RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
MENIKAH 2


__ADS_3

" Cahaya menikahlah denganku"! kata Reihan sambil menatap cahaya.


cahaya terbelalak menatap tajam kesumber suara.


Reihan berjalan semakin mendekat kesisi Cahaya " Menikahlah denganku!" ungkapnya lagi.


cahaya berdecik merasa konyol dengan ucapan Reihan.


" Rencana apalagi yang ingin kau lakukan heh?" tanya cahaya dengan menyeringai.


Reihan tertawa kecil sambil mengusap tengkuk lehernya.


bramantyo bangkit dari duduknya memberi ruang gerak pada Reihan agar bisa leluasa berbicara dengan cahaya.


Reihan mengusap wajahnya lalu duduk disamping cahaya, tangannya meraih tangan cahaya meski dihempaskan Reihan menggenggam paksa.


" Dengarkan aku!" titah Reihan tanpa ingin dibantah. ia menggenggam erat tangan cahaya menatapnya dalam.


" aku mohon beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku padamu, izinkan aku memperbaiki semuanya"! ucapan itu keluar begitu tulus tatapannya begitu lembut.


cahaya terdiam tak satupun kata yang terucap dari bibirnya.


" Beri aku satu kesempatan, kita mulai semua dari awal. anggap saja kita baru berkenalan bagaimana, maukan?" tanya Reihan penuh harap.


cahaya menatap lekat mata Reihan mencari celah kebohongan disana tapi yang dirasakan justru degupan jantung yang berpacu semakin cepat.


ahhh... kenapa jantungku berdegup kencang begini,


batin cahaya

__ADS_1


" Rei... apa kamu serius dengan ucapanmu tadi?" tanya bramantyo di belakangnya.


Reihan menoleh kearahnya dengan tangan yang masih menggenggam jemari cahaya.


" Pah... izinkan aku menikah dengan cahaya?" ujarnya dengan penuh keseriusan.


" tentu saja nak... tapi kau harus janji pada papah tidak akan menyakitinya"! kata bramantyo


" aku janji pah... aku tidak akan membiarkannya bersedih lagi aku akan berusaha membahagiakannya" ucap reihan sambil menatap cahaya.


" cahaya apa kamu mau menikah dengannya?" tanya bramantyo


" aku... " ucapnya penuh ragu


" jangan menolakku, jangan sampai aku berubah pikiran." ujar Reihan memotong ucapannya.


"kenapa jadi memaksa begini"


" cahaya.... !" panggil bramantyo menyapu lamunannya.


cahaya menatap bingung kearah bramantyo.


" cahaya apa kau bersedia?" tanya bramantyo lagi.


" apa aku bisa menolak...." ujarnya sambil menatap Reihan.


Reihan tersenyum dan menggeleng.


entah mengapa melihat senyuman itu membuat cahaya hatinya luluh seakan terhipnotis tanpa penolakan.

__ADS_1


cahaya tertunduk dan tersenyum simpul, wajahnya tersipu malu malu.


Reihan merasa senang melihat guratan senyum diwajah cahaya. ia masih merasa bingung dengan perasaannya sendiri yang entah sejak kapan ingin selalu berada disisi gadis itu.


" gadis bodoh!" Reihan tersenyum sambil menjentikan jarinya ke dahi cahaya.


"Auwww...!" pekik Cahaya lalu memonyongkan bibirnya.


bramantyo terlihat senang melihat cahaya bisa kembali tersenyum.hatinya merasa lega.


" Rei... papah pamit pulang dulu, jaga cahaya dengan baik. papah nanti akan meminta pak dirman untuk mengurus semua persiapan pernikahan kalian". tuturnya.


" Terima kasih pah"


pak bramantyo menjawab dengan senyuman.


" cahaya jaga dirimu dengan baik, ingat jangan mengulangi tindakan bodoh itu lagi" bramantyo memperingatkan.


" iya om..." ucapnya dengan lembut.


" om..?" sedikit tertawa.


" panggil papah ! bukankah sebentar lagi kau itu akan menjadi istriku, papahku berarti papahmu juga, bukan begitu pah?" ucap reihan sambil menahan tawa melihat wajah cahaya yang memerah karena malu.


" benar apa yang dikatakan rei.. mulai sekarang biasakan untuk memanggil papah" matanya menunjuk kearah reihan yang memanggut dan tersenyum tipis.


" iya om.. emm.. papah" ucap cahaya malu malu.


bramantyo tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


" ya sudah papah pergi dulu ya".


lalu pergi meninggalkan sepasang calon suami istri yang terlihat masih sangat canggung satu sama lain.


__ADS_2