
usai sarapan Reno dan Intan kembali kekamar sementara sang mama pergi arisan ke rumah temannya.
Intan tengah bersiap-siap diri karena hari ini ia sudah berjanji akan bertemu dengan Bayu dan yang lainnya di cafe. Intan masih merasa tidak nyaman karena Reno memaksa untuk tetap ikut.
" sudah? ayo berangkat!" ajak Reno. Intan hanya memberengut pasalnya mereka bukan hanya bertemu dengan Bayu tapi juga dengan Lintang dan kawan-kawan.
" kenapa,kok kaya gak senang gitu mas ikut?" tanya Reno setelah mereka sudah berada didalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang menuju cafe.
" bukan gk senang mas, tapi gimana nanti kalau yang lain bertanya-tanya kita bisa datang bersama. bagaimana jelasinnya mas?" tanya Intan yang sudah duduk miring menghadap Reno.
" ya bilang aja kalau kita memang punya hubungan gitu" Jawab Reno santai
" mas... gak semudah itu juga, bisa heboh nanti seisi kantor" kesal Intan
" ya terus kamu maunya gimana? kalau kamu menyuruh mas untuk pulang ya mas gak mau. mas gak mau kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu dan calon baby kita sayang. " Reno mengusap pucuk kepala Intan lembut.
" Iya... iya... terserah mas aja deh!" Intan pasrah
" Nah gitu dong sayang, Udah jangan cemberut lagi ya, kasihan dedenya kalau mommynya cemberut gini!" Reno mencubit pipi Intan pelan.
seketika Intan langsung menyunggingkan senyumnya.
" gitu dong, kalau senyum mommy terlihat lebih cantik" goda Reno dengan tangan mengelus perut Intan yang terlihat sudah membuncit.
" Oia, sayang kapan kamu akan resign? nampaknya perutmu sudah sedikit terlihat sayang. apa kamu tidak takut teman-temanmu akan berpikir yang aneh-aneh kalau kamu tidak memberi tahu mereka dan apa alasan kamu nanti kalau tiba-tiba berhenti?" tanya Reno ditengah perjalanan menuju cafe
" iya mas aku juga bingung bagaimana cara memberitahu mereka semua mas!" Intan menghela nafas panjang lalu menyandarkan tubuhnya.
" ya sudah jangan terlalu dipikirkan. biar mas yang urus semuanya. mungkin ini memang sudah saatnya sayang kita umumkan tentang perihal pernikahan kita." ucap Reno yang seketika membuat Intan bergeser dari duduknya dan kembali menghadap Reno
" Ta... tapi mas bagaimana nanti dengan wanita yang bernama Amira?" tanya Intan sedikit khawatir
" Sepertinya dia sudah tidak berminat lagi sama mas, dia sudah tidak menggangu mas lagi akhir-akhir ini"
" semoga saja ya mas"
mobil mereka tanpa terasa sudah sampai di parkiran cafe yang mereka tuju.
__ADS_1
Reno dan Intan keluar dari dalam mobil dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat kedatangan mereka. dengan perasaan kesal dan juga rasa tidak percaya orang tersebut terus memperhatikan Reno dan Intan yang pada akhirnya Intan lebih memilih untuk ke toilet terlebih dahulu dan menyuruh Reno untuk masuk lebih dulu menemui Bayu.
awalnya Reno menolak dan memaksa untuk menemani Intan tapi Intan bersikeras menolaknya.
Saat Intan berjalan menuju toilet tiba-tiba langkahnya terhenti oleh seorang wanita cantik yang tengah menghadang jalannya dengan senyum getir.
" Kau mau apa, minggir!" Intan kembali melangkah mengacuhkan Murni orang yang tengah menghadang jalannya.
" Ada hubungan apa sebenarnya pak Reno denganmu?" tanya Murni ketus.
" Bukannya kau sendiri sudah tau kalau aku dengan Cahaya saudara kembar pak Reno itu bersahabat?" jawab Intan dengan malas
" Aku tidak percaya jika hubungan kalian hanya sebatas itu, mana mungkin pak Reno sebegitu perhatiannya dengan mu kalau hanya kau sekedar sahabat dari adiknya pak Reno dan hari bahkan kau juga datang bersamanya bukan?" Murni mendekati Intan dan menatap Intan dari ujung kaki sampai ujung kepala.
" kenapa kau melihat ku seperti itu?" Intan kesal dengan cara Murni memandangnya.
" Apa kau sengaja menfaatkan adiknya hanya untuk menggoda pak Reno, sungguh wanita licik!" Murni memandang rendah Intan.
" Jaga ucapanmu Murni!" ketus Intan. " Aku dekat dengan adiknya atau pun dengan pak Reno sekalipun bukan urusanmu!" tegas Intan lalu meninggalkan Murni yang wajahnya sudah merah karena kesal dan menatap Intan yang hilang masuk kedalam toilet.
Reno menghampiri Bayu yang tengah duduk bersama Andra, Edo dan juga Lintang karena Murni yang memaksa Edo untuk mengajaknya izin ke toilet .Edo yang memang orangnya baik dengan terpaksa menuruti keinginan Murni untuk ikut bersamanya.
Semua yang duduk bersama Bayu tentu saja terlihat begitu terkejut melihat kedatangan bos mereka. terutama Lintang yang terlihat gugup dan salah tingkah setelah Reno sudah berada didekat mereka semua.
" loh pak Reno ada di sini juga?" tanya Edo memecah ketegangan yang ada.
" Iya, kebetulan sekali kalian ada disini, boleh gabung?" tanya Reno basa basi.
" tentu saja boleh, iya kan?" jawab Edo dan pandangannya kesemua temanya seakan bertanya.
" I..iya, dengan senang hati pak Reno!" jawab Lintang sedikit gugup
Bayu hanya tersenyum tipis namun tatapan matanya seolah bertanya pada Reno mana Intan.
Tring..
Bayu #
__ADS_1
Di Mana Intan?
Bos Reno #
Ke *t**oilet*
Murni kembali dari toilet pandangannya langsung tertuju pada sosok pria tampan yang duduk bersama teman-temannya senyumnya pun mengembang. tanpa ragu Murni langsung duduk di samping Reno.
" Selamat siang pak Reno, ternyata bapak juga datang kesini?" sapa Murni dengan tidak tahu malunya.
Reno hanya menjawab sapaan Murni dengan senyuman sementara pandangannya terus tertuju kearah dimana letak toilet berada .
" pak Reno pasti sedang menunggu Intan dan aku pastikan setelah ini pak Reno pasti akan merasa jijik dengan Intan dan menjauhinya bahkan kalau perlu di pecat dari perusahaan" gumam Murni dalam hati.
" pak Reno seperti sedang mencari seseorang, apa ada seseorang yang sedang bapak tunggu?" tanya Murni basa basi.
" Akhh... tidak ada!" sanggah Reno padahal dalam hatinya Reno merasa sangat khawatir dengan keadaan isterinya yang tengah berbadan dua.
Reno mengambil ponselnya lalu mengetik pesan untuk Intan
My wife 😍
" Kamu di mana sayang, belum kelar urusan di toiletnya?"
Pesan belum dibaca, sudah hampir 20 menit Intan belum juga muncul perasaan Reno semakin tidak karuan
" Intan kemana ya, kok belum juga datang ya ponselnya juga gak aktif lagi gak biasanya Intan mematikan ponselnya?"
Degggg ...
ucap Lintang santai namun seperti sebuah hantaman untuk Reno karena yang diucapkan Lintang ada benarnya Intan tidak akan menonaktifkan ponselnya kecuali sedang marah padanya sementara hari ini mereka dalam keadaan baik-baik saja.
Wajah panik Reno terlihat dengan jelas terlebih setelah mendengar ucapan dari lintang.
" Kenapa Intan ke toiletnya lama banget Ren ?" bisik Bayu pelan. Bayu ikut merasa cemas pasalnya saudara sepupunya belum juga muncul.
" Intan kemana sih kok belum juga datang sih? sudah jam berapa ini, gak tau diri banget janjian gak tepat waktu!" cetus Murni pura-pura tidak tahu keberadaan Intan padahal dalam hatinya ia tertawa senang.
__ADS_1