
Reno menyambut uluran tangan Reihan dengan seulas senyum. " Baiklah kalau begitu pak Reihan. Saya percayakan semuanya pada anda dan pak bayu."
" Terima kasih Pak Reno" ucap Reihan dan di ikuti oleh Bayu yang turut menjabat tangan Reno.
Saat hendak melangkah pergi pandangan Bayu seketika mengarah kepada dua sosok perempuan yang sedang berdiri disamping Reno. " Hai Ca, sudah lama kita tidak bertemu. apa kabar?" Sapa bayu tanpa menyadari keberadaan intan.
" Hai bayu, kabarku baik!" ucap Cahaya dengan seulas senyum.
" kami pamit pergi dulu ya Ca!" Bayu melempar senyum dan hendak melangkah pergi namun tiba-tiba dia tersadar dengan perempuan disamping Cahaya yang terasa tidak asing baginya.
" Intan?" Ucap bayu yang baru tersadar dengan keberadaan sepupunya itu.
" Ku kira kau tak mengenaliku bayu!" jawab intan dengan ketus.
" Hee..heee.. Maaf!" ucap bayu sambil tertawa kecil.
" Bayu, apa sudah selesai?" ucap Reihan dingin tanpa menoleh ke arah bayu dan pandangannya tetap tak beranjak dari Cahaya.
Cahaya terlihat gugup dengan situasi itu. ia berpikir keras untuk meredam amarah yang terpancar jelas di manik mata suaminya yang terus tak henti menatapnya setelah kejadian tadi.
" Ahhh... iya.sudah pak Reihan, maaf!"
Reihan melangkah pergi dan di ikuti bayu yang mengekor dibelakangnya sambil melambaikan tangan kepada kedua sahabatnya.
Setelah Reihan pergi sampai sudah tak terlihat lagi dari pandangan. Renopun pergi meninggalkan cafe kembali kekantornya bersama Bima yang selalu setia mengekor di belakangnya.
Cahaya menghela napas panjang setelah kepergian dua bos besar. " Kamu kenapa Ca?" ucap intan yang melihat sedikit kecemasan dari raut wajah cahaya.
" akhhh... tidak apa - apa kok tan!" Cahaya mengibaskan tangannya dan tersenyum getir.
" Ca bukannya pria yang bersama Bayu itu pria yang selalu bersamamu saat di kota x, putra pak Bramabtyo kan?" tanya intan yang sedari tadi penasaran.
" Hemmmm..." jawab Cahaya sambil melangkah pergi meninggalkan cafe.
" Tapi tadi kok sikapnya dingin gitu sama kamu Ca, apa kalian sedang bertengkar? " selidik intan.
__ADS_1
" Tidak, kami tidak bertengkar!" jawab cahaya dengan malas.
Intan yang berjalan mengikuti langkah Cahaya sedikit terlihat berlari karena langkah Cahaya yang begitu cepat. " kamu pasti bohong Ca, Secara kamu kan sudah tidak tinggal di rumah pak Bramantyo. kalian sekarang sudah tidak tinggal serumah pasti ada pertengkarankan diantara kalian?" tanya Intan yang begitu penasaran.
"kami memang sudah tidak tinggal serumah tan, tapi kami tinggal satu kamar sekarang!" Batin Cahaya.
Cahaya menyunggingkan sedikit senyum dibibirnya. " Tidak tan hubungan kami baik-baik saja"
" Kalau hubungan kalian baik-baik saja kenapa tadi dia tidak menyapamu? sikapnya malah sangat dingin jauh berbeda dengan awal aku melihat kalian berdua yang seperti sepasang kekasih!" tutur intan ceplas ceplos.
" Ha..ha..ha... kau ini bisa saja tan, sudah ah jangan bahas dia lagi." Cahaya berusaha menghindari pertanyaan intan yang mungkin lebih menyudutkannya lagi.
Tanpa terasa keduanya kini telah kembali di meja kerja masing-masing. Cahaya bergegas menyelesaikan pekerjaannya begitupun dengan intan yang takut bila terus diprotes oleh cahaya.
Jam kerjapun berakhir seperti biasa cahaya dan intan berpisah di depan kantor. karena arah tempat tinggal mereka yang tak searah. namun saat Cahaya hendak memberhentikan taksi yang melintas ada sebuah mobil mewah yang berhenti tepat dihadapannya. pria itu membuka kaca mobil terlihat Reno sedang mengulas senyum dibibirnya.
" ayo masuk, aku akan mengantarmu pulang!"
ucapnya
" Ahh... tidak usah, aku naik taksi aja!" cahaya merasa sungkan bila harus satu mobil dengan Reno jadi sebisa mungkin ia menolaknya.
Cahaya sempat berpikir sejenak tapi karena mendengar ada hal penting yang ingin dibicarakan akhirnya dengan terpaksa Cahaya masuk kedalam mobil Reno.
Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. didalam mobil hanya ada rasa canggung pada diri cahaya. Ia tidak berani berbicara walaupun sebenarnya didalam hatinya begitu banyak pertanyaan yang mengusik pikirannya sedari tadi.
Didalam mobil begitu sunyi hanya suara mesin mobil yang terdengar. Reno sesekali menoleh kearah Cahaya yang terlihat menunduk sambil memaikan ponsel ditangannya. Ada rasa deg degan dihati Reno saat hendak mengatakan sesuatu pada Cahaya.
Dengan hati-hati dan sedikit keraguan yang terus mengganjal akhirnya Reno memberanikan diri untuk berbicara memecahkan suasana yang senyap.
" Cahaya!" panggil Reno pelan dengan pandangan lurus tetap fokus kejalan raya.
" Iya!" jawab cahaya yang menoleh kesumber suara.
Reno ingin mengatakan sesuatu pada Cahaya namun baru saja ingin bicara tiba-tiba benda pipih yang ada disaku celananya berbunyi.
__ADS_1
" Maaf Ca sebentar aku angkat telpon dulu ya !" Reno lalu menepikan mobilnya lalu mengambil benda pipih yang berdering.
" Iya ada apa ?"
"......................"
" Apaaaaaa? aku akan segera kesana. tolong kabari jika ada apa-apa!" raut wajah Reno seketika berubah kecemasan dan rasa khawatir terlihat jelas dimatanya.
" Maaf Ca, Sepertinya aku tidak bisa mengantarmu pulang!" ucap Reno datar.
" iya gak apa-apa pak Reno. aku bisa naik taksi!" ucap cahaya sambil tersenyum lalu hendak membuka pintu.
" Aku... aku tidak bisa mengantarkanmu pulang karena aku ingin kau menemui seseorang!" ucap Reno tanpa menoleh kearah Cahaya.
Cahaya monohok mendengar ucapan Reno. lalu menatapnya penuh tanda tanya.
" Aku tau isi kepalamu pasti banyak pertanyaan yang berlalu lalang kan?"
kata Reno yang kembali menyalakan mesin mobilnya. " Aku ingin kau bertemu seseorang yang sudah lama ingin sekali bertemu denganmu. mungkin inilah waktunya yang tepat.!" Ucap Reno yang kemudian kembali melajukan mobilnya dan kali ini ia mengemudikannya denga kecepatan tinggi.
Jantung Cahaya seketika berdegup tak karuan berbagai pertanyaan berseliweran dalam otaknya.
" Maaf Pak Reno" mendengar panggilan Pak Renopun sedikit protes. " tolong jangan panggil aku pak, ini sudah diluar jam kantor jadi panggil saja aku Reno. lagi pula usia kita tidak jauh berbeda.!" tutur Reno.
" Tapi mana berani aku hanya memanggil seperti itu. terdengar tidak sopan!" ucap Cahaya.
" Ya sudah kau bisa memanggilku kak, mas atau apalah sesukamu asal jangan panggil aku pak jika sedang diluar jam kantor.!" Ucap Reno dengan sesekali menoleh kearah cahaya.
" Baik pak, maksudku mas!" Ucap cahaya pelan dan hati-hati.
Reno tersenyum senang mendengar panggilan mas dari Cahaya.
" Memangnya siapa yang ingin bertemu denganku mmmmas...?" Tanya cahaya sedikit gugup
" Nanti kamu juga akan tau sendiri!" jawab Reno
__ADS_1
Perjalanan mereka akhirnya sampai didepan Rumah Sakit terbesar dikota itu. Reno memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.Cahaya menatapnya penuh dengan pertanyaan yang sedari tadi sudah mengganggu pikirannya.
Reno membuka pintu mobilnya " Ayo turun..!" menoleh kearah cahaya yang masih terpaku diam dengan ribuan pertanyaan dibenaknya. Reno dapat dengan jelas melihat raut kebingungan dimanik mata cahaya.