RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Keterkejutan Cahaya


__ADS_3

Setelah sarapan Cahaya seperti biasa mengantarkan Reihan sampai depan rumah sementara Reno dan Intan sudah berangkat lebih dulu karena pagi ini Reno ada meeting yang mendadak.


Setelah Reihan berangkat ke kantor Cahaya menemani Raka bermain sebentar di tempat bermain yang ada di taman belakang sebelum dia pergi ke butik mamanya.


Waktu sudah menunjukkan jam 9 Cahaya sudah bersiap untuk perg ke butik diantar oleh supir. sampainya dibutik Cahaya disambut ramah oleh Lia salah satu pegawai butik Sekar.


" Assalamu'alaikum!" Ucap salam Cahaya yang baru masuk ke dalam butik.


" Wa'alaikum salam, selamat pagi mba Caca!" Sahut Lia dan Indah bersamaan dengan sedikit membungkukan badan.


" Selamat pagi!" Ucap Cahaya dengan Senyum ramahnya. di butik karyawan Sekar memanggil Cahaya dengan nama mba Caca dan Cahaya gak mempermasalahkan itu.


" Bagaimana keadaan butik selama seminggu ini?" Tanya Cahaya pada Lia yang kini sudah berada di ruang kerja Cahaya tepatnya ruang kerja Sekar mamanya Cahaya.


" Seperti sedikit bermasalah mba!" Lia sedikit gugup.


" Ada masalah apa?" tanya Cahaya dengan pandangan mata fokus ke layar leptopnya mengecek pemasukan selama seminggu belakangan.


" Maaf mba gak biasanya butik kita sepi tapi seminggu ini keadaan butik benar-benar sepi !" lapor Lia.


" Jika keadaan butik sepi ya sedikit wajarlah, mungkin memang belum rezeki butik kita!" Sahut Cahaya santai.


" Tapi mba bukan hanya sepi pengunjung yang lebih parah lagi...!" Lia menunduk menggantung kata-katanya.


" Apa Lia?" Cahaya menatap lekat Lia dan menutup leptopnya.


" Beberapa pesanan dibatalkan secara sepihak, tanpa penjelasan yang masuk diakal mba!" terang Lia.


" Dibatalkan?" Cahaya sedikit terkejut.


" Iya mba, saya sudah menghubungi mereka tapi jawabannya semua sama. katanya gak ada alasan hanya mau mencari butik yang bagus dan profesional gitu mba, bukankah ini sedikit ada yang aneh mba?"


" Selama mama ke luar negeri dulu apa pernah terjadi seperti ini?"


" Gak pernah mba"


" Ada berapa yang telah membatalkan pesanannya itu?" Cahaya penasaran


" Sekitar 10 pesanan mba!"


" 10?" Cahaya terperangah dan menghela napasnya berat.


" Iya mba, dulu mereka tidak mempermasalahkan jika nyonya pergi keluar negeri. dan mereka semua termasuk pelanggan tetap disini loh mba"

__ADS_1


Cahaya jadi berpikir keras apa ada sesuatu yang terjadi dengan butiknya ini. Karena tidak mau gegabah mengambil keputusan Cahaya memutuskan untuk menghubungi mamanya.


" Assalamu'alaikum mah!" CAHAYA


" Wa'alaikum salam!" MAMA SEKAR


" Mama bagaimana kabarnya disana?" CAHAYA


" Mama baik sayang, kamu sendiri bagaimana?" MAMA SEKAR


" Baik mah, tapi....!" CAHAYQ


" Tapi apa sayang?" MAMA SEKAR


" Maafin Cahaya mah!" CAHAYA


" Maaf untuk apa sayang?" MAMA SEKAR


" Maaf karena Cahaya gak bisa mengurus butik mama sampai-sampai butik dalam masalah mah!" CAHAYA


" Oh... masalah butik, kirain apa!" MAMA SEKAR


" Tapi mah..!" CAHAYA


" Kamu gak usah khawatir sayang, mama sudah tau kok. ini bukan salah kamu sayang!" SEKAR


" Iya sayang, jadi sekarang kamu dan yang lain tetap kerja seperti biasa. jangan mengkhawatirkan keadaan butik yang mengalami penurunan. itu sudah hal biasa sayang dalam bisnis!" MAMA SEKAR


" Tapi mah?" CAHAYA


" Lusa mama akan pulang ke Indonesia, kamu tidak perlu cemas akan masalah dibutik. kamu cukup mengawasinya saja dan untuk permasalahan yang terjadi dibutik biar mama yang hendle. kamu anak mama cukup urus cucu mama dengan baik. mama sudah kangen berat sama cucu kesayangan mama!" terang Sekar. MAMA SEKAR


" Iya mah!" CAHAYA


" Kamu jangan cemas sayang. ini hanya ada yang ingin main-main saja sama mama!" MAMA SEKAR


" Maksud mama?" CAHAYA


" Nanti juga kamu akan mengerti sayang, yaudah mama tutup dulu ya telponnya mama mau bertemu dengan klien mama dulu." MAMA SEKAR


" Baik mah!" CAHAYA


" Assalamualaikum!" MAMA SEKAR

__ADS_1


" Wa'alaikum salam!" CAHAYA


Setelah menelpon mamanya Cahaya menghampiri Lia yang sedang melayani seorang pelanggan bersama Indah.


" Lia keruanganku dulu sebentar!" Panggil Cahaya ramah


" baik mba!" Sahut Lia lalu menghampiri Indah sebentar. " Indah tolong ya kamu layani pelanggan kita dengan baik aku dimanta ke ruangan Mba Caca sekarang!" Lia menepuk bahu Indah pelan.


" Baik mba Lia!" Indah mengangguk


" Nyonya silahkan lihat-lihat dulu !" ucap Indah tersenyum ramah.


"Ahh.. iya !" Sahut seorang pelanggan wanita paruh baya yang sedang melihat-lihat jejeran gaun yang dipajang dengan rapih.


Lia sudah berada didalam ruang kerja Cahaya. " ada apa ya mba?" Tanya Lia


" Seperti dugaanmu Lia ada yang tidak beres, tapi kata mamaku kita bersikap seperti biasa saja jangan terlihat terlalu cemas karena mama yang akan menghendle semuanya. dan lusa mama akan pulang!" Tutur Cahaya


" Baik mba!" sahut Lia


" Ya sudah kalau begitu kau boleh pergi aku juga mau ke kantor suamiku dulu!" Ucap Cahaya sambil mengambil tas selempangnya di atas meja kerjanya.


" Iya mba!" Lia pun keluar dari ruangan Cahaya begitu pun Cahaya segera keluar dari butik dan pergi ke kantor Reihan setelah tadi sempat meminta supirnya untuk menjemput dan mengantarkannya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Cahaya tiba di Kantor beberapa karyawan yang berpapasan dengannya menundukkan kepala dan memberi salam, Seperti biasa Cahaya selalu tersenyum ramah.


" Selamat siang bu Cahaya!" sapa Dewi sekretaris Reihan saat Cahaya tiba didepan pintu ruangan CEO.


" Siang Dewi, pak Reihannya ada didalam?" Tanya Cahaya sebelum masuk


" Ada bu ta..!" Ucapan Dewi terpotong karena Cahaya sudah lebih dulu membuka pintu ruangan Reihan.


" Say.........ang!" Suara Cahaya tersekat saat matanya melihat sosok seorang wanita yang tidak asing dimatanya berada diruangan suaminya dan yang membuat ia lebih terkejut wanita itu tengah memeluk suaminya. Waktu seakan terhenti desiran darah memompa begitu cepat rasa panas dan ribuan anak panah seakan menghujam ke jantungnya sesak itulah yang dirasakan Cahaya dan tanpa diperintah bulir-bulir airmata sudah merembas dipipinya.


Cahaya berbalik badan dan langsung berhambur pergi.


Dewi sangat terkejut saat melihat isteri bosnya berlari sambil menangis.


Reihan yang terkejut melihat kedatangan Cahaya dan parahnya lagi melihat wanita yang berada diruangannya tengah memeluknya membuat Reihan meradang dan dengan spontan langsung mendorong wanita tersebut hingga terjatuh dan ia berlari keluar mengejar Cahaya.


" Sial!" Umpat Reihan geram

__ADS_1


sementara wanita itu terus berteriak memanggil nama Reihan merasa diabaikan ia pun bangkit sendiri dengan kesal.


" Keterlaluan kamu Rei!" kesalnya lalu beranjak pergi keluar dari ruangan Reihan.


__ADS_2