RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Teman Hidupku


__ADS_3

Intan menundukkan pandangannya tatkala Reno mengatakan menjadikannya teman. entah apa yang tengah dirasakan Intan yang jelas hatinya terasa perih dan hambar.


Reno lagi-lagi mengulas senyum merekah dihadapan Intan. tangannya yang menggenggang erat tangan Intan perlahan diangkat keudara tepat didepan dadanya.


" Aku ingin dia menjadi temanku. teman seumur hidupku.. teman yang akan selalu ada disetiap waktu. teman yang akan menemaniku sampai hari tuaku. teman yang akan selalu menggenggam erat tanganku membesarkan anak-anakku. teman yang akan selalu menemaniku di sisa hidupku... teman yang akan mendampingiku hingga akhir waktu.!" Reno tersenyum tipis lalu mencium punggung tangan Intan lembut.


seketika Intan mendongak dan menatap manik mata Reno lekat. butiran bening pun meluncur begitu saja dari pelupuk mata Intan. hatinya merasa dihantam deserin yang menghangat.


" Mas..!" Intan begitu shock dengan kata-kata yang Reno ucapkan. dia tidak menyangka Reno akan mengatakan hal itu didepan Bayu dan keluarganya yang merupakan satu-satunya keluarga Intan yang masih tersisa.


" Aku ingin kamu menjadi teman hidupku Intan. teman yang selalu mendampingiku baik dalam keadaan suka maupun duka. apakah kamu mau menjadi teman hidupku Intan?" Reno menatap lekat Intan yang diam terpaku dengan airmata yang masih saja mengalir meski sudah dihapusnya berkali kali. rasa bahagia begitu memenuhi seluruh ruang hati Intan. lidahnya terasa berat walaupun hanya mengatakan Iya. hanya anggukan kepala yang mewakili isi hatinya menjawab rasa bahagianya saat ini.


Reno tersenyum bahagia lalu menarik pinggang Intan dan memeluknya erat.


" Terima kasih Intan!" Bisik Reno ditelinganya.


Intan menenggelamkan wajahnya di dada Reno. rasa bahagia sekaligus malu karena saat ini beberapa pasang mata menatap mereka begitu lekat berbaur menjadi satu.

__ADS_1


" Waaahh.... selamat ya kak Intan. duh kak Reno romantis banget sih jadi iri nih. Citra juga mau dijadikan teman pendamping hidup!" Citra tertawa dan bertepuk tangan merasa turut bahagia dengan apa yang terjadi dihadapannya.


" Husss... kamu tuh masih kecil, belum cukup umur soal percintaan. belajar aja yang benar!" Sahut Bayu yang mendelik kesal pada Citra yang bersikap centil.


" Apa sih kak Bayu?" Citra mengerucutkan bibirnya dan cemberut.


" Bayu... Citra...!" Ratih menggeleng kepala melihat tingkah kedua anaknya.


" Udah jangan menangis, malu sama Citra!" Reno menghapus airmata yang masih menetes dan mencubit gemas hidung sang kekasih.


" Ihh.. sakit!" Intan cemberut dan memegang hidungnya yang sedikit sakit.


sambil terkekeh.


" Citra..!" Intan cemberut karena Citra terus menggodannya dan wajahnya pun sudah semerah tomat karena menahan malu.


" Ha...ha... kak Intan lucu... benar-benar lucu. wajahnya sudah semerah tomat!" Citra tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah Intan yang benar-benar merah.

__ADS_1


Reno mengusap punggung Intan lembut dan seulas senyum menghias wajah tampannya. dia merasa kasihan pada Intan yang terus di goda oleh Citra tapi dia juga gemas melihat wajah Intan yang merah karena tersipu malu-malu.


" Reno!" suara Ratih menghentikan Citra yang masih saja menggoda Intan.


Reno menoleh ketika namanya di panggil.


" Iya bi" Sahut Reno


" Sebaiknya kamu bawa Intan pergi dari sini dan suruh dia Istirahat. kalau kalian masih disini bisa -bisa Intan berubah menjadi kepiting rebus karena terus digoda Citra, lihat saja wajahnya sudah semerah itu!" Seru Ratih sambil tertawa.


" Bibi!" Intan mengerucutkan bibirnya.


Ratih tertawa, Citra dan Bayu pun ikut mentertawai Intan yang terlihat polos hari ini gara-gara CINTA.


" Iya bi, kalau gitu kami pamit, ayo!" Intan mengangguk dan Reno menggandeng tangan Intan dan mereka pun berjalan keluar dari ruang perawatan Ratih.


" Assalamu'alaikum!" Ucap Intan dan Reno sebelum keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


" Wa'alaikum salam!" Jawab Ratih bersamaan dengan kedua anaknya.


__ADS_2