RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
MENANGIS


__ADS_3

"Kamu gak baik-baik aja, kamu berbohong kan Ca?" Tanya bayu penuh penekanan.


" Aku baik-baik saja bayu, kamu gak usah mengkhawatirkan aku berlebihan seperti itu " ucap Cahaya dengan tersenyum.


" Ku harap seperti itu " kata Bayu penuh penekanan.


" Bayu... !" panggil Cahaya pelan .


Bayu yang sedang menikmati Banana cake langsung menatap orang yang memanggilnya.


" Bayu, bagaimana kabar intan ?"


" emm..... dia baik-baik saja, kenapa memangnya?" tanya Bayu sambil mengunyah makanannya.


" tidak ada apa-apa, hanya saja pasti sangat menyenangkan kalau dia ada disini. ahhkk.... kenapa aku jadi merindukan intan begini ?" Cahaya meletakkan kedua tangannya di dagunya dan membuang napas kasar.


Sebagai seorang sahabat Bayu dapat merasakan ada sesuatu yang sebenarnya Cahaya sembunyikan dari dirinya.


Cahaya kembali tersenyum dan meminun jus jeruk yang dipesan Bayu untuknya. saat sedang menikmati minumannya tiba-tiba mata Cahaya membulat melihat seseorang yang ia kenal berjalan masuk ke dalam cafe.


" Ca... !" panggil Bayu. Cahaya tidak merespon. " Ca !" Panggil Bayu lagi tapi Cahaya tetap tidak bergeming matanya masih menatap lekat pria yang masuk kedalam cafe yang sama tempat mereka berada. " Cahaya !" panggil Bayu dengan menepuk bahu Cahaya. sontak panggilan kali ini membuat Cahaya terperanjat.


" Ca, kamu ini sebenarnya kenapa si? " Bayu semakin penasaran dengan sikap Cahaya yang tiba-tiba terlihat gusar dan tangannya sedikit gemetaran.


" Ahh... aku... aku gak apa-apa kok bay !" ucap Cahaya yang berusaha tenang.


Bayu terus memperhatikan sikap Cahaya yang terlihat tidak tenang. pandangan Cahayapun sesekali menatap pria yang duduk di kursi yang terhalang beberapa meja dari tempat mereka duduk. Pria itu duduk disamping seorang wanita cantik dan membelai rambut sang wanita yang dihiasi dengan tawa kecil dari bibirnya. mereka terlihat sangat mesra. Bayu mengarahkan pandangannya mengikuti arah mata Cahaya. Ada keterkejutan tersendiri didalam hati Bayu. Rasa penasaran Bayu akan hubungan Reihan dan Cahaya semakin dalam.


" Ca !' panggil Bayu pelan


Cahaya menoleh ke Bayu terlihat jelas oleh Bayu manik mata Cahaya yang menyimpan kesedihan.

__ADS_1


" Ca, bukankah pria yang berada di sana itu Pak Reihan ?" tanya Bayu sambil menunjuk ke arah Reihan dengan sorot matanya.


Cahaya memaksakan senyumnya mencoba untuk bersikap tenang.


" iya, kau benar Bayu itu memang Pak Reihan" jawab Cahaya sendu.


" Lalu siapa wanita yang bersamanya itu, apa dia kekasih Pak Reihan?" tanya Bayu penasaran sambil terus memperhatikan Reihan dan Clara wanita yang duduk disampingnya .


" Wanita itu sangat cantik, sungguh pasangan yang serasi. cantik dan tampan " Ucap Bayu yang masih menatapnya lekat.


Degggg...


Ucapan Bayu bagaikan belati yang menancap tepat di hati Cahaya. Dengan lidahnya yang kelut Cahaya hanya menjawab dengan sebuah senyuman getir pertanyaan yang Bayu lontarkan. ia lalu kembali melanjutkan makannya namun entah apa yang terjadi dengan Cahaya sampai garpu yang ada ditangannya jatuh kelantai. tangan Cahaya terlihat gemetar.


Bayu melihat sikap Cahaya yang pias dan tangannya yang gemetaran ia membantu Cahaya mengambil garpu yang tergeletak dilantai.


CAHAYA💞


aku akan berusaha mas menghapus rasa cinta yang sempat kau ukir dihatiku ini. karrna aku sadar cinta itu bukan untukku tapi untuk dia wanita yang kini berada disampingmu ".


batin Cahaya.


Tanpa disadari air mata yang ditahannya sejak tadi akhirnya lolos begitu saja tanpa permisi. Sontak hal itu membuat Bayu berdecak kaget dan bingung dengan Cahaya yang tiba-tiba menangis dihadapannya.


" Ca kamu kenapa, kamu menangis Ca?" Bayu memegang tangan Cahaya yang sedikit gemetar.


Mendengar pertanyaan Bayu Cahaya lekas menghapus airmata yang menetes di pipinya. berusaha untuk bersikap biasa.


" akh... aku tidak apa - apa bayu, aku tidak menangis mataku hanya terkena debu" ucap cahaya berbohong.


Sementara di bangku seberang sana dengan senyum yang merekah Reihan sedang mengelap sudut bibir Clara dengan ibu jarinya membersihkan sisa makanan yang menempel.

__ADS_1


" Terima kasih ya sayang !" ucap lembut Clara dengan seulas senyum dibibirnya.


" Apa kamu sudah pulang kerumah menemui orang tuamu?" tanya Reihan.


" Sudah sayang, mamah widia tadi yang menemaniku dan mengantarku pulang"


" Mamah?"


" Iya sayang, katanya kangen sudah lama tidak bertemu dengan mamah ".


jawab Clara sambil menggenggam tangan Reihan diatas meja.


" Mamah Widia menyuruhku untuk mengajakmu makan siang karena mamahku dan mamah Widia ingin pergi shoping"


Reihan hanya mengangguk anggukan kepalanya.


" Sayang aku ke toilet dulu ya !" pamit Clara yang bangun dari duduknya lalu berlenggang pergi meninggalkan Reihan.


Reihan menatap Clara yang pergi meninggalnya ke toilet matanya lalu melihat kearah sekeliling dan seketika pandangannya terhenti di Sorot mata seseorang yang menatapnya berkaca-kaca tak lain adalah Cahaya. matanya membulat ketika melihat seorang pria duduk disamping Cahaya. Reihan terperanjat dan bangkit dari duduknya berjalan menghampiri Cahaya dengan sikap dinginnya dan sorot mata tajam yang sungguh sulit diartikan. entah apa yang membuat Reihan begitu marah sehingga ia langsung menarik tangan Cahaya sampai Cahaya terbangun dari duduknya dan terpaksa mengikuti langkah panjang kaki Reihan yang membawanya paksa tanpa kata.


Cahaya sungguh tak kuasa lagi menahan air yang sudah menggenang dipelupuk matanya. akhirnya airmata itu tumpah begitu saja.


Bayu hanya menatap bingung Cahaya yang dibawa pergi oleh Reihan. menatap keduanya sampai hilang dari pandangan.


Cahaya meronta berusaha melepaskan genggaman erat tangan yang mencengkram pergelangan tangannya. tapi sia-sia Reihan tetap tak bergeming dan semakin memperkuat cengkramannya sampai Cahaya memekik kesakitan dan pergelangan tangannya memerah.


sesampainya didepan mobil hitam miliknya. Reihan membuka pintu mobil lalu memaksa Cahaya masuk kedalam mobil tersebut dan setelah itu Reihan memutari mobilnya dan masuk kedalam mobil dan tak lama mobil itupun meluncur meninggalkan cafe dimana Clara dan Bayu berada.


Didalam mobil Cahaya melempar pandangannya ke sisi jalan sementara Reihan tetap fokus mengemudi dengan raut wajah dinginnya.


Secara tiba-tiba Reihan membanting setirnya ke tepi Cahaya membulatkan matanya menatap Reihan lekat. sementara pandangan Reihan tetap lurus kedepan tanpa bicara sepatah katapun.

__ADS_1


Cahaya berusaha membuka pintu mobil namun sia-sia karena Reihan menguncinya. Entah apa yang membuat Reihan begitu marah dan membawa pergi Cahaya bahkan meninggalkan kekasihnya sendiri.


__ADS_2