RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Hari pernikahan


__ADS_3

Rasa gugup kini sedang menyergap hati seorang Reno. Tidak hentinya Reno menoleh ke arah kamar dimana seorang pujaan hati sedang dirias.


" Sabarlah pak Reno sebentar lagi non Intan pasti keluar!" ucap Bima yang duduk dibelakang Reno.


Reno tak menggubris ucapan Bima, dan tak lama benar seorang wanita cantik bak bidadari berjalan menghampiri dirinya. tentu saja hal itu membuat Reno begitu terpanah hingga pandangan matanya tak berkedip menatap bidadari tak bersayap yang berjalan perlahan semakin mendekat.


" Mas.. mas.. mas Reno!"Intan menepuk bahu Reno pelan membuat Reno terkejut karena tidak menyadari Intan yang sudah duduk disampingnya.


" Akhh... iya sayang ada apa?" Tanya Reno yang tak lepas pandangan matanya dari wajah calon isterinya.


Intan tersipu malu karena Reno masih saja menatapnya. " Mas itu dipanggil pak penghulu?" bisik Intan pelan dan Reno langsung menoleh melihat pak penghulu yang geleng-geleng kepala dan seulas senyum diwajahnya membuat Reno diterpa rasa malu yang teramat sangat.


" Sudah selesai nak Reno menatap calon isterinya? jika belum ditunda dulu ya


setelah ini nak Reno bisa bebas memandinginya bahkan lebih dari itu juga boleh!" Goda pak penghulu dengan tawa ringan dan membuat wajah Reno bersemu merah. Reno hanya menjawab pertanyaan pak penghulu dengan senyum malu-malunya.


Intan yang melihat wajah Reno merah merona tersenyum tipis. baru kali ini ia melihat Reno begitu terlihat gugup dan malu-malu itu membuat Intan merasa sangat gemas.


" kalau sudah siap mari kita mulai akadnya!" Ucap pak penghulu.


Saat itu acara pernikahan Reno dan Intan hanya dihadiri oleh Bayu, Ratih , Citra , bu tika dan pak Imron serta pak ahmad tetangga Intan yang menjadi saksi dari mempelai wanita sementara dari mempelai pria Reno di temani oleh Bima dan Tio. Reihan tidak bisa hadir karena harus menemani Cahaya kembali ke Ibu kota dan dia juga tidak tahu kalau Reno telah memajukan hari pernikahannya. Reno sengaja tidak memberi tahu Cahaya dan Reihan karena ingin memberi mereka kejutan. sementara sang mamah hanya menyaksikan lewat video call


Akad nikah pun terlaksana dengan lancar dan ucapan kata" SAH !" membuat hati Reno begitu lega. lantunan do'a pun terdengar begitu indah ditelinga rasa bahagia menyelimuti jiwa dan raga menyaksikan acara yang begitu sakral.


Reno menyematkan cincin di jari manis Intan begitu pun sebaliknya. senyum merekah menghiasi wajah kedua mempelai pengantin yang baru saja mengucapkan ikrar janji suci.


Sekar yang menyaksikan pernikahan sang anak melalui via video call merasakan haru birunya acara tersebut. air matanya menetes merasa sangat bahagia putranya yang sudah memiliki tanggung jawab sepenuhnya terhadap isterinya.


" Mah...!" Lirih Reno yang merasa sedih karena ketidak hadiran sang mamah.


" Selamat ya sayang, semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia dan sllu hidup bersama hingga maut yang memisahkan.!" Sekar menitikkan air mata ketika mengucapkan kata selamat untuk Reno dan Intan ia juga merasa sedih karena tidak bisa hadir dan menyaksikannya langsung. tapi apa boleh buat karena acara pernikahan Reno dan Intan yang begitu mendadak membuat Sekar tidak mungkin bisa menghadirinya.


" Reno jaga isterimu dengan baik. sepenuhnya sekarang Intan sudah menjadi tanggung jawabmu. bahagiakan isterimu lahir dan batin. jangan pernah kau sakiti hati isterimu karena jika kau menyakitinya sama saja kau menyakiti hati mamah!" Sekar memberi sedikit nasihat dan mengingatkan putranya akan tanggung jawabnya.


Reno menitikkan airmata merasa ingin sekali memeluk sang mamah. " Terima kasih mah. Reno akan sllu ingat kata-kata mamah.!" Reno menoleh ke sampingnya melihat Intan yang menangis sesenggukan. Sekar yang juga melihat Intan menangis ingin rasanya ia terbang ke tanah air untuk memeluk sang menantu yang ia pun tahu dan dapat merasakan kesedihan Intan yang menikah tanpa didampingi orang tua. terlebih orang tua Intan yang sudah meninggal dunia.

__ADS_1


" Sayang, menantu mamah!" Suara Sekar memanggil Intan begitu lembut.


" I..iya mah!" Intan menatap layar ponsel yang berada ditangan suaminya.


" Sayang, maafin mamah ya tidak bisa hadir di hari bahagia kalian!"


" Emmm.. tidak apa-apa mah, Restu mamah sudah membuat kami sangat bahagia mah!" Intan menunduk dan airmatanya kembali tumpah. Reno menarik bahu Intan dan membawanya dalam pelukannya.


Sekar mematikan panggilan video callnya karena masih ada hal yang harus segera ia selesaikan agar bisa cepat-cepat pulang untuk bertemu dengan menantunya.


Air mata bahagia meleleh dipipi Intan tidak henti ia mengucap rasa syukurnya karena kini sudah menyandang gelar seorang Isteri.Intan mencium tangan pria yang kini menyandang status sebagai suaminya. Reno mencium kening Intan dengan lembut keduanya saling melempar senyum bahagia.


Intan lalu menghampiri Ratih dan menangis dipelukan bibinya. Citra yang melihat Ibunya dan Intan menangis turut menitikkan air mata. Ratih mengelus pucuk kepala Intan dengan lembut. Ratih merasa bahagia karena Intan mendapatkan jodoh sebaik Reno.


" Selamat ya sayang sekarang kamu sudah menjadi seorang Isteri dan kau sudah menjadi seorang suami!" Ucap Ratih pada Intan dan Reno yang tengah duduk dihadapannya. " Menghadapi biduk rumah tangga terkadang tidaklah mudah ada kalanya kita harus menekan ego sekuat mungkin. menyatukan dua kepala dengan pemikiran yang terkadang tidak sejalan sangatlah tidak mudah. kalian harus sabar dan saling percaya satu sama lain. dan kuncinya kalian harus selalu bersikap jujur meskipun itu hal yang bisa menyakitkan. karena dalam membina rumah tangga kejujuran adalah sebuah pondasi yang akan membuat rumah tangga kalian menjadi kokoh dan kuat meskipun banyak badai dan topan yang menerjang!" Wejengan yang diberikan Ratih kepada Intan dan Reno berharap biduk rumah tangga yang akan mereka jalani langgeng dan bahagia selamanya.


" Kak selamat ya, semoga pernikahan kakak langgeng sampai menua bersama dan cepat diberi momongan!" Citra memberi selamat kepada Intan yang sudah seperti kakaknya sendiri. " Terima kasih cantik!" Ucap Reno dan mengelus pucuk kepala Citra. " Terima kasih ya sayang!" Ucap Intan lalu memeluk tubuh mungil Citra.


" Selamat ya pak Reno!" Ucap Bima yang kemudian disusul dengan Tio.


" Pak Reno tolong jaga Intan dengan baik, jangan sakiti hatinya. meski pak Reno adalah atasan saya jika pak Reno sampai membuat Intan menangis dan terluka saya tidak akan tinggal diam karena Intan adalah adik saya.kami semua sangat menyayanginya !" Ancam Bayu pada Reno.


" Tenang saja aku pasti akan menjaganya dengan baik, aku janji karena aku sangat mencintai adik sepupumu itu!" Reno menepuk bahu Bayu meyakinkannya.


" Aku pegang kata-katamu!" Bayu tersenyum.


💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Acara pernikahan digelar begitu sederhana hanya ada acara makan-makan bersama setelah ucapan selamat dan do'a dari semua yang hadir sebagai saksi janji suci Reno dan Intan.


Reno dan Intan memutuskan untuk tinggal sementara di kediaman rumah Darmawan rumah peninggalan sang ayah yang selama ini di urus dan di jaga oleh Pak tejo dan mbok jum.


" Kenapa kalian gak tinggal disini aja sih?" Ratih mengantar Intan dan Reno sampai didepan rumahnya.


" Terima kasih bi, kami sudah terlalu banyak merepotkan bibi!" Intan memeluk Ratih dan dibalas oleh Ratih.

__ADS_1


Ratih melepaskan pelukannya dan mendorong bahu Intan pelan " Kata siapa kalian merepotkan, mana ada seperti itu? justru bibi sangat senang sayang, kalian masih menganggap bibi sebagai bibi kalian.!" Ratih mengelus rambut Intan dengan lembut.


" Bibi... kenapa bicara seperti itu, bibi adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki!" Intan kembali memeluk bibinya dan menangis.


" sudah jangan menangis, maafkan bibi! kamu, citra dan juga Bayu adalah malaikat-malaikat bibi yang sangat bibi sayangi. jangan menangis lagi. ini adalah hari bahagia kalian jadi jangan menangis terus. nanti mukanya sembab dan jelek!" Ratih menangkup wajah Intan dengan kedua tangannya lalu mengecup keningnya.


" Jadilah isteri yang baik ya sayang!" Ratih mengingatkan


" Iya bi!"


Reno dan Intan berpamitan pada Ratih , Citra dan Bayu. setelah itu keduanya masuk kedalam mobil dan Reno mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


💞💞💞💞💞💞💞


Hanya butuh waktu 30 menit mobil Reno sudah sampai didepan pekarangan rumah yang dulu ditempati oleh Cahaya dan almarhum ayahnya.


Reno dan Intan keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah. saat hendak memasuki rumah pak tejo dan mbok jum sudah menyambut kedatangan keduanya.


" Selamat malam den Reno dan non Intan!" Sapa pak tejo dan mbok jum yang sudah berdiri di depan pintu.


"Selamat malam mbok!" Ucap Reno dan Intan bersamaan.


" Selamat ya den.. non.. semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek!" Mbok jum mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin baru. Mbok jum tahu mereka menikah karena sekretaris Bima yang memberi tahu dan menyuruh mbok jum dan pak tejo menyiapkan segala keperluan yang Reno dan Intan butuhkan selama mereka tingga di kediaman Darmawan.


" Amin. terima kasih ya mbok!" Ucap Intan dengan senyum manisnya.


" Aden sama non Intan mau saya siapkan makan malam?" tanya mbok jum yang sudah bersiap pamit kedapur.


" Gak usah bi kami sudah makan malam. sekarang mau istirahat aja mbok!" Jawab Reno.


" Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya den. jika ada perlu apa-apa telpon saja ya den!"


" Iya mbok. terima kasih. !"


Reno kemudian merangkul sang isteri masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Setelah Intan dan Reno pergi kekamarnya Mbok jum dan pak tejo pun pulang ke rumahnya dengan mengendarai motor metiknya.


__ADS_2