RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Perubahan


__ADS_3

" Ra..Ka..!" suara lirih Clara memanggil nama Raka dengan terbata-bata.


Raka menoleh begitu juga dengan Cahaya merasa terkejut melihat Clara yang sudah siuman dari komanya.


" Tante cantik...!" teriak Raka yang merasa sangat senang lalu menghampiri Clara yang berusaha untuk menggerakkan tangannya.


Cahaya langsung memanggil tombol darurat dan tidak butuh waktu lama beberapa dokter masuk ke dalam ruangan Clara.


Tuan Pras terkejut dengan masuknya Dokter kedalam ruangan putrinya. Cahaya dan Raka keluar karena dokter saat ini tengah memeriksa kondisi Clara yang baru saja siuman.


" Apa yang terjadi sayang, kenapa ada dokter yang masuk. apa terjadi sesuatu dengan Clara?" tanya Reihan saat Cahaya menghampirinya.


" Papa tante cantik sudah bangun dali tidulnya. tante cantik tadi manggil nama Laka tapi doktel nyuluh Laka kelual" ucap Raka dengan wajah cemberut.


" Alhamdulillah.. jadi Putri kami sudah sadar?" ucap Mama Clara yang mendengar ocehan Raka.


" Iya tante, Clara sudah siuman dan saat ini dokter sedang memeriksa keadaannya!" ucap Cahaya memberitahu.


" Syukurlah, terima kasih ya sayang!" ucap Pras menghampiri Raka mengusap lembut kepalanya.


Ceklekk


Dokter keluar dari kamar rawat Clara.


" Bagaimana kondisi Putri saya Dokter?" tanya Pras


" Alhamdulillah, putri anda sudah sadar dari komanya bahkan ini sungguh di luar prediksi kami. kondisi nona Clara mengalami kemajuan yang sangat pesat. semua baik-baik saja hanya butuh pemulihan. !" ucap sang dokter setelah itu pergi di ikuti dengan beberapa suster mengekor di belakangnya.


Pras dan isterinya tidak henti-hentinya mengucap rasa syukurnya atas kesadaran putri mereka satu-satunya itu.


" Terima kasih nak Reihan!" ucap Pras seraya menepuk bahu Reihan.


" Tidak perlu berterima kasih om!" jawab Reihan


" Tapi semua ini atas bantuan kalian, maafkan Clara karena dulu sudah menjadi duri dalam daging dalam rumah tangga kalian!" ucap Mama Clara.


" Jangan bicara seperti itu tante, semua sudah berlalu dan semua hal yang terjadi tidaklah luput dari takdir tuhan!" ucap Cahaya sopan membuat nyonya Pras semakin terkesima dengan sikap lembut dari Cahaya.


" Sungguh mulia sekali hatimu nak!" ucap nyonya Pras mengusap lembut pipi Cahaya.


" Bolehkah kami menganggap kalian seperti anak kami?" ucapnya lagi dengan penuh harap.


Cahaya menoleh ke Reihan yang tau maksud tatapan mata sang isteri lalu mengangguk Pelan.


Dengan senyum tipis yang menghias wajah cantik dan lembut Cahaya menggenggam tangan nyonya Pras.


" Tentu saja boleh Tante, sebuah kehormatan bagi kami jika Om dan tante mau menganggap kami seperti anak kalian sendiri!" ucap Cahaya sesopan mungkin.


"jangan panggil tante lagi tapi panggil Mama ya!" pinta nyonya Pras


Cahaya tersenyum tipis " Iya Tan .. maksud saya Mama!" ucap Cahaya sedikit sungkan.


Pras sudah berada di dalam ruangan Clara bersama Raka. dan benar saja kedatangan Raka membuat Clara nampak sehat.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Selama pemulihan Clara, Raka hampir setiap hari datang ke rumah sakit bersama cahaya. awalnya Clara merasa sungkan dengan Cahaya ada rasa bersalah dan juga tidak enak hati. namun karena sikap lembut Cahaya yang seolah tidak pernah terjadi apa-apa membuat Clara merasa sangat lega. Cahaya pun sudah memaafkan Clara saat Clara menangis di pelukan Cahaya meminta maaf kepadanya.


Saat ini hubungan mereka sangat baik, Clara pun sudah mengikhlaskan Reihan dan membuang jauh-jauh perasaannya yang selama ini ingin memilikinya.


🌳


4 bulan berlalu

__ADS_1


Saat ini semua sedang tegang didepan sebuah ruangan persalinan. Reno terus menggenggam erat tangan Intan yang terasa dingin.


sementara di luar ruangan semua orang nampak tidak sabar menunggu kelahiran anak pertama Reno dan Intan. setelah 1 jam menunggu akhirnya terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan.


" Alhamdulillah!" ucap syukur semua orang yang tengah menunggu di depan ruangan. sementara di dalam Intan nampak berkaca-kaca ketika seorang suster memberikan bayi-bayi mungil yang berjenis kelamin perempuan itu kepada Reno untuk di azankan.


Reno menitikkan air mata bahagia dan tidak lupa ia mengecup lembut kening Intan.


Setelah kondisi Intan sudah pulih ia dipindahkan ke ruang VVIP. Cahaya dengan semangat menggendong bayi mungil yang diberi nama Kayla Retania Putri dan Kaysa Renita putri


" Mama, Laka mau punya adik sepelti dede Kayla dan Kaysa!" rengek Raka membuat Cahaya menoleh ke Reihan namun yang ditoleh hanya mengangkat bahu.


" Raka sudah besar, kapan kalian akan memberinya adik?" tanya Mama Widia


Wajah Cahaya merona merah sementara yang lain tersenyum melihat Cahaya yang tersipu malu. Reihan berjalan mendekati Cahaya namun reaksi tak terduga terjadi membuat semua mata membelalak.


" Huekkk.... huekkk.... !" Cahaya dengan cepat menyerahkan baby Kayla ke dalam gendongan Reno setelah itu ia langsung berlari kedalam kamar mandi.


Reihan mengikuti Cahaya masuk ke dalam kamar mandi namun ternyata pintu kamar mandi di kunci dari dalam.


" Sayang kamu kenapa, buka pintunya!" Reihan mengetuk pintu.


"Aku tidak apa-apa mas, huekkk.. huekkk..!" Cahaya kembali memuntahkan isi perutnya.


mama Sekar datang menghampiri Reihan yang berdiri di depan pintu.


" Biar Mama saja!" ucap Sekar kemudian mengetuk pintu.


" Sayang ini mama , buka pintunya nak. kamu kenapa?" tanta mama Sekar cemas


" Aku gak apa-apa kok ma!" sahut Cahaya dari dalam.


" tapi buka sebentar sayang!" titah Sekar dan tidak lama pintu pun terbuka.


Ceklekk


" Dek kamu kenapa, kamu sakit?" tanya Reno cemas.


" Aku gak apa-apa kok mas, mungkin hanya masuk angin!" sahut Cahaya.


Reihan pun yang sedari tadi mengkhawatirkan kondisi Cahaya akhirnya mendekati kembali setelah tadi sempat di usir olehnya.


" Sayang, kamu tidak ap_?"


" Huekkk.... huekkk...!" perut Cahaya kembali diaduk-aduk. Reihan hanya bisa diam mematung melihat sikap aneh sang isteri. namun tidak dengan mama Sekar dan Mama Widia mereka malah tersenyum bahagia karena mereka yakin saat ini Cahaya pasti tengah berbadan dua.


Kali ini Mama Widia yang menghampiri Cahaya di kamar mandi dengan telaten sang mertua memijat tengkuk lehernya dengan lembut.


" Sayang, apa datang bulanmu lancar?" tanya Mama Widia sambil tersenyum.


"Ma, Cahaya sudah 2 bulan ini tidak datang bulan. Cahaya memang sudah biasa seperti itu datang bulannya tidak lancar."


" Tapi untuk kali ini sepertinya bukan tidak lancar sayang!" Seru mama Widia sambil tersenyum.


"Astaghfirullah... ma!" Cahaya menengok ke mama Widia sambil menutup mulutnya karena terkejut setelah mengingat sesuatu. Sementara mama Widia tersenyum lembut dan mengangguk pelan sambil mengusap bahu Cahaya.


" Maksud mama Cahaya ha_?" belum selesai Cahaya berucap mama Sekar muncul di ambang pintu.


" Kamu hamil sayang!" ucap Mama Sekar dengan segurat senyum diwajahnya.


Cahaya menangis haru mendengar kalau dirinya hamil. " Sayang untuk memastikan hal ini sebaiknya kamu periksakan dulu kedokter kandungan!" ucap Mama Sekar mengusulkan.


" Benar, sebaiknya kamu periksakan dulu untuk memastikan semuanya sayang!" timpal mama Widia.

__ADS_1


akhirnya Cahaya yang ditemani kedua mamanya pergi ke dokter kandungan. sementara Reihan nampak frustasi karena Cahaya selalu marah kerap kali Reihan menghampirinya.


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Dua Minggu telah berlalu saat ini rumah nampak ramai dengan kehadiran bayi mungil nan cantik dan menggemaskan siapa lagi kalau bukan Kayla dan Kaysa.


" Hallo cantik, kamu gemesin banget sih!" ucap gemas Citra yang kebetulan baru saja datang berkunjung bersama bi Ratih dan Bayu.


" Kak, kapan kakak akan memberikan aku keponakan secantik baby Kayla dan baby Kaysa?" Bayu mendelik sebal mendengar pertanyaan sang adik yang selalu saja menyinggung hal itu. sudah tau kalau kakaknya belum menikah selalu saja mengatakan keponakan.


Intan yang melihat ekspresi wajah Bayu memberengut sadar betul kalau pertanyaan Citra barusan membuatnya merasa tidak nyaman apalagi disana ada banyak orang yang seketika menoleh ke arah Bayu setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan Citra.


" Sayang, cantik kak Bayu bukannya tidak mau memberi kamu keponakan tapi mungkin saat ini calon ibu dari anak-anaknya kak Bayu sedang dipersiapkan oleh Allah yang kita tidak tahu kapan mereka akan dipertemukan. mungkin saja esok , lusa atau bahkan bisa saja hari ini!" ucap Intan dengan suara yang sangat lembut membuat Bayu merasa terharu dengan ucapan Intan yang seketika mampu membuat hatinya begitu tenang namun perasaan itu tidak berlangsung lama karena tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan dari balik punggungnya.


" Assalamu'alaikum!" ucap sang wanita dengan senyum yang menghias wajah cantiknya.


" Wa'alaikum salam!" ucap mereka semua yang berada diantara Intan dan bayinya.


" Selamat ya Intan, maaf kalau aku baru sempat datang!" ucap wanita cantik yang kini terlihat berbeda dari biasanya.


Bayu tak melepas pandangannya dari wajah wanita cantik yang baru datang itu.


" Iya tidak apa-apa, aku tau akhir-akhir ini kamu pasti sibuk banget. kamu sudah menghandle semua pekerjaan aku, maaf ya Lin aku sudah merepotkan kamu!" ucap Intan merasa tidak enak pada wanita yang tak lain adalah Lintang.


" Wahhh, siapa ini aku kok sampai pangling tidak mengenalinya?" ucap Cahaya yang baru saja ikut bergabung dengan mereka sambil membawa sepiring rujak mangga muda.


" Hai, Ca !" ucap Lintang dengan senyum manisnya


" Lin.. kamu cantik banget!" ucap Cahaya yang begitu merasa kagum dengan sosok wanita yang kini berada di hadapannya


" Ah .. Ca, kamu tuh ya bisa aja bikin aku G'r!" ucap Lintang seraya mendekati baby Kayla yang tengah di gendong Citra dan baby Kaysa yang berada di gendongan Ratih


" Hai .. cantik!" ucapnya sambil mengelus lembut pipi gembul Kayla. Sedetik kemudian pandangan Lintang beralih pada Cahaya yang dengan lahapnya memakan rujak mangga muda.


" Ca, kamu ngidam?" tanya Lintang yang sedari tadi merasa aneh dengan Cahaya karena dengan begitu lahap memakan mangga muda tanpa ekspresi asam sama sekali.


" Iya, dia tengah hamil lagi!" ucap Intan membantu menjawab. sementara Cahaya hanya menyengir.


" Sudah berapa bulan Ca?" tanya Lintang


" 12 Minggu!" ucap Cahaya santai dengan mulut yang tidak henti-hentinya memakan mangga muda sampai Lintang meringis melihatnya.


" Nak, Lintang kapan menyusul?" tanya mama Sekar yang ikutan nimbrung.


" Em .. belum tahu Tante, jodohnya lagi dalam proses belum dikemas!" ucap Lintang sambil tersenyum malu-malu membuat semua yang mendengar jawaban Lintang tertawa.


" Sudah seperti pesanan online saja nak Lintang!" kali ini bi Ratih yang ikut menimpali sementara sepasang mata tidak henti-hentinya menatap kagum dengan perubahan wanita cantik yang kini berada di hadapannya apalagi saat wajahnya dihiasi senyum yang sanggup memukaunya.


" Bay... Bayu. Woyyy!" panggil Cahaya sambil melempar bantal kecil ke arah Bayu yang terlihat melamun.


Bayu terkesiap dan tersenyum kaku lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Hayo ngelamunin apa?" ledek Cahaya membuat wajah Bayu merah menahan malu.


" Wah, sepertinya pesanan kamu sudah dikemas Lin, sebentar lagi mungkin sampai!" ucap Cahaya dengan tersenyum jahil membuat Bayu melotot dan menatap tajam ke arah Cahaya.


Lintang mengernyitkan alis menatap bingung kearah Cahaya. sementara Mama Sekar dan bi Ratih hanya tersenyum menyimak ucapan Cahaya yang mengerti arah pembicaraannya.


" Maksud kamu apa sih Ca?" dengan polos Lintang bertanya.


Cahaya tertawa renyah lalu menunjuk dengan dagunya kearah sosok pria satu-satunya yang berada di tengah-tengah mereka.


Spontan Lintang mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjukkan oleh Cahaya dan betapa terkejutnya Lintang karena sedari tadi tidak menyadari keberadaan sosok Bayu yang begitu terkesima dengan perubahan yang sungguh drastis bagi seorang Lintang.

__ADS_1


" Mas Bayu!" ucap Lintang dengan keterkejutannya.


__ADS_2