
Dikeheningan malam bayu mengendarai sepeda motornya memecah jalan raya yang sepi dengan kecepatan rata-rata. hanya ada lampu jalan yang menghiasi pemandangan malam. setelah 20 menit mengendarai sepeda motornya bayu akhirnya tiba di sebuah cafe. ia memarkirkan motornya lalu masuk kedalam cafe tersebut.
mata bayu bergerilia mencari keberadaan intan.
Di sudut meja dekat jendela seseorang melambaikan tangannya kearah bayu.
" Bayu... disini !" teriak intan dengan melambaikan tangannya.
" Sorry telat " kata bayu bersalah. menarik kursinya lalu duduk berhadapan dengan intan.
" Santai aja " intan mengaduk minuman lalu menyeruputnya dengan sedotan.
" oia bay, mau pesan apa?"
" capucino saja satu"
intan memanggil pelayan dan memesan 1 capucino.
" intan !" panggil bayu pelan.
" hemm...!" jawab intan sambil memakan cupcake yang dipesannya.
" Ada yang mau aku bicarakan" ucap bayu ragu-ragu.
" Bicara saja bay, kau ini kaya sama siapa aja, serius banget " intan menepuk bahu bayu pelan lalu menyeruput minumannya.
__ADS_1
" bulan depan aku akan naik jabatan jadi manager" ucap bayu pelan
" apa, naik jabatan? " intan sumringah mendengar bayu akan naik jabatan. " Selamat ya bay, hebat kamu akhirnya naik jabatan !" ucap intan dengan gembira.
" Tapi Aku akan dimutasi ke kantor pusat " ucap bayu berat.
" Mutasi ?" intan terdiam menatap lekat bayu.
" Hemmm " bayu menganggukan kepala.
mendengar bayu akan dimutasi kekantor pusat membuat intan sangat sedih tanpa tersadar bulir airmata menetes begitu saja dipipi intan dan dengan cepat intan menyekanya.
" Cahaya sudah pergi dan sepertinya dia sudah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang dan kini kau juga akan pergi" intan tersenyum hambar.
" Aku juga sebenarnya berat untuk mengambil keputusan ini apalagi aku harus meninggalkan ibu dan adikku yang manja. tapi ini satu kesempatan untuk aku membahagiakan ibuku. aku ingin memberikan kehidupan yang lebih baik lagi" bayu menghela napas panjang dan menatap lekat intan.
" Belum, rencananya besok aku akan memberi tahunya" bayu mengambil secangkir capucino diatas meja yang ada dihadapannya lalu meminumnya seteguk dan meletakkannya kembali.
" Kalau memang itu yang terbaik, satu kesempatan emas untukmu aku do'akan semoga sukses bay !" intan memaksakan senyumnya dan mengambil jus orange lalu meminumnya.
**********************************
Di dalam kamar
" mas kita keluar yuk !" cahaya menghampiri Reihan yang bersandar ditempat tidur sambil memainkan hp, lalu cahaya duduk di tepi tempat tidur .
__ADS_1
Reihan meletakkan hp diatas nakas. " untuk apa keluar enakkan disini sayang kita.." Reihan tersenyum dan mengedipkan matanya sambil menepuk sisi tempat tidur yang kosong.
" Aduh mas, bisa gak sih kalau mikirnya gak kesitu terus?" cahaya cemberut.
" Emang kenapa, mas kan cuma ngajak kamu duduk disini untuk nonton tv, emangnya mau ngapain dasar mesum?" Reihan mengeles.
Cahaya mengernyitkan matanya. " yakin cuma nonton tv ?"
" iya cuma nonton tv aja tapi kalau selebihnya diluar kendali gak apa-apa dong?" ucap Reihan tertawa.
" Gak mau ah, ayo dong mas selagi kita disini lusakan kita akan pulang." rengek cahaya sambil menarik narik tangan Reihan.
Reihan menghela napas panjang " baiklah... baiklah... kamu itu ya bikin mas gak bisa menolak aja" Reihan mencubit hidung cahaya.
" aaaaa... sakit mas" cahaya memegang hidungnya yang dicubit Reihan.
Reihan turun dari tempat tidur, menggandeng tangan cahaya menuruti keinginan isterinya yang ingin keluar malam.
setelah berada didalam mobil " sayang, kita mau keluar kemana?" Reihan menoleh ke cahaya yang duduk disampingnya.
" Bagaimana kalau kita ke cafe mas?" usul cahaya.
" baiklah kalau begitu" Reihan menyalakan mesin mobil lalu menancap gas membelah jalan digelapnya malam.
setelah sampai di cafe Reihan memarkirkan mobilnya lalu keluar dari mobil. Reihan dan cahaya masuk masuk ke sebuah cafe yang bernuansa klasik. banyak lampu kerlap kerlip yang menghiasi setiap sudutnya.
__ADS_1
" kita duduk disana saja !" tunjuk Reihan ke sebuah meja yang terletak paling pojok.
Cahaya memanggut dan mengikuti langkah Reihan yang berjalan mengarah ketempat yang ditunjuk.