RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Calon Suami


__ADS_3

Intan sampai di ibu kota setelah melakukan perjalanan melalui travel selama 7 jam perjalanan. Tubuhnya terasa sangat lelah karena baru sampai jam 7 pagi dini hari. Intan merebahkan diri dikasur empuknya.


" Ahhhh... aku lelah sekali!" Gumam Intan dan tidak waktu lama Intan sudah pergi kealam mimipi.


Matahari sudah berdiri tegak sinarnya pun sudah terasa sangat panas menyengat Intan perlahan membuka matanya karena kegaduhan terdengar dari perutnya yang teriak minta di isi.


" Hoaaaammmmm.....!" Intan menutup mulut dengan telapak tangan kanannya lalu menggerakan tangannya kekanan dan kekiri merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku.


"sudah jam berapa ini? aku tidur pulas sekali sampai perutku demo minta jatah!" Intan mengelus perutnya yang lapar.


Intan turun dari tempat tidur berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. 30 menit Intan sudah keluar dari kamar mandi dan menuju dapur untuk membuat sarapan yang sekaligus makan siang. Intan membuka kulkas dan mengernyitkan alisnya karena yang dilihat didalam kulkas hanya ada telur, kecap dan air mineral.


" Akhhhhh.... aku lupa mengisinya. stok makanan sudah habis. bikin ceplok telur saja deh syukur masih ada kecap.!" Intan membawa telur kedapur saat melihat penanak nasi Intan menepuk jidatnya. " Intan.. Intan.. dasar pelupa. aku belum menanak nasi!" Intan mengambil segelas beras mencucinya hingga bersih lalu memasaknya.


Intan bersih-bersih rumah sambil menunggu nasinya matang setelah semua bersih Intan kembali kedapur lalu membuat telur ceplok setelah matang Intan menyendok nasi dan membawa nasi hangat dengan telur ceplok ditambah kecap ke meja makan.


Intan menikmati makanannya dengan lahap meski sesekali hatinya terasa perih bila teringat dengan kejadian saat di mall dan tanpa sadar butiran bening meluncur begitu saja dari sudut matanya.


" Sudahlah Intan lupakan, kamu seharusnya tau batasan dan sadar siapa kamu!" Intan menyeka airmatanya kasar dan berusaha tersenyum menghibur dirinya sendiri.


" Semangat Intan!" gumamnya.


Selesai makan Intan membawa piring kotor kedapur lalu mencucinya setelah itu ia pergi kekamarnya untuk mengambil handpon yang ia letakkan diatas nakas. Intan menghidupkan ponselnya yang sengaja ia matikan dan ternyata lagi lagi begitu banyak pesan dan telpon tak terjawab. Intan membaca pesannya satu tapi untuk pesan dari Reno sengaja ia abaikan. Intan sudah berusahamenata hatinya kembali dan tidak ingin rasa sakit hatinya bertambah dalam.


Intan membaca pesan Citra yang menanyakan keberadaannya dan juga keadaannya. begitu pun dengan isi pesan dari Bayu yang sama dengan citra. Intan merasa sangat bersalah karena sudah membuat Citra dan Bayu mencemaskannya. Intan pun akhirnya menghubungi nomor Citra agar mereka tidak mengkhawatirkan dirinya lagi.


" Assalamualaikum!"


" Wa'alaikum salam, kak Intan kemana aja si!" Jawab Citra sedikit berteriak.


Intan menjauhkan ponselnya dari telinga karena teriakan Citra.


" isshh.... tidak usah berteriak, pengeng tau!" Intan kesal.


" Salah kak Intan sendiri kenapa baru menelpon, kakak kemana aja sih bikin khawatir aja!" Hardik Citra.


" Siapa Intan ya?" tanya bayu antusias dan merebut ponsel Citra.


" isss... kak Bayu!" Citra cemberut.


" Hallo Intan!" sapa bayu


" Bayu?"


" Iya ini aku, kamu dimana sekarang, kenapa dari kemarin nomormu sulit dihubungi. apa kamu baik-baik saja, apa ada masalah?" Cecar Bayu dengan berbagai pertanyaan.


" Maaf kalau aku sudah bikin kalian cemas, aku baik-baik saja. maaf jika aku tidak pamit terlebih dahulu. aku sekarang sudah di ibu kota. !" terang Intan.


" Apa? jangan bercanda kamu Intan!" Bayu bangun dari duduknya dan berjalan keluar rumah karena saat ini bayu sedang berada dirumah ibunya sudah pulang dari rumah sakit pagi tadi.


" Aku tidak berbohong!"

__ADS_1


" Kapan kau berangkatnya?" Bayu duduk dikursi depan rumah Citra menghampiri Bayu dan duduk disebelahnya.


" Semalam. aku naik travel!"


" Kau ini sudah gila ya, seorang wanita pergi ke ibu kota malam-malam sendirian. ada apa sebenarnya hah..? pasti ada sesuatu kan. apa itu semua ada hubungannya dengan pak Reno?" Bayu kesal dan marah dengan sikap konyol Intan yang pergi malam-malam sendiri ke ibu kota tanpa pamit dan tanpa memikirkan bahaya yang bisa saja terjadi pada dirinya. Intan adalah sepupunya yang sudah dia anggap adik sendiri meskipun usia mereka hanya selisih 5 bulan. Intan sejak kecil hanya tinggal bersama kakek dan neneknya karena ayah dan ibunya bercerai dan pergi entah kemana. Intan dan Bayu tumbuh bersama. ayah dan ibunya Bayu sudah menganggap Intan seperti anaknya sendiri karena merekalah satu-satunya keluarga Intan yang ada.


_________________


Reno duduk di meja kerjanya dengan setumpuk berkas yang harus diperiksanya hari itu juga. Sesekali ia memijat pelipis matanya yang terasa berat. masalah perusahaan kedatangan Amira dan juga kesalah pahaman Intan membuatnya merasa sangat lelah.


Reno mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya ia mencoba menghubungi nomor Intan . Reno merasa lega karena nomor Intan sudah aktif namun lagi-lagi dia harus menelan kekecewaan karena Intan masih enggan untuk menjawab telpon darinya.


" Kenapa sih kamu gak mau angkat telponku!" gumam Reno dan meletakkan kasar ponselnya diatas meja kerjanya lalu mengacak-acak rambutnya sendiri karena kesal.


Reno melirik ponselnya rasa penasaran begitu besar dalam dirinya. Reno berharap kali ini Intan akan menjawab telponnya lalu mengambil ponselnya dan menekan nomor Intan.


Tuuuuttttt.....


📲"Assalamualaikum!" Intan yang awalnya merasa berat akhirnya mau tidak mau mengangkat telpon Reno kali ini ia berusaha untuk mencoba mendengar apa yang akan dikatakan Reno pahit dan manisnya nanti ia sudah siap menerimanya.


📲" Wa'alaikum salam, Alhamdulillah akhirnya kamu mau mengangkat telpon dariku sayang!" Reno merasa begitu senang karena Intan mau menerima telpon darinya. Reno bangkit dari duduknya dan berjalan menuju sofa.


📲" Kamu dimana, aku ingin bertemu denganmu Intan?" Tanya Reno yang sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Intan. " Aku jemput sekarang, katakan kamu dimana?" Reno gusar.


📲" aku...aku... di ibu kota !" jawab Intan lesu.


📲" Apa? kamu di ibu kota?" Reno bangkit dari duduknya merasa tidak percaya bagaimana bisa Intan pergi begitu saja tanpa memberitahunya. " Kamu benar di ibu kota sekarang?" Reno masih tidak percaya.


📲" Kenapa?" Reno seolah melupakan kesalahannya.


📲" Kenapa? apanya?" Intan balik bertanya


📲" Kenapa kamu pergi tanpa memberitahu ku ?" Reno merasa kesal.


📲" Kau marah?" Tanya Intan datar


📲" Iya aku marah, kenapa kau pergi begitu saja tanpa memberi kabar kepadaku bahkan ponselmu juga tidak aktif pesanku tidak kau jawab dan panggilanku kau abaikan begitu saja!" Reno berbicara dengan intonasi tinggi.


📲" Kau marah?" Tanya Intan lagi dengan datar.


📲" Kau ini kenapa, dari tadi bertanya kau marah kau marah. jelas aku marah.!" Sulut Reno


📲" Sudah selesai marahnya? jika sudah aku matikan telponnya!" Suara Intan masih terdengar datar.


📲" Kamu ini kenapa sih?" tanya Reno bingung


📲" Aku kenapa, aku tidak kenapa-kenapa, aku hanya merasa lelah ingin istirahat. jika tidak ada yang mau dibicarakan lagi. aku tutup telponnya!" Lagi-lagi suara datar Intan membuat Reno yang merasa kalang kabut sendiri.


📲" oke.. oke... tunggu dulu jangan tutup dulu telponnya. ada yang ingin aku jelaskan padamu!" Reno buru-buru menyahut sebelum telponnya benar-benar dimatikan oleh Intan.


📲" Aku... aku..!" Entah kenapa Reno merasa begitu gugup.

__ADS_1


📲" Cepat katakan!" ketus Intan.


📲" Iya!" Reno menarik napas dalam-dalam.


" Aku tahu waktu itu kau ada disanakan?" Tanya Reno hati-hati


Deggg...


Intan merasa hatinya dihujam belati. pertanyaan Reno membuat kejadian yang dilihatnya di mall tersebut seperti rol film yang berputar di ingatannya. Intan lebih memilih diam tidak menjawab pertanyaan Reno.


Diamnya Intan dianggap iya oleh Reno. Karena jelas Reno melihat Intan berjalan melewatinya begitu saja.


📲" Aku tahu saat ini kamu pasti marah. tapi aku bisa jelasin semuanya dan apa yang kamu lihat saat itu tidak seperti yang kau pikirkan. aku berharap kamu mau mendengar penjelasanku!" Reno berusaha untuk menjelaskan pada Intan.


📲" Seperti yang aku pikirkan? maksudmu? " Intan berpura-pura polos.


📲" Aku tahu kau melihatku bersama seorang wanita" Reno diam sejenak sementara di seberang sana Intan sedang berusaha untuk menahan airmatanya. " Wanita itu hanyalah bagian dari masa lalu ku dan aku ingin kau mempercayaiku apapun yang kau lihat dan kau dengar aku berharap kau hanya mempercayaiku!" Reno penuh harap.


📲" Mempercayai soal apa?" Intan bertanya penuh penekanan.


📲" Aku... aku hanya mencintaimu dan dia Amira...!" Ucapan Reno terhenti.


📲" Oh... namanya Amira. nama yang cantik secantik wajahnya!" Intan bicara dengan santai memuji wanita yang telah membuatnya patah hati.


📲" Intan..... !" Lirih Reno.


" Hai Sayang....!" Suara manja seorang wanita yang baru saja masuk keruangan Reno terdengar oleh Intan.


Reno terkejut dan menoleh kesumber suara.


" Sial, kenapa dia datang kemari!" Gumam Reno kesal.


" Sayang, bagaimana kalau kita makan siang bersama, hemmmm?" Suara Amira terdengar sangat mesra ditelinga Intan membuatnya terbakar api cemburu.


" Kenapa kau datang kemari ?" Tanya Reno dengan benda pipih ditangannya yang masih terhubung.


" Tentu saja untuk menemui calon suamiku!" Sahut Amira dengan manja menghampiri Reno dan bergelayut dilengan kekarnya. Reno melepas dengan paksa tangan Amira dari lengannya.


Intan diujung telpon yang mendengar kata calon suami semakin tak kuasa lagi menahan kesedihannya dan tanpa terasa airmatanya sudah mengalir deras. Intan berusaha untuk kuat dan menempatkan posisinya lalu mematikan sambungan telponnya.


" Reno!" Amira kesal dengan sikap dingin Reno.


" Cukup Amira, sebaiknya kamu pergi dan keluar dari ruanganku!" Geram Reno.


" Reno, kenapa kau perlakukan aku seperti ini?" Sulut Amira.


" Bukankah sudah aku tegaskan kita itu tidak ada hubungan apa-apa, kenapa kamu bilang aku calon suamimu. jangan mimpi Amira!" Tegas Reno lalu berjalan menuju kursi kerjanya dan duduk dengan kasar.


" Reno, bukankah sudah aku katakan, aku pasti akan memilikimu apapun akan aku lakukan dan kamu lupa perusahaanmu ini sudah berada diujung tanduk dan aku pastikan jika kau menolakku maka perusahaan dan seorang wanita yang sudah merebut hatimu itu pasti akan aku hancurkan!" Ancam Amira dengan segurat senyum liciknya.


" Jangan macam-macam kau Amira. aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Sebelum kau menghancurkanku aku pastikan kau yang terlebih dahulu aku hancurkan!" Reno semakin geram, ia mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras emosi semakin tersulut setiap kali Amira bicara.

__ADS_1


__ADS_2