
Di dalam kamar Cahaya meruntuki nasibnya yang malang, ia menggeser tubuhnya bolak balik tapi tetap saja matanya tak bisa terpejam. dalam hatinya masih memikirkan Reihan yang berubah dingin terhadapnya.
waktu sudah menunjukkan pukul 03 : 00 dini hari tapi Reihan masih belum kembali kekamarnya hati Cahaya semakin gelisah. karena merasa tidak bisa tidur Cahaya akhirnya turun dari tempat tidur dan pergi kebalkon kamarnya. matanya menatap ke langit hempasan angin yang menyapu wajahnya lembut menambah kesunyian hatinya yang hampa.
Berkali-kali Cahaya membuang napas kasar mencoba menenangkan hatinya dan berusaha menghadapi semuanya dengan sabar berharap kebahagian akan menghampirinya dan tak membiarkan lukanya kembali menganga.
Namun kenyataan lagi-lagi tak sesuai dengan yang diharapkan. airmata yang sudah mengering kini kembali berderai tatkala Cahaya melempar pandangannya ke bawah balkon tempat ia berdiri. betapa terkejutnya Cahaya melihat pemandangan yang untuk kedua kalinya menghantam keras hatinya. pemandangan yang tidak seharusnya Cahaya lihat. dibawah kamar tepatnya ditaman belakang pinggir kolam renang Cahaya melihat Clara dan Reihan sedang berpelukan bahkan mereka saling berpautan. hati Cahaya bagaikan kaca yang terhempas kebatu hancur berkeping-keping. karena tidak kuat melihat adegan asmara yang menyakitkan batinnya Cahaya berlari masuk ke kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya dikasur dan tangis cahaya kembali pecah.
Di taman belakang Reihan dan Clara sedang asik bermesraan, Entah apa yang terjadi pada Reihan sampai membuatnya tega menyakiti hati Cahaya atau mungkin memang rasa cinta Reihan terhadap Clara masih begitu besar dan Cahaya hanyalah pelampiasan rasa sepinya selama ini.
" Sayang !" panggil Clara lembut sambil memainkan jarinya di dada bidang Reihan.
" Hemmm..." Reihan sambil mengelus rambut Clara.
" Boleh aku bertanya?"
" tanyalah!" Jawab Reihan singkat.
"Gadis yang bersamamu tadi itu siapa?"
__ADS_1
Clara pensaran
" Maksudmu Cahaya?" Reihan berhenti mengelus rambut Clara.
" iya"
" Bukan siapa-siapa kau tidak usah menghiraukannya !" Reihan melepaskan pelukannya dan menarik tangan Claraù.
" Ayo kita masuk, cuaca sudah terasa dingin !" ajak Reihan. Clara tersenyum dan mengikuti langkah Reihan.
" Sebaiknya kau tidur, beristirahatlah kau pasti sangat lelah hari ini !"
Reihan mengantar Clara kekamar tamu yang ada dilantai bawah. saat hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba Clara menarik tangannya dan memberi kecupan selamat tidur.
" Selamat malam. maaf karena aku ternyata masih sangat mencintainya !" bisik Reihan.
Cahaya menitikkan air mata dibalik selimutnya. karena ternyata Cahaya masih belum bisa tidur sehingga semua ucapan Reihan masih sangat jelas ia dengar.
CAHAYA💔
__ADS_1
" Kau jahat mas, andai waktu itu kau tidak menolongku mungkin aku tidak akan merasakan luka ini lagi. ditinggalkan oleh orang yang aku sayangi" Batin Cahaya.
Reihan menjatuhkan tubuhnya diatas kasur samping Cahaya. ia memejamkan matanya dan tak berapa lama Reihan terlelap.
Cahaya merasa sangat terluka tetapi sebisa mungkin ia berusaha untuk tegar dan memilih untuk menghadapinya. karena merasa jenuh akhirnya cahaya mutuskan untuk turun kedapur, Dilihatnya mbok ijah sedang memotong sayuran.
" Mbok !" sapa Cahaya kemudian duduk dikursi meja makan.
" Non Cahaya " mbok ijah terkejut dengan kemunculan Cahaya yang tiba-tiba.
" Non Cahaya kok sudah bangun jam segini ?"
" Iya mbok, gak bisa tidur"
" Ada apa non?
" Gak ada apa-apa kok mbok " Cahaya termenung sesaat pikirannya kembali teringat dengan ucapan yang Reihan katakan.
hatinya kembali terasa sakit dan tanpa disadari air matanya kembali lolos.
__ADS_1
**JANGAN LUPA BANTU VOTE, LIKE DAN KOMENNYA YA 😊
TERIMA KASIH**