
" Maafkan aku sayang, aku yang salah karena terlalu cemburu aku sampai tidak bisa mengendalikan emosiku dan membuatmu menangis dan takut seperti ini".
Diciumnya pucuk kepala cahaya dan ditarik tubuh mungilnya kedalam dekapan dadanya yang bidang. cahaya berusaha berontak namun rasa nyaman dekapan didalam dada bidang reihan membuat cahaya tahluk dan melemah.
" Sayang, aku janji tidak akan berbuat seperti itu lagi dan tidak akan kubiarkan air mata ini membasahi pipi isteriku yang menggemaskan "! Reihan tersenyum manis menatap lekat cahaya dengan tangan yang menghapus tetes airmata yang meluncur tanpa permisi dipipi lalu mencubitnya lembut.
cahaya mengerucutkan bibirnya, disela isak tangisnya yang sesenggukan ia menatap Reihan dengan airmata yang menggenang ditahannya agar tidak tumpah.
" Maaf, aku juga yang salah karena terlalu senang aku sampai melupakan setatusku sebagai seorang isteri!" cahaya memeluk Reihan dengan perasaan bersalah.
Reihan tersenyum, ia mengecupdan membelai pucuk kepala sang isteri dengan lembut. cahaya mendongakkan kepalanya menatap bibir Reihan.
Cup
cahaya mengecupnya lalu menyembunyikan wajahnya yang merah karena malu kedalam dekapan reihan.
tingkah cahaya yang sekilas mengecupnya membuat reihan tertawa kecil dan dalam benaknya dia tidak mau melewatkan kesempatan baik ini.
" Kau sudah berani membangunkan singa lapar ya sayang!" Reihan meraih dagu cahaya dan mencium lembut bibir yang berwarna merah muda itu.
Cahaya tersengal. Reihan lalu menghentikan aksinya " ambil napas sayang" ucap reihan berbisik lalu melanjutkan aksinya. cahaya mulai membalas lumatannya sehingga ciuman itu semakin memanas.
detik kemudian cahaya mendorong tubuh Reihan menghentikan aksi panas mereka yang tersadar oleh cahaya mereka hampir melakukan hal yang lebih dari itu didalam mobil.
Reihan menaikkan alisnya menatap cahaya seakan bertanya kenapa berhenti.
__ADS_1
Cahaya tertunduk malu matanya menatap sekeliling. " Bagaimana kalau sampai ada yang melihat, kita ini didalam mobil kau sungguh keterlaluan " ucap cahaya pelan dan menyembunyikan wajahnya yang memerah seperti tomat
Reihan tertawa kecil dan menyenderkan tubuhnya ke bangku kemudi.
" Kalau begitu kita pulang sekarang!" Reihan dengan semangat menghidupkan mesin mobil dan menancapkan gas meluncurkan mobilnya meninggalkan toko bunga.
didalam toko bunga
" Siapa ya pria itu, Sepertinya dia marah. sampai cahaya terlihat takut kaya gitu apa mungkin pacarnya ya?" intan bertanya-tanya penasaran.
" pacar?" tanya bayu dengan nada naik satu oktaf.
" hemmm...pacar. wahhh jika benar pria tampan itu pacarnya beruntung sekali cahaya"! ucap intan sumringah
" pacar ya... emmm..." ucap bayu malas.
" Cemburu apaan sih, kalau ngomong jangan sembarangan!" Bayu mengeles ucapan intan dan meninggalkan intan begitu saja.
" Hei tuan, kalau tidak cemburu kenapa harus marah seperti itu" teriak intan menggoda.
Bayu menoleh lalu kembali mempercepat langkahnya. " Cemburu, siapa yang cemburu hehh...!" ucap bayu pelan cuma dia sendiri yang mendengarnya.
Brukkkk....
" akh.. maaf, maaf pak tejo saya tidak sengaja!" bayu merasa bersalah
__ADS_1
" tidak apa-apa mas bayu!" ucap pak tejo sopan. " mas bayu sudah lama datangnya?"
tanya pak tejo
" lumayan pak"
" tadi non cahaya juga datang kesini, apa mas bayu sudah bertemu dengan non cahaya?"
" sudah pak tadi didalam, oia pak tadi itu....?". Rasa penasaran membuat bayu ingin menanyakan prihal pria yang bersama cahaya namun belum bertanya ucapannya terhenti ketika ada tangan yang menepak bahunya dari belakang.
" akh....! bayu terkejut.
intan tertawa melihat ekspresi bayu yang terkejut.
" kamu mengagetin saja, datang tiba-tiba udah kaya hantu" ucap bayu sambil memegang dadanya.
" Hei tuan, enak saja cantik-cantik gini dibilang hantu, dari tadi aku sudah memanggilmu berkali kali sampai tenggorokanku sakit kamunya aja yang gak denger". kata intan yang tak terima dibilang hantu.
" ada mba intan juga rupanya" sapa pak tejo yang menghentikan perdebatan kedua insan
" Ehhh... pak tejo, maaf pak tadi kita dateng langsung masuk." ucap intan yang tanpa permisi masuk tak seperti biasanya saat datang yang selau mencari pak tejo terlebih dahulu.
" iya mba intan gak apa-apa". ucap pak tejo dengan senyum selalu terpancar di wajahnya yang sudah berumur.
" tadi kami melihat cahaya jadi langsung masuk" ucap intan cengar cengir. oia, pak tadi pria yang bersama cahaya itu siapa ya?" tanya intan hati-hati.
__ADS_1
bayu yang mendengar pertanyaan intan kepada pak tejo jantungnya berdegup kencang penasaran.