamping isteri yang sangat ia cintai.
*********************************************
Pagi hari teriakan seorang gadis membuat bayu yang sedang asik-asik tidur merasa terusik.
Tokkk...tokk.... tokkk
" Kakak....buka pintunya, kakak !" teriak citra menggedor gedor pintu kamar bayu.
Ratih yang sedang menyiapkan sarapan langsung menghampiri putrinya " Sayang pagi-pagi jangan bikin keributan dong anak ibu inikan akhir pekan biarkan kakakmu istirahat, jangan ganggu kakakmu sayang!" ucap Ratih dengan sangat lembut.
Citra berhenti menggedor pintu kamar sang kakak lalu pergi ikut membantu ibunya menyiapkan sarapan.
__ADS_1
Citra dan Ratih duduk di ruang makan untuk sarapan. sambil mengucek mata bayu menyembul dari kamar menghampiri keduanya