RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Jauhi Reihan


__ADS_3

Cahaya ingin pergi ke kota **** tapi Sekar tidak mengizinkannya. Cahaya merasa sedikit kecewa namun karena mamahnya beralasan kalau nanti mereka akan tinggal dikota ** sama-sama setelah mamahnya menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu Cahaya pun menyetujui keinginan mamahnya itu.


Cahaya duduk ditepi tempat tidur setelah tadi bersih-bersih dikamar mandi. suara pesan masuk Cahaya mengambil ponselnya yang diletakkan diatas nakas.


Reihan mengirim pesan kepada Cahaya, ia ingin bertemu dengannya di sebuah cafe besok. awalnya Cahaya menolak namun karena Reihan terus memohon akhirnya Cahaya memenuhi keinginan pria yang masih bersetatus suaminya itu. Cahaya meletakkan kembali ponselnya keatas nakas. lalu tidur.


______


Pagi hari saat sedang sarapan bersama Reno dan sekar Cahaya sebelum berangkat ke cafe ia meminta izin terlebih dahulu kepada Reno dan mamahnya. Reno sempat terkejut karena Cahaya tidak membicarakannya dulu sebelumnya. ia sempat kesal dengan adiknya yang menurutnya terlalu lugu itu. namun apa boleh buat Reihan masih berstatus suaminya dan ayah dari anak yang dikandung Cahaya.


" Biar mas temani !" tawar Reno


" Gak usah mas, lagi pula mas kan harus kekantor. aku bisa pergi sendiri kok mas!" jawab Cahaya menolak.


"Yaudah kalau gitu kasih tau mas aja dimana kalian akan bertemu nanti?"


"Di cafe monalisa mas, jam 10 !"


" Cafe monalisa, Sepertinya gak jauh dari kantor. nanti kalau mas sempat mas akan kesana!" Reno menyudahi sarapannya dan pergi berangkat kekantor.


Cahaya menatap sekilas kakaknya yang sudah pergi keluar. " Apa mas Reno marah ya?" gumam Cahaya.


" Sayang kok gak dimakan sarapannya?" tanya sekar


" Ini dimakan kok mah, hanya saja Cahaya lagi kurang napsu makan mah!" jawab Cahaya


" Apa kamu ingin makan sesuatu sayang?" Sekar menghampiri putrinya


" Sepertinya makan rujak mangga muda enak mah!" jawab Cahaya tersenyum.


"Yaudah nanti mamah suruh bi susan untuk mencarikanmu mangga muda nya!" Sekar pergi kedapur mencari bi susan dan memintanya untuk mencarikan mangga muda.


Setelah sarapan Cahaya kembali ke kamarnya. ia mengambil ponselnya dan berjalan duduk disofa yang ada dikamarnya ia melihat isi galery nya dan saat melihat foto Reihan seketika Cahaya merasa ingin menangis. " Ihh... kenapa aku jadi cengeng gini sih melihat foto mas Reihan aja?" Cahaya mengusap matanya yang sudah berair.

__ADS_1


" Apa kamu kangen ya sayang sama papahmu?" Cahaya mengusap perutnya yang sedikit terlihat membuncit. " nanti kamu juga akan bertemu papah kok sayang, sabar ya anak mamah!" Cahaya tersenyum sendiri.


Tokkk.... tokkk... tokkkk...


Suara pintu diketuk. bi susan memanggil Cahaya dari luar.


" Masuk aja bi!" teriak cahaya


Bi susan masuk dan membawa nampan berisi rujak mangga muda dan bumbunya.


" Ini non rujak mangga mudanya!" bi susan meletakkannya diatas meja. Cahaya matanya berbinar melihat mangga muda yang begitu menggiurkan tanpa basa basi Cahaya langsung menyantapnya.


" Terima kasih ya bi, ini enak banget bi. ayo sini bi kita makan sama-sama.!" Cahaya memakannya dengan lahap.


" Non, pelan-pelan makannya!" bi susan tersenyum melihat Cahaya makan dengan lahap tanpa ada ekspresi keasaman.


" Bi ini coba, enak loh bi!" Cahaya menyodorkan rujaknya pada bi susan.


" Gak non terima kasih. mangga muda Asem bibi mah gak kuat. ngeliat non makan aja bibi yang udah keasaman gini non!" bi susan menernyitkan matanya melihat Cahaya makan.


" iya bi, makasih ya bi!" ucap cahaya.


" iya non sama-sama" bi susan lalu keluar dari kamar Cahaya.


Setelah selesai makan rujak mangga mudanya Cahaya pergi kekamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke cafe menemui Reihan.


________


Cahaya berdiri didepan cermin dengan menggunakan dres berwarna moca dan tas kecil yang senada cahaya terlihat begitu cantik.


" Bi aku keluar dulu ya bi sebentar!" Cahaya pamit kepada bi susan karena mamahnya sedang tidak ada dirumah.


Cahaya pergi menggunakan taksi online, ia menuju ke cafe monalisa. setelah beberapa menit perjalanan ia sampai di cafe tersebut. ia mencari-cari keberadaan Reihan namun ternyata Reihan belum datang. ia memilih tempat yang menghadap ke jalan agar dia bisa melihat Reihan dengan mudah jika dia datang. Cahaya memesan cemilan kentang goreng sebagai teman menemaninya menunggu.

__ADS_1


" Sudah lama menunggunya?" Cahaya terkejut saat dua orang wanita berdiri dihadapannya dan suaranya terdengar tidak asing ditelinganya. Cahaya mendongak dan betapa terkejutnya ia ketika melihat siapa dua wanita yang menemuinya.


" Kenapa terkejut ya, karena bukan Rei yang datang haaaa....haa....?" Wanita itu tertawa lalu duduk dibangku yang kosong dihadapan Cahaya.


" Dimana mas Reihan, kenapa kalian yang datang?" tanya Cahaya sedikit bingung.


" Ha... haa... kau mencari putraku, jangan bermimpi kau bisa menemuinya!" Widia menatap Cahaya tajam.


" Aku dengar kau hamil, pria mana lagi yang kini kau jerat dengan kelicikanmu hah?" Widia memegang dagu Cahaya dan melepaskannya dengan kasar.


" Mau apa kalian sebenarnya, aku tidak ada urusan dengan kalian!" Cahaya beranjak dari duduknya hendak pergi namun Clara mencengkram bahu Cahaya dengan kuat membuat Cahaya meringis dan kembali duduk.


" Satu hal yang harus kamu tau perempuan licik, aku dan Rei akan segera bertunangan dan kami akan menikah jadi kau harus pergi sejauh mungkin dari kehidupan Rei, jangan pernah muncul dihadapannya lagi. ngerti !" Bentak Clara membuat Cahaya merasa sedikit takut.


" Mah, aku ini masih isteri sah mas Reihan dan kami belum bercerai. Tidak mungkin mas Reihan menikah dengannya mah aku sedang mengandung anaknya!" Cahaya memegang tangan widia namun dengan kasar widia menepis tangan Cahaya.


" Ha...ha... sandiwara apalagi yang akan kau mainkan hah... pura-pura hamil dan mengaku bayi yang kau kandung itu anak Reihan, iya?" Widia tertawa sinis. " Kau kira aku bodoh, perempuan ****han sepertimu bisa saja melakukan dengan pria manapun!" widia menyeringai.


" Tidak mah, anak yang aku kandung adalah cucu mamah anakku dengan mas Reihan. !" Cahaya menangis sesenggukan.


" Tutup mulutmu, jika mau kau dan bayimu selamat, jauhi Reihan jika tidak..... !" Clara menjambak rambut Cahaya.


" Aaaa.... !" Cahaya meringis kesakitan.


" Aku bisa melenyapkan bayimu!" Clara dan widia pergi meninggalkan Cahaya yang menangis sesenggukan.


Reno datang setengah berlari menghampiri Cahaya betapa geramnya dia ketika melihat cahaya sedang menangis terisak-isak.


" Kau tidak apa-apa?" Reno khawatir.


Cahaya bangun dan langsung memeluk Reno.


" Ada apa, kenapa kau menangis seperti ini apa mereka tadi menyakitimu?" Reno melepaskan pelukan Cahaya dan menatap wajahnya lekat. Cahaya tidak mau bicara dia masih terus menangis.

__ADS_1


Reihan datang ke cafe setelah bertemu Reno


__ADS_2