RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Akhir Cerita


__ADS_3

Reihan tengah mempersiapkan sesi pemotretan keluarga kecilnya. pemotretan di lakukan di seluruh sudut ruangan rumah mereka dari ruang tamu, ruang keluarga, meja makan dan sampai ke kamar masing-masing serta halaman rumah mereka.


Sesi pertama Reihan berpose duduk berdua dengan Cahaya dan berbagai gaya lainnya sesuai dengan pengarahan sang fotografer. setelah itu bergantian sesi pemotretan pada ke empat anak-anak mereka.


Lanjut pemotretan dilakukan kepada seluruh keluarga kecil Reihan dan Cahaya yang penuh dengan kehangatan dan cinta.


Begitu terlihat dengan jelas raut kebahagiaan pada keluarga kecil mereka.


Anak-anak mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Raka yang tumbuh menjadi anak yang tampan namun sedikit dingin, Cery gadis cantik yang penuh keceriaan serta keusilan, Regina gadis kecil yang cantik namun sedikit pendiam dan dingin ia tidak banyak bicara namun sekalinya bicara ucapannya Sangat tajam dan tegas berbeda dengan Regan yang justru berbanding terbalik dengan Regina yang lebih suka tersenyum dan mudah bergaul.


Hari ini keluarga besar Cahaya tengah berkumpul di kediaman mama Sekar. Karena hari ini adalah tepat hari ulang tahunnya. Betapa bahagianya mama Sekar dulu ia hanya tinggal bersama sang putra tercinta yaitu Reno dan setelah sekian lama akhirnya bertemu dengan putrinya yang lama terpisah. kini bukan hanya memiliki putra dan putri tapi kebahagiaan Sekar lengkap karena memiliki menantu-menantu yang baik dan juga cucu-cucu yang cantik dan tampan.


Reno sudah lebih dulu tiba di kediaman Mananya bersama Intan yang tengah hamil besar dan dua anak kembarnya Keyla dan Keysa.


Bayu pun ikut hadir bersama isteri tercintanya Lintang yang kondisinya pun tidak jauh dari Intan, ia pun tengah berbadan dua namun usia kandungannya baru menginjak 8 Minggu, Mereka pun tidak lupa membawa putra mereka Dio.


Citra yang kini sudah menjadi dokter kandungan pun turut hadir bersama sang ibu yaitu Ratih.


Tidak lama berselang mama Widia datang bersama papa Bram. mereka langsung menghampiri Sekar dan tidak lupa mengucapkan selamat.


Acara di gelar cukup mewah beberapa rekan bisnis dan karyawan semua hadir di pesta tersebut.


Mama Sekar terlihat gelisah, pasalnya putri kesayangannya belum juga datang padahal acara sudah hampir mau di mulai.


Sementara di perjalanan menuju rumah mama Sekar entah kesialan apa mobil mereka terjebak macet.


" Semua ini gara-gara kak Cery!" kesal Regina.


" Ih kenapa kakak yang disalahin?" Cery tidak terima


" Iya salah Kakak karena kelamaan dandannya" jawab Regina


" Suka-suka kakak dong!" sahut Cery membuat Regina semakin kesal.


" Dasar kak Cery ganjen"


" Biarin. wleeee..." Cery mengejek memeletkan lidahnya membuat Regina bertambah marah.

__ADS_1


" Kak Cery!" teriaknya membuat papanya yang tengah menyetir akhirnya angkat suara.


" Kakak ... Ade... sudah dong jangan bertengkar lagi, lihat tuh Regan dan kakakmu Raka mereka diam gak ribut." titah Reihan


" Sebentar lagi kita sampai sayang jadi jangan pada bertengkar ya, masa di acara ulang tahun Oma kalian bertengkar gak sayang apa sama Oma pasti sedih kalau melihat kalian berdua ribut terus" ucap lembut Cahaya mengingatkan.


" Iya ma... pa .. maaf!" ucap Mereka bersamaan.


Akhirnya setelah cukup lama menempuh perjalanan mobil yang mereka tumpangi pun telah sampai di halaman rumah mama Sekar.


Cery turun lebih dahulu di ikuti Raka dibelakangnya setelah itu Regan dan Regina.


Cahaya berjalan memasuki rumah mewah nan megah milik sang mama sambil bergandengan tangan dengan suami tercinta.


Kedatangan mereka tentu menjadi pusat perhatian para tamu undangan pasalnya seperti yang sudah diketahui Cahaya memiliki wajah cantik nan ayu lemah lembut berjalan bersanding dengan Reihan yang terlihat bertambah ketampanannya setelah memiliki empat orang anak.


Sekar langsung menghampiri mereka raut bahagia kini terukir jelas di wajah wanita yang sudah tidak muda lagi namun masih terlihat cantik.


" Cucu Oma!" teriak Sekar menyambut kedatangan anak menantu dan juga cucu-cucu mereka.


" Oma!" teriak Cery dan disusul oleh Regina dibelakangnya.


" Selamat ulang tahun Oma!" ucap Cery yang kemudian di ikuti oleh Regina, Raka dan juga Regan.


" Terima kasih sayang!" ucap Sekar memeluk cucu-cucunya bergantian.


" Selamat ulang tahun ya ma!" ucap Cahaya bergantian dengan Reihan.


" Terima kasih sayang!" sahut mama Sekar memberi cipika-cipiki.


" Kenapa kalian datang terlambat?" tanya Sekar


" Maaf ma, tadi kami terjebak macet.!"jawab Cahaya.


" Ya sudah yang terpenting kalian sudah hadir dan kita mulai saja acaranya!" ucap Sekar penuh diliputi kebahagiaan.


*

__ADS_1


*


Semua tengah berkumpul, acara pesta pun dimulai. Terlihat Cahaya kebahagiaan terpancar di wajah seluruh keluarga khususnya mama Sekar.


Awal kisah yang terbilang banyak air mata yang terkuras. Kemarahan dan kebencian yang turut hadir mewarnai kehidupan mereka bahkan keterpurukan akibat keserakahan dan kesombongan. Kini masa-masa itu telah Lolos Cahaya lewati. berkat kesabarannya, keikhlasan dan juga dukungan dari orang-orang tercinta akhirnya ia dapat melalui semuanya dan kini air mata kesedihannya berubah menjadi air mata kebahagiaan.


Ditinggal Ayah tercinta karena kecelakaan bahkan belum kering air mata kesedihannya ia harus menoreh luka baru karena terenggut kesuciannya. begitu banyak penderitaan yang Cahaya lalui dan kini ia tidak henti-hentinya berucap syukur karena kebahagiaan yang ia tuai dari kesabarannya berbuah manis.


Mempunyai mama dan kakak yang begitu menyayanginya. mertua yang sudah seperti orang tua sendiri, kakak ipar yang baik hati juga keponakan-keponakan yang gemesin.


Dan kebahagiaan itu tidak lengkap tanpa Reihan pria yang selama ini sangat ia cintai begitu juga sebaliknya. meskipun awal kebersamaan mereka dengan cara yang buruk tapi Cahaya bersyukur karena akhirnya berbuah manis.


Kini kebahagiaannya sempurna memiliki Reihan, sosok suami yang sangat mencintai dan menyayangi dirinya dan juga anak-anaknya yang cantik-cantik dan juga tampan-tampan.


" Terima kasih ya mas!" ucap Cahaya saat tengah berada di taman setelah acara pesta telah usai.


" Terima kasih untuk apa?" tanya Reihan yang tengah memeluk Cahaya dari belakang. keduanya menikmati udara di pagi hari.


" Terima kasih karena mas sudah mendampingi aku dan menjadi suami serta papa yang baik untuk anak-anak kita mas!" ucap Cahaya.


" Mas yang harusnya berterima kasih karena kamu sudah memberikan mas kebahagiaan yang luar biasa. kamu sudah mau menjadi ibu dari anak-anak mas. anak-anak kita yang lucu-lucu."


Reihan memutar badan Cahaya hingga mereka saling berhadapan. Reihan langsung membawa Cahaya ke dalam dekapannya.


" Aku mencintaimu sayang!" ucap lembut Reihan mengecup kening Cahaya


"Aku juga sangat mencintaimu mas!" Cahaya mengeratkan pelukannya. mereka pun saling berpelukan mesra dan pada saat bersamaan terdengar suara riuh dari belakang. saat Cahaya mengurai pelukannya dan menoleh kebelakang ternyata ke empat anak-anak mereka sedang berjalan menghampiri mereka dan dibelakang mereka ada mama Sekar, mama Widia, papa Bram, Reno, Intan dan juga si kembar Kayla dan Kaysa. Mereka tertawa bersama merasakan kebahagiaan yang luar biasa.


...~Tamat~...


...Terima kasih untuk para readers semuanya. mohon maaf jika dalam cerita ini ada kata-kata yang mungkin kurang berkenan di hati....


...Kesempurnaan hanya milik Allah SWT dan kesalahan serta kekhilafan milik kita sebagai hambaNya....


...Semoga cerita ini bisa sedikit menghibur. Dukungan dan komentar kalian semua masih sangat saya butuhkan untuk menciptakan karya-karya berikutnya....


...Dan silahkan mampir ke ceritaku yang lain yang berjudul " Guruku Suamiku "...

__ADS_1



__ADS_2