
Mas akan jelasin semuanya tapi tidak disini" jawab Reno." Mah, Reno akan jelasin semuanya pada Cahaya dan sebaiknya mamah sekarang istirahat!"
Sekar menganggukan kepalanya dan menyetujui ucapan putranya itu.
Ceklekkk...
Pintu terbuka menyembul masuk bi susan dengan menenteng satu tas pakaian ditangan kanannya dan satu lagi kantong yang berisi makanan dan buah-buahan.
" Syukurlah nyonya sudah sadar!" ucap bi susan senang lalu meletakan kantong makanan yang dibawanya diatas nakas.
" Terima kasih ya bi, maaf jadi merepotkan bibi!" ucap Sekar pelan.
" Gak merepotkan kok nyonya, ini memah sudah kewajiban saya!" ucap bi susan.
Reno menoleh kearah Cahaya yang masih diam terpaku dengan pikirannya.
" Mah, gak apa-apakan Reno tinggal dulu sebentar?" ucap Reno lembut
" Kamu mau kemana sayang?" tanya mamahnya yang terlihat enggan ditinggal anak-anaknya.
" Mah, Reno mau mengantarkan Cahaya pulang dulu!" Reno menoleh ke cahaya.
" Mamah... mamah gak mau Cahaya pergi sayang, biarkan Cahaya menemani mamah disini. mamah sangat merindukannya!" Sekar menangis menatap lekat Cahaya.
mendengar Sekar terisak Cahaya menoleh kearahnya dengan langkah perlahan Cahaya menghampirinya.
" Bu... maaf saya harus pergi!" Masih merasa tidak percaya dengan kenyataan yang begitu tiba-tiba. Cahaya lebih memilih untuk pergi menenangkan pikirannya.
" Sayang, Mamah mohon sayang jangan tinggalkan mamah. !' Sekar menangis histeris melihat Cahaya yang pergi meninggalkannya.
" Mamah... tolong jangan seperti ini mah, kita harus memberi Cahaya waktu. ini mungkin terlalu tiba-tiba mah untuk Cahaya. mamah harus tenang biar mamah cepat sembuh dan kita bisa kumpul bersama lagi termasuk dengan Cahaya. kalau mamah seperti ini apa mamah mau membuat Cahaya sedih lagi?"
mendengar ucapan panjang lebar Reno akhirnya perlahan Sekar mulai sedikit tenang.
__ADS_1
" Mah Reno kejar Cahaya dulu ya mah.?"
Mamahnya menjawab dengan mengangguk.
" Bi tolong jaga mamah ya bi!" pinta Reno pada bi susan.
" Iya den".
Reno langsung pergi bergegas mengejar Cahaya. ia berlari mencari keberadaan cahaya dan setelah sampai diluar Rumah Sakit Reno melihat Cahaya sedang menangis dibangku taman Rumah sakit tersebut. perlahan Reno melangkah mendekatinya.
Cahaya duduk dengan tubuh bergetar karena isak tangisnya pecah.masih merasa tidak percaya kalau ternyata ibunya yang telah meninggalkan bertahun-tahun akhirnya kini ada didepan mata. hatinya terasa hancur dan sakit setiap kali mengingat semua penderitaan yang selama ini ia lewati. rasa benci seketika menyelimuti hatinya.
Reno menatap punggung Cahaya yang bergetar dengan hati yang remuk. ia tahu apa yang dirasakan cahaya, kenyataan yang begitu tiba-tiba pasti sangat sulit untuk dengan mudah diterimanya. Reno membiarkan Cahaya menangis setelah dilihatnya cahaya mulai agak tenang barulah ia berani mendekatinya.
" Cahaya!"
Deggg...
" Duduklah !" Reno menarik pelan tangan cahaya menyuruhnya duduk namun ditepis oleh Cahaya.
" Aku mohon duduklah, dan dengarkan dulu penjelasanku!" ucap Reno dengan manik mata memohon.
" Tidak ada yang perlu mas Reno jelasin. wanita itu mamahnya mas Reno bukan ibuku. maaf mas aku tidak bisa berbohong aku...!" ucapnya seakan ini mungkin hanyalah sandiwara Reno demi kesembuhan mamahnya.
" Aku tidak memintamu berbohong untuk berpura-pura menjadi adikku. tapi aku ingin kau sedikit saja memahami penderitaan mamah yang sangat merindukan putrinya selama bertahun-tahun. menerima kehadiran mamah yang mungkin terlalu mendadak untukmu.!" Reno berdiri dan memegang lembut bahu Cahaya yang tengah kembali menangis.
" Sejak kapan kau tau kalau aku adikmu?" tanya Cahaya sambil menghapus kasar airmatanya.
" Aku tau sejak kau pergi ke kota x, aku bertahun-tahun mencari keberadaanmu setelah mamah memberi tahu ku kalau aku punya saudara kembar dan dia seorang wanita. aku lalu menyuruh orang dan setelah dapat kabar bahwa kau adalah adikku. sungguh aku merasa sangat bingung bagaimana caranya untuk memberi tahumu.
masih ingat waktu ditengah hujan kau menangis tepat pertama kita bertemu. aku bilang aku sangat mengenalmu dan semenjak itu aku berusaha untuk terus menjagamu..sampai aku meminta kau kerja diperusahaanku agar aku dapat dengan mudah menjaga dan melindungimu satu-satunya saidariku. mamah belum aku beritahu keberadaanmu tapi karena kejadian ini aku takut bila tidak mempertemukan kalian jika terjadi sesuatu pada mamah aku takut menyesal seumur hidupku. karena yang aku tahu mamah sangat merindukanmu!" mendengar semua ucapan Reno membuat Cahaya kembali terisak.
" Aku tahu kenyataan ini berat untukmu menerima orang yang sudah menelantarkanmu bertahun-tahun. tapi aku yakin mamah dan papah pasti punya alasan sendiri untuk semua ini.
__ADS_1
" Darimana kau tahu mamah merindukanku?" tegas Cahaya.
" karena aku melihat hampir setiap hari mamah diam-diam menangis ditengah malam. aku pernah ingin bertanya tapi aku takut mamah marah. dan pernah suatu ketika mamah ingin kembali ke kota x untuk mencarimu namun papah tiriku suami baru mamah melarangnya. jika mamah memaksa pergi maka mamah tidak boleh kembali lagi kerumahnya dan tidak boleh bertemu denganku lagi. mamah tidak ada pilihan karena mamah tidak mau kehilanganku juga jadi dia lebih memilih untuk tinggal menemani papah yang memang pada waktu itu tengah sakit-sakitan. kami bisa mencarimu setelah beliau meninggal. papah begitu menyayangiku meskipun sedikit mengancam karena mungkin itulah cara papah untuk menahan mamah pergi. setelah papah meninggal semua harta warisannya ia berikan kepadaku karena memang sejak kecil papah sangat menyayangiku oleh sebab itu aku tidak tahu kalau sebenarnya aku bukanlah putra kandungnya. dan barulah kamu mencari keberadaanmu."
" Aku.... aku...!" ucap lirih Cahaya.
" Sudahlah. aku tau ini semua tidaklah mudah untuk kau terima begitu saja. aku tidak akan memaksamu. aku tahu dan sadar dosa kami begitu besar padamu!" ucap Reno penuh penyesalan.
" Ayo aku antar pulang, Suamimu saat ini pasti sedang mencarimu!" ucapan Reno membuat Cahays teringat akan Reihan karena dia masih belum memberinya kabar.
" Mas Reihan!" gumamnya lalu ia mengikuti Reno menuju parkiran mobilnya. setelah sampai diparkiran Reno dan Cahaya masuk kedalam mobil. didalam mobil mereka saling diam-diaman tidak ada yang mau berbicara. suasanapun menjadi begitu hening.
Kukukkriuuukkkkk.....
Suara bunyi dari perut Cahaya akhirnya memecah keheningan. Reno menoleh sekilas Cahaya yang tertunduk malu karena suara perutnya yang tidak bisa dikondisikan.
" Sebaiknya kita mampir sebentar untuk mengisi perut, aku sudah sangat lapar karena seharian ini belum sempat terisi!" tutur Reno.
" Terserah mas Reno aja!" jawab cahaya singkat.
Akhirnya Reno menepikiran mobilnya didepan sebuah rumah makan Seafood. Setelah memarkirkan mobilnya Reno dan Cahaya keluar dari mobil dan masuk ke rumah makan seafood tersebut. Mereka duduk secara lesehan dan seorang pelayan menghampir mereka memberikan daftar menu yang ada di rumah makan tersebut.
" Ca kamu mau pesan apa?" tanya Reno sambil menunjukkan beberapa menu makanan.
" Terserah mas Reno saja!"
" Ya sudah kalau begitu saya pesan udang goreng asam manis, kepiting lada hitam,cumi goreng crispy dan Cah kangkung!" ucap Reno pada seorang pelayan. " Ca apa kamu mau menu lainnya?" tanya Reno pada Cahaya.
" Gak ada mas, itu sudah cukup!" jawab Cahaya.
" Minumnya 2 jus jeruk!" ucap Reno lagi pada pelayan.
Tidak butuh waktu lama makanan yang dipesanpun sudah tersaji diatas meja makan mereka. karena sudah merasa sangat lapar Reno dan Cahayapun memakan dengan lahapnya menu yang dipesannya.
__ADS_1