
Reno menepikan mobilnya di tepi jalan tepatnya di kedai penjual bakso yang ada dipinggir jalan taman kota. Intan dengan semangat langsung turun dari mobil tanpa menunggu Reno terlebih dahulu.
Reno hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang isteri lalu turun dari mobil melangkahkan kakinya menyusul Intan yang sudah berdiri didepan kedai bakso dengan wajah cemberut.
" Kenapa cemberut hemmm?" Reno melingkarkan tangannya dipinggang Intan dan melihat arah pandangan matanya kedalam kedai.
" Penuh!" Jawab Intan lesu.kedai bakso yang ada dipinggir jalan taman kota sore itu memang sangat ramai mungkin karena jam pulang kerja jadi banyak yang memilih mampir dikedai bakso tersebut.
" Kalau didalam penuh, makannya di dalam mobil saja gimana?" Bujuk Reno
Intan menggelengkan kepalanya dengan wajah ditekuk. " Gak enak, kalau makannya didalam mobil rasanya kurang nikmat" Intan menunduk melihat kearah perutnya lalu mengelusnya.
Reno merasa tidak tega melihat raut kesedihan diwajah isterinya terlebih saat ini tengah hamil. " Ya udah kamu tunggu disini sebentar ya!" Reno langsung bergegas masuk kedalam kedai bakso tersebut dan tidak butuh waktu lama dia sudah keluar kembali dengan tersenyum tipis.
" Ayo masuk!" Ajak Reno menggandeng tangan Intan masuk kedalam kedai dan menyuruhnya duduk di salah satu meja kosong.
Intan mengerutkan dahi menatap Reno " Mas tadi kan disini penuh kok bisa ada meja yang kosong?"
" Sudah jangan dipikirkan soal itu yang penting sekarang kamu dan anak kita bisa makan bakso!" Reno merengkuh bahu Intan dan menyuruhnya duduk dan tidak berapa lama seorang pelayan kedai menghampiri mereka, Intan memesan bakso favoritnya sementara Reno hanya menemani saja.
" Mas Reno yakin gak mau?"
Reno menggeleng" Kamu aja yang makan!"
" Tapi ini enak loh mas, cobain deh!" Intan menyodorkan sesendok bakso kebibir Reno.
" Ayo mas coba dulu, aaaa....!"
" Kamu aja, mas gak mau!" tolak Reno
" Kok mas gitu sih, menolak keinginan aku dan bayi kita?" Intan memberengut
" Padahal aku mau makan baksonya bareng sama mas Reno bukan cuma ditemani kaya gini" Kesal Intan menyuap bakso dengan kasar.
" Sayang, pelan - pelan dong makannya!" Reno berusaha bersabar dengan sikap Intan yang lagi kurang stabil emosinya karena faktor hormon kehamilannya.
Intan tidak memperdulikan kata-kata Reno, ia terus melanjutkan makannya dengan kesal.
Reno meraih mangkok bakso Intan dan juga sendok yang ditangan Intan kini sudah beralih ketangan Reno.
__ADS_1
" Sayang, mas minta maaf ya bukannya mas gak mau makan bareng kalian tapi mas itu sebenarnya gak suka bakso, sebagai permintaan maaf mas biar mas yang suapin ya makannya?" Reno menyodorkan sesuap bakso kemulut Intan.
" Ayo aaa....!"
Wajah cemberut Intan kini berubah menjadi senyuman manis. meskipun Reno menolak untuk makan bakso dengannya tapi setidaknya kekesalannya terobati dengan sikap lembut Reno yang ingin menyuapinya.
" Mas Reno gak suka makan bakso?" Tanya Intan yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Reno.
" Ohhh...karena itu mas nolak. kalau begitu maafin aku ya mas!" ucap Intan lalu menunduk.
" Gak apa-apa sayang!" Reno mengusap pucuk kepala Intan lembut.
"Ayo makan lagi!" Reno kembali menyuapi bakso kepada Intan sampai bersih.
Setelah selesai makan dan membayar bakso yang Intan makan, Reno memutuskan untuk mengajak Intan segera pulang karena selain hari sudah sore langit pun sudah terlihat gelap sepertinya hujan akan segera turun
Reno dan Intan masuk kedalam mobil dan seketika Mobil melesat meninggalkan kedai bakso.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Murni bergegas keluar meninggalkan kantor dengan taksi menuju sebuah restoran yang letaknya tidak jauh dari area kantor.
Pandangan mata Murni akhirnya menangkap sosok seorang yang dicarinya, dengan langkah cepat Murni menghampirinya.
" Hai... Maaf aku telat..!" sapa Murni
" Tidak apa-apa, aku juga belum lama sampai, duduklah!" Wanita itu mempersilahkan Murni duduk.
" Bagaimana?" Tanya wanita itu
" Bagaimana apanya?" Murni bingung
" Reno" Ucap wanita yang tak lain adalah Amira sepupu Murni yang tengah menanyakan tentang Reno.
" Reno?" Murni mengerutkan alisnya
Seorang pelayan datang dan perbincangan mereka terhenti Amira dan murni memesan makanan terlebih dahulu setelah pesanan mereka datang mereka melanjutkan perbincangan mereka.
" Aku sangat lapar, aku ingin makan dulu" Murni tanpa menunggu lama langsung melahap makanannya.
__ADS_1
Setelah makanan yang mereka pesan ludes Amira melanjutkan pertanyaannya.
" Apa kau tahu siapa wanitanya?" tanya Amira Tanpa basa basi.
" Wanitanya, maksudmu?" Murni nampak berpikir
" Wanita yang sudah merebut Reno dariku?" tanya Amira dengan nada tinggi.
" Wanita yang sudah merebut Reno darimu? maksudmu wanitanya bagaimana, bukannya kau itu tunangannya?" Murni semakin bingung
" Ya, seharusnya seperti itu jika bukan karena wanita s**lan itu mungkin saat ini aku sudah menikah dengannya. tapi lagi-lagi karena wanita itu Reno kini meninggalkanku" Geram Amira.
" Maksudmu kau bukan lagi tunangannya pak Reno?"
" Tidak ada yang pantas menjadi wanitanya Reno selain aku dan lihat saja sebentar lagi Reno pasti akan bertekuk lutut padaku!" Ucap Amira dengan percaya dirinya. " dan kau harus membantuku untuk mendapatkan Renoku kembali!" Seringai senyuman licik menghias wajah cantik Amira.
" Apa imbalan untukku?" Murni menyeringai
" Aku akan meminta papa ku untuk mempekerjakan ayahmu kembali, karena aku tau om Danu tidaklah bersalah dan yang selama ini telah berbuat curang adalah bawahan ayahmu sendiri yang sudah mengkhianatinya."
" Bagaimana kau tau?"
" Kau tidak perlu tahu soal itu, yang harus kau lakukan sekarang adalah mengawasi Reno dan laporkan apa saja yang dia lakukan dengan wanitanya yang aku tau wanitanya itu salah satu pegawainya!"
" Maksudmu dia bekerja di PT. SCR Grup?"
" Sepertinya begitu dan ini juga menjadi salah satu tugasmu untuk mencari tau keberadaan wanita itu"
" Baiklah!"
Setelah keduanya sepakat Amira dan Murni memutuskan untuk pulang.
●
Disepanjang perjalanan pulang didalam taksi Murni terus memikirkan semua kata-kata yang diucapkan Amira kepadanya mengenai sosok wanita yang selama ini disukai oleh Reno bosnya sendiri karena yang selama ini dia tau wanitanya Reno adalah sepupunya sendiri yaitu Amira.
" Aku kira aku bisa dengan menyombongkan diriku sebagai sepupunya sebagai tunangan bahkan calon isteri pak Reno, ternyata ada wanita lain yang pak Reno sukai, kira-kira siapa ya wanita yang bisa mengalahkan pesona dari seorang Amira?" Gumam Murni dalam hati.
" Aku akan cari tau siapa wanita itu, dengan begitu ayah bisa kembali bakerja" Murni menghela napasnya dan masih berpikir untuk bagaimana cara mencari tahu sosok wanita yang Reno sukai.
__ADS_1