RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Intan


__ADS_3

Di kantor.


Intan menghindar setiap kali bertemu dengan Reno. Dia tidak mau hatinya terusik oleh kehadiran Reno yang sudah bersikap semaunya. Intan perasaannya hanya bertepuk sebelah tangan karena dia sadar siapa dirinya dan siapa Reno. dia selalu berpikir tidak akan mungkin seorang Reno CEO yang terkenal dingin dan arogan menyukai dirinya yang hanya seorang bawahannya. karena itulah Intan selalu menghindar setiap kali melihat Reno.


" Intan, makan siang dikantin yuk!" Ajak Lintang yang datang menghampirinya bersama edo dan Andra pegawai baru yang menggantikan posisi Cahaya.


" Emmm...!" Intan diam dan berpikir.


" Udah gak usah banyak mikir, belakangan ini kamu tuh sibuk terus dan gak pernah makan siang bareng kita-kita!" ucap edo yang langsung menyambar tangan Intan memaksanya ikut makan siang bersama mereka.


" Iya... iya.. aku ikut, gak usah narik-narik juga kali bang!" Intan mengerucutkan bibirnya.


" Kamu tuh ya kalau gak dipaksa susah banget sih!" Sahut edo yang sudah dianggap abang sendiri oleh Intan.


Saat mereka semua sedang berjalan menuju kantin tiba-tiba saja langkah mereka terhenti semua saat Reno yang ditemani Bima sudah berdiri dibelakang mereka.


" Ehemmm....!" Suara deheman khas yang sudah sangat dihafal membuat langkah mereka terhenti dan dengan serempak mereka menoleh kesumber suara.


" Ehhh... pak Reno, ada apa ya pak?" Tanya Edo yang sedikit terlihat gugup takut kena semprot.


" Kalian mau kemana?" Reno mengedakan pandangannya pada Intan dan sadar diperhatikan oleh Reno Intan menggeser badannya kebelakang lintang.


" Inikan jam makan siang ya tentu akan pergi makan siang !" Gumam Intan dalam hati.


"Apa katamu barusan Intan?" Reno menatap lekat intan yang berdiri dibelakang Lintang.


Intan terkejut dengan pertanyaan Reno padanya. bagaimana dia tidak terkejut dia bicara dalam hati tapi Reno seperti tau apa yang dikatakan dalam hatinya.


" Maaf pak saya tidak bicara apa-apa. mungkin pak Reno salah dengar!" Ucap Intan mengalihkan pertanyaan Reno.


" Benarkah?" Tanya Reno intens.


" Maaf pak Reno Intan memang tidak mengatakan apa-apa karena saya berada di sampingnya dari tadi dan tidak mendegar Intan mengatakan sesuatu.


" ya sudah kalau begitu kalian boleh pergi!"


Reno langsung pergi melewati mereka semua dan Intan menunduk saat Reno melewatinya.


" Kenapa dia bersikap seperti itu dan seakan menghindariku?" Gumam Reno yang melihat perubahan sikap Intan terhadapnya.


_______


Di kantin.


Lintang duduk disamping intan sedangkan Andra dan edo duduk diseberang mereka sehingga mereka duduk saling berhadap-hadapan.


Makanan yang sudah mereka pesanpun datang. semua makan dengan lahap kecuali Intan yang makan seperti tidak berselera.

__ADS_1


" Kamu kenapa tan, Sakit?" Tanya edo yang terus memperhatikan Intan.


"Ahhh... gak bang, Aku gak apa-apa kok!" Jawab intan dengan melempar senyumnya.


" Kalau gak apa-apa, kenapa itu makanan gak dimakan?" Tunjuk Lintang sambil mengunyah makanannya.


" Aku gak apa-apa, ini baru mau dimakan!" Ucap intan cengar cengir.


" Makan yang banyak, lihat badanmu semakin kurus begitu!" Edo menepuk bahu Intan pelan.


" Iya bang aku makan!" Intan mengerucutkan bibirnya Lintang, andra dan Edo tertawa melihat Intan.


" Oia, tan apa kamu masih berhubungan dengan Cahaya?" Tanya Lintang yang tiba-tiba teringat Cahaya.


" Masih!" Jawab Intan sambil mengunyah makanannya.


" Bagaimana kabarnya sekarang?" Tanya Edo yang juga penasaran dengan kabar Cahaya.


" Kabarnya baik bang dan sekarang dia sedang sibuk mengurus bayinya!" jawab Intan lalu melanjutkan makannya.


" Bayi?" Tanya edo dan Lintang serempak sementara Andra hanya diam menyimak pembicaraan ketiganya karena dia memang tidak tau apa-apa.


" Biasa aja dong ekspresinya kompat banget kagetnya!" Intan tertawa melihat wajah kaget keduanya.


" Ahh... kamu tuh bercanda aja tan!" edo tertawa mengira intan bercanda.


" Kamu serius Tan?" Tanya Lintang penasaran.


" Serius, ngapain juga harus bohong!" Jawab intan


"Kapan dia menikah kok gak undang-undang kita?" edo kecewa.


" Sebenarnya saat kerja disini Cahaya itu sudah menikah hanya kita saja yang gak tau dan gak pernah nanya!" Terang Intan.


"Iya juga ya!" edo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Jadi waktu dulu saat Cahaya mual-mual itu sebenarnya dia memang sedang hamil?" Lintang mengingat ingat waktu cahaya masih bekerja bersamanya.


"mungkin!" Jawab singkat Intan.


" Aku jadi ingin bertemu dengan Cahaya, !" ucap Edo.


" Kenapa bang kangen ya?" Goda Intan. " Hati-hati bang Cahaya udah jadi isteri orang!" Intan tertawa kecil begitu juga lintang saat Edo menjatuhkan wajahnya dengan lesu ke meja.


Andra ikut tertawa melihat Edo seperti orang patah hati lalu menepuk-nepuk bahu Edo pelan.


" Sabar pak Edo masih ada yang lain!" Ucap Andra sambil tertawa kecil.

__ADS_1


" Benar juga!" Edo duduk kembali dengan tegak dan tersenyum tipis menatap Intan lekat.


" Kenapa liatin aku kaya gitu bang, jangan mikir yang aneh-aneh ya?"Ucap Intan mendelik dan menyodorkan garpu yang dipegangnya kearah Edo.


" Kalau Cahaya sudah menikah, aku dengan sahabatnya aja kan masih jomblo sama kaya abang. ha..ha..!" goda Edo lalu tertawa.


" Setuju bang!" Andra mendukung


" Apa sih dra kamu tuh maen setuju-setuju aja!" Ucap Lintang mengelepak kepala Andra.


" Auwww...!" pekik Andra mengusap usap kepalanya. " Kenapa kau memukulku apa kau cemburu dengan Intan?" Plak dengan entengnya Lintang kembali memukul kepala Andra. " Iihh... kau ini!" Kesal andra menatap Lintang tajam.


"Makanya kalau ngomong disaring dulu!" Ucap Lintang dengan melotot.


" Wahhh... kalian ini terlihat serasi sekali!" Goda Intan


"Diam!" Teriak Lintang dan Andra bersamaan.


" Wahhh bukan cuma serasi tapi kompak. Ha... ha...!" ledek edo menimpali dan mengangkat tangannya dan disambut oleh tangan Intan keduanya tertawa renyah.


Di sudut lain ada seseorang yang terus saja memperhatikan Intan dari kejauhan. tersirat senyum tipis diwajahnya saat melihat Intan begitu lepas tertawa bersama teman-temannya.


" Pak!" Panggil Bima membuyarkan pandangannya.


" Ada apa?" Tanya Reno tanpa menoleh dan masih menatap Intan dengan lekat.


" Maaf pak, tuan Mario dari PT Moonlight ingin bertemu setelah jam makan siang!" Terang Bima.


" Baiklah, atur saja pertemuannya ditempat biasa!" Ucap Reno lalu pergi dan melewati meja Intan yang sedang makan siang bersama teman-temannya. Bima mengekor dari belakang dan memperhatikan sikap atasannya.


Intan dan ke tiga temannya sudah kembali ke meja kerja mereka masing-masing. candaan dan gurauan masih menyelingi disela jam kerja mereka. godaan dan meledek Lintang dengan Andra menjadi topik hangat dalam menjahili dan menggoda keduanya. apalagi saat Lintang selalu berdebat dengan andra membuat suasana dikantor menjadi lebih berwarna. namun canda dan tawa mereka seketika hilang suasana berubah menjadi senyap ketika Reno dan Bima yang selalu setia mendampinginya sudah berdiri di hadapan mereka dengan raut wajah dinginnya dan tatapan tajam setajam pisau belati.


Melihat tatapan Reno yang dingin membuat mereka seakan sulit menelan salivanya. Intan menunduk dan enggan menatap wajah sang CEO yang sedang berdiri memperhatikannya.


Intan mengalihkan kegugupannya dengan menyibukkan dirinya didepan komputer. ia berusaha menutupi rasa gugupnya dan tidak ingin Reno melihatnya.


Reno berjalan menghampiri Intan dan ketiga temannya yang tak lain Lintang , Edo dan Andra terus memperhatikan Reno yang semakin dekat dengan meja kerja Intan dan sudah berdiri dihadapannya tanpa bicara.


Intan tidak menyadari kalau Reno sudah berada dekat disampingnya dan menatapnya lekat. Reno menoleh dan menatap tajam kearah luntamg edo dan andra bergantian dan tatapan tajam Reno membust ketiganya bergidik ketakutan dan kembali bekerja.


" Ikut aku!" titah Reno yang langsung membuat Intan sontak terkejut dan membelalakan kedua matanya saat tangannya ditarik paksa mengikuti langkah kaki Reno yang panjang


"Kau mau bawa aku kemana? lepaskan tanganku!" ucap Intan saat meronta-ronta ingin dibebaskan dari cengkraman tangan Reno.


"Ikuti saja aku, jangan banyak bicara!" Ketus Reno.


"Ya Tapi kau mau membawaku kemana?" Tanya Intan penasaran.

__ADS_1


" Rapat!" Jawab singkat Reno dan membuat Intan semakin kesal.


__ADS_2