RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Pernikahan


__ADS_3

Bayu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal entah kenapa tidak seperti biasanya hari ini Bayu menjadi salah tingkah. jantungnya berdegup tidak karuan kerap kali melihat Lintang tersenyum kepadanya. perubahan Lintang yang kini tengah memakai hijab sebagai penghias kepalanya telah membuat Bayu terkesima dan kagum akan perubahan Lintang.


" Bay... Bayu!" panggil Intan yang belum juga mendapat respon apapun. mata Bayu tak lepas dari memandang wajah cantik Lintang yang berhias hijab.


" Bi sepertinya sebentar lagi apa yang bibi harapkan segera tercapai. Citra akan segera mendapat keponakan baru dan jodoh yang lagi dikemas sudah terkirim dan sampai pada penerimanya!" ucap Cahaya yang langsung membuat para orang tua yang ada ditengah-tengah mereka menahan tawanya.


" Kak Bayu!" teriak Citra yang akhirnya mampu membuat Bayu tersadar dari lamunannya.


" Sudah nak Bayu buruan di halalin sebelum dihalalin oleh orang lain!" goda mama Sekar membuat Bayu tersipu malu.


sementara Lintang masih berusaha bersikap tenang dan menjaga perasaannya agar tidak terbawa oleh suasana.


" Nak Lintang, bagaimana kalau ternyata jodoh nak Lintang yang tengah dikemas itu ternyata sudah sampai di tujuan ke alamat penerima. apa nak Lintang menerimanya dengan ikhlas atau tidak mau menerimanya?" pertanyaan kali ini terlontar dari bi Ratih yang berharap Lintang dengan segera menjawabnya.


Lintang tersenyum tipis, hatinya terhenyak dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh ibu dari pria yang sebenarnya sudah lama mengisi hatinya namun semenjak acara syukuran rumah baru Cahaya dan pada saat itu ia melihat tatapan Bayu yang berbeda pada saat memandang Murni membuat ia tersadar dan memutuskan untuk menghapus perasaannya terhadap Bayu. Andra pernah menyatakan perasaannya kepada Lintang namun sampai saat ini Lintang masih belum bisa menerima cinta yang di berikan oleh Andra. baginya Andra hanyalah sekedar rekan kerja dan sahabat yang baik.


" Lin, kok melamun?" Intan menghampiri Lintang dan mengusap bahunya lembut.


" Ahhh.. iya kenapa Tan?" ucap Lintang yang terkesiap dari lamunannya.


" Lin, aku tahu kamu sudah lama menyimpan rasa untuk sepupu aku yang bodoh itu. lalu bagaimana pendapat kamu kalau bi Ratih berharap banyak kepada kamu?" tanya Intan dengan suara sedikit berbisik. Lintang langsung mendongak dan menatap wajah Intan lekat sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya.


" Tidak Intan, maaf aku tidak mau terlalu banyak berharap dan berandai-andai. untuk aku saat ini hanya ingin menikmati hari-hari yang aku miliki dengan keihklasan dan berserah diri kepada Allah SWT. jodoh dan maut semua sudah menjadi ketetapan Allah. jadi jika memang dia adalah jodohku biarlah semua aku pasrahkan semuanya hanya kepada Allah Tan!" jawab Lintang dengan seulas senyum tipis.


Bayu merasa seperti ada hantaman keras dalam hatinya. ucapan Lintang membuatnya tersadar betapa berharga dan bernilanya wanita yang kini ada di hadapannya. rasanya tidak rela jika sampai wanita ini sampai jatuh ke tangan orang lain. dengan sedikit gugup Bayu berusaha untuk menghampiri Lintang meskipun detak jantungnya kini tidak dapat ia kuasai dengan baik dan kegelisahan semakin membuatnya nampak semakin gugup dan salah tingkah.


" Lin!" panggil Bayu membuat Lintang menoleh dan mata mereka pun bertemu tatap.


" Lintang, maaf mungkin ini terlalu cepat dan terkesan terburu-buru tapi seperti yang tante Sekar ucapkan " Bayu menoleh ke mama Sekar dan Mama Sekar pun tersenyum bangga. "sebelum kamu diambil orang dan membuat aku menyesal seumur hidup maka sebelum itu terjadi aku ingin mengatakan,_" ucap Bayu menggantung. " Will you marry me?" Lintang sontak menutup mulutnya dengan tangan betapa terkejutnya dia karena tidak menyangka pria yang selama ini ia kagumi dengan lantang melamarnya di hadapan keluarga pria tersebut.


" Maaf kalau aku melamarmu tanpa ada bunga dan juga cincin!" ucap Bayu sendu. Lintang masih terdiam dengan ketidak percayaan dalam pikirannya. ini sungguh berasa seperti mimpi. oh Tuhan apakah ini mimpi? sungguh enggan rasanya Lintang terjaga dari mimpi indah ini. semua orang begitu tegang terutama Bayu menanti jawaban dari Lintang.


Bi Ratih mendekati dua insan yang sedang dilanda kegugupan dan kegusaran hati itu. dengan lembut bi Ratih membelai pucuk kepala Lintang yang dihiasi hijab itu.


" Sayang, bagaimana apa nak Lintang menerima lamaran putra ibu?" tanya bi Ratih dengan sangat lembut. Lintang menunduk dan tanpa terasa butiran bening yang sedari di tahannya akhirnya tumpah ruah. ia masih merasa tidak percaya hatinya masih belum siap menerima kenyataan yang begitu mengejutkan ini.


Bi Ratih meraih dagu Lintang mengangkat pelan agar menghadap ke arahnya. mata Lintang bersitatap dengan calon ibu mertua betapa berdebar-debar jantung Lintang saat ini.


" Bagaimana?" tanya bi Ratih dengan seulas senyum tipis di bibirnya.


" Ak.. aku!" Lintang menunduk kembali berusaha untuk menguasai hati dan pikirannya agar tetap tenang dan bisa berpikir jernih karena dia tidak ingin salah mengambil keputusan. Lintang menarik napas dalam-dalam setelah itu ia hempaskan perlahan setelah merasa tenang ia pun memberanikan diri untuk menatap Bayu yang masih setia berdiri dihadapannya menunggu jawaban.


" Bismillahirrahmanirrahim!" ucap Lintang sebelum mengatakan keputusannya.


" Emmmm... ma.. maafkan aku Bayu , karena ak..aku tidak bisa_" Lintang menggantung ucapannya. membuat Bayu menghela napas berat dan tau keputusan apa yang akan diterimanya. meskipun ini berat dan sangat menyedihkan untuk pertama kali ia mengatakan perasaannya terhadap wanita dan ingin menjadikan ini yang pertama dan terakhir tapi ternyata Tuhan punya rencana lain untuknya. dengan berat Bayu perlahan mundur dan tersenyum getir seakan tahu keputusan apa yang telah Lintang pilih.


Bayu mengangguk pelan dengan seulas senyum yang dipaksakan. " Tidak usah merasa terbebani dengan keputusan yang telah kamu ambil Lintang, aku tidak apa-apa!" ucap Bayu lalu berbalik badan hendak melangkah keluar.


" Maaf kan aku Bayu karena aku tidak bisa menolak mu!" ucap Lintang dengan seulas senyum tipis menghiasi wajah cantik nan lembutnya. karena semenjak berhijab aura kelembutan dan sikap Lintang yang sedikit kasar dan tomboy seiring berjalannya waktu perlahan berubah. Lintang menjadi wanita yang lembut, cantik dan sangat penyabar.


mendengar ucapan Lintang seketika Bayu diam termangku. entah sebesar apa rasa bahagia yang membuncah di dalam hatinya. ingin berjingkrak dan berteriak sekeras mungkin mengatakan kepada semua orang betapa bahagianya dirinya saat ini.

__ADS_1


Bayu dengan perlahan berbalik badan dan melihat pemandangan yang sungguh teramat indah di matanya. wajah wanita yang mampu menggetarkan hatinya kini tengah tersenyum manis kearahnya.


Bi Ratih menghampiri Bayu dan betapa terkejutnya Bayu saat ibunya menyodorkan cincin dihadapannya.


Bayu menatap lekat cincin itu dan bergantian menatap wajah sang ibu yang tengah tersenyum bahagia.


" Ambil dan pasangkan ke jemari indah calon isterimu setelah itu kita harus menemui kedua orang tuanya!" ucap bi Ratih pelan.


Bayu langsung memeluk saya ibu dengan haru dan bahagia. " Terima kasih Bu!" ucap Bayu ditengah pelukannya. Ratih mengusap punggung putranya dengan lembut.


semua yang ada di ruangan itu merasa terharu dan terbawa suasana dan tanpa mereka semua sadari dua pria gagah bertubuh tegap nan tampan tengah berdiri menyaksikan acara lamaran yang sungguh mengejutkan. Reihan perlahan berjalan menghampiri Cahaya yang menagis haru, dengan santai dan penuh sayang Reihan menarik tubuh Cahaya kedalam dekapannya. begitu juga dengan Reno yang mengambil alih baby Kayla yang berada di gendongan Intan yang tengah menangis terharu. ia turut merasa bahagia sahabat dan sepupunya akhirnya bisa bersatu.


Reno dengan lembut menghapus air mata di pipi Intan lalu mengecup keningnya. Intan mendongak lalu menghabur memeluk tubuh tegap sang suami yang berdiri di sampingnya.


Bayu bertambah gugup dengan kedatangan dua big bosnya, merasa betapa bodohnya dia melamar Lintang yang termasuk karyawan big bos yang kini tengah menatapnya di kediaman bosnya sendiri.


" Tunggu apalagi Bayu, cepat pasangkan cincin itu di jarinya!" ucap tegas Reihan yang sontak membuat Bayu dengan cepat menghampiri Lintang dan meraih jemarinya lalu menyematkan cincin nan indah milik sang ibu ke jemari lentik calon isterinya.


Sorak dan tepuk tangan riuh menggema di ruangan tersebut dan Raka yang baru datang bersama bi Yati langsung melompat ke dalam pelukan sang papa. sementara baby Kayla menangis karena terkejut dengan suara ramai di ruangan tersebut.


Reno dengan segera menimang Keyla penuh cinta dan kasih sayang, benar saja baby Kayla langsung terdiam dan kembali tidur dalam gendongan sang papi.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


1 bulan kemudian


Setelah melamar Lintang di kediaman bos besarnya Reno. seminggu setelahnya Bayu dan keluarga datang ke rumah Lintang untuk melamarnya secara resmi.


Setelah 1 bulan acara lamaran tepatnya hari ini merupakan hari yang tengah dinanti-nanti oleh dua pasang sejoli ini. pasalnya hari ini di sebuah hotel berbintang milik Reihan adalah hari dimana Bayu akan mengucapkan janji sucinya.


" SAH!" ucap para saksi bersamaan membuat hati Bayu mencelos merasa lega.


Kini Bayu dan Lintang sudah sah menjadi sepasang suami isteri.


para tamu mengucapkan selamat secara bergantian seulas senyum terus terus terpancar di wajah sepasang pengantin yang tengah berbahagia.


Cahaya dan Reihan dengan Raka dalam gendongannya menghampiri mereka untuk memberi selamat begitu juga dengan Reno dan Intan yang turut merasa bahagia dengan pernikahan sahabat dan juga sepupunya.


Rekan kerja mereka pun hadir menyaksikan acara ijab qobul tersebut, Edo dan Andra merasa terkejut awalnya tidak menyangka kalau ternyata dengan cepat Lintang menerima pinangan dari Bayu. Murni yang berada di belakangnya pun merasa sedikit kecewa karena sebelumnya ia mengira Bayu mempunyai rasa terhadapnya namun ternyata Lintanglah yang menjadi pilihan Bayu.


Clara pun datang bersama kedua orangtuanya. betapa senangnya Raka melihat kehadiran tante cantik. dengan cepat Raka turun dari pangkuan sang papa dan langsung berlari menghampiri Clara.


" Tante cantik!" teriak Raka membuat teman-teman Cahaya dan Reihan terkejut melihat kedekatan sang mantan dengan putranya.


" Hai ganteng, apakabar?" sapa Clara


" baik Tante, tante sendili bagaimana kabalnya?" tanya Raka balik


" Alhamdulillah kabar tante baik,!" ucap Clara mengusap lembut pipi cabi Raka .


" Tante cantik tau tidak sebentar lagi Laka mau jadi kakak, kalena kata papa didalam pelut mama ada Dede bayinya. Laka seneng banget Tante!" ucap polos Raka yang merasa sangat senang saat tau akan menjadi seorang kakak.

__ADS_1


" Benarkah? wah hebat Raka mau jadi seorang kakak. kalau begitu Raka jangan nakal dan harus nurut sama mama dan papa. harus bisa jagain mama dan adik bayi yang ada di dalam perut mama ya!" ucap lembut Clara yang membuat papa dan mamanya merasa sangat bahagia kehadiran Raka banyak merubah seorang Clara.


Reihan dan Cahaya menghampiri Clara dan kedua orangtuanya.


" Tante, om Clara!" sapa Reihan dan juga Cahaya.


" Ca, selamat ya kata si ganteng Raka dia akan segera menjadi kakak!" ucap Clara


" Alhamdulillah, iya Ra, makasih ya!" Cahaya dan Clara berpelukan.


" Oia, aku juga kesini selain ingin mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin aku juga ingin berpamitan kepada kalian.!" ucap Clara berat


" Pamit, memang kamu mau kemana Ra?" tanya Cahaya.


" Aku mau meneruskan sekolah modeling ke Paris. mungkin sudah sangat telat tapi setidaknya aku akan memulai semuanya dari awal disana!" ucap Clara


" Kenapa harus kesana?" tanya Cahaya


" Disana ada keluarga mama jadi untuk sementara aku juga bisa tinggal disana" sahut Clara.


" Telus tante cantik gak bisa maen lagi dong sama Laka?" tanya Raka sedih.


Clara berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan Raka. " Sayang tante cantik nanti akan sering-sering pulang kok untuk menemui gantengnya Tante!" ucap Clara menghibur Raka.


" sayang tante cantik mau sekolah di sana nanti kalau sudah besar Raka juga bisa seperti tante cantik sekolah di sana" hibur Cahaya menghibur Raka.


" Benarkah?" Raka antusias


" Iya sayang!" jawab Reihan pelan


Clara berdiri lalu pamit kepada Cahaya dan Reihan untuk memberi selamat kepada kedua mempelai. setelah Clara dan orang tuanya pergi menghampiri Lintang dan Bayu tiba-tiba gejolak di perut Cahaya semakin kuat ingin keluar. Cahaya membekap mulutnya sendiri tatkala rasa mual kian menyeruak dengan langkah cepat Cahaya segera pergi menuju toilet.


Reihan mengejar langkah isterinya dan menyerahkan Raka kepada mba Yati.


Raka dibawa Mba Yati menghampiri Intan yang tengah menggendong baby Kayla.


sementara Reihan sudah menghilang ke arah toilet.


" Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Reihan cemas dan hanya bisa berdiri di depan pintu toilet karena untuk masuk rasanya itu tidaklah mungkin terlebih suasana toilet tengah mengantri.


Cahaya keluar dari toilet dan wajahnya sangat pucat. Reihan segera menghampirinya lalu tanpa banyak bicara langsung menggendong tubuh Cahaya ala bridal style dan membawanya kedalam salah satu kamar hotel yang sudah di sediakan khusus untuknya. setelah membaringkan Cahaya diatas kasur Reihan meraih ponselnya lalu mengirim pesan ke nomor Reno untuk meminta tolong kepadanya menjaga Raka dan mengantarkan anak serta seluruh keluarga besarnya ke kamar yang sudah disediakan.


Reihan menghampiri Cahaya yang tengah berbaring di atas kasur. matanya sudah terpejam rasa kantuk mungkin sudah menerpanya. Reihan mengecup kening sang isteri lalu perlahan ia ikut berbaring di sampingnya dan melingkarkan tangannya di pinggang sang isteri yang sudah terlelap.


🏡️ ***Jangan lupa vote, like dan komennya yaπŸ₯° maaf kalau dalam karya aku yang satu ini masih banyak kata-kata dan kalimat yang tidak beraturan. oleh karena itu dukungan dan saran serta kritiknya Sangat ditunggu ya!" πŸ˜‰β˜ΊοΈ Terima kasih πŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Oia .. Hampir lupa.


Saya secara pribadi ingin mengucapkan


...SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI ......

__ADS_1


...MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN...


...πŸ™πŸ™πŸ™β˜ΊοΈ***...


__ADS_2