RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Jangan Pergi


__ADS_3

Cahaya dengan ragu-ragu berjalan menghampiri Reihan yang tengah duduk bersandar di sofa dengan mata terpejam dan dua jari yang sedang memijat pangkal alisnya.


" Mas!" panggil Cahaya pelan.


" Hemm" jawab Reihan dengan mata masih terpejam.


" Ak..aku...ingin bicara!" ucap Cahaya gugup.


" Sudahlah, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. jika bersamanya kau merasa lebih bahagia, pergilah aku akan melepasmu!" ucap Reihan yang masih tetap tak bergeming dari duduknya.


" Baiklah kalau memang itu yang kau mau. aku akan pergi. Awalnya aku merasa sangat terharu dan bahagia karena ternyata suamiku begitu mengkhawatirkan aku walau hanya beberapa jam saja tidak ada kabar dariku. aku merasa sangat tersanjung karena suamiku sampai menghubungi teman-temanku bahkan sampai mencari papah demi mencariku, tapi mungkin ya wanita itu masih ada didalam hatinya. mungkin karena aku yang terlalu percaya diri mengira sudah menggenggam erat hatinya. baiklah aku akan mengemas barang-barangku dan pergi menemuinya seperti yang kau mau!" Ucap Cahaya lalu pergi masuk kedalam kamar hendak berkemas.


Mendengar ucapan Cahaya hati Reihan merasa tersentil. ia lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar.


Didalam kamar Cahaya sedang memasukkan bajunya kedalam koper. meski terasa berat Cahaya berusaha untuk tegar. ia merasa mungkin setelah ia pergi Reihan akan hidup lebih bahagia dengan wanita yang selama ini telah mengisi hatinya.


Reihan yang melihat Cahaya sedang berkemas langsung memeluknya dari belakang.


" Maafkan aku sayang aku mohon jangan pergi!" Ucap Reihan memohon.


"Lepaskan aku mas, bukankah Kau yang memintaku untuk pergi. jadi biarkan aku pergi sekarang. kembalilah dengan wanitamu. kalian terlihat sangat serasi" ucap Cahaya tegas.


Reihan melepaskan pelukannya dengan kasar.


"Baiklah kalau itu mau mu, pergilah. laki-laki itu pasti sedang menunggumu kan?" ucap Reihan dingin.


" Ya kau benar, dia memang sedang menungguku. Aku akan pergi menemuinya dan akan tinggal bersamanya. apa kau puas?" jawab Cahaya emosi dan sesekali ia mengusap airmata yang sudah berusaha ditahannya.


" Apa kau benar-benar mencintainya?" ucap Reihan pelan.


" Meski aku tidak mencintainya tapi aku tau dia tidak akan pernah menyakiti aku. " Cahaya berjalan menyeret kopernya namun seketika langkahnya terhenti Reihan tanpa bicara langsung menarik Cahaya dalam pelukannya dan menjatuhkannya keatas kasur.


Reihan terlihat geram mendengar Cahaya memuji laki-laki lain dihadapannya. Dengan kasar Reihan memeluk Cahaya dan melampiaskan amarahnya dengan menyetubuhi Cahaya secara paksa. Cahaya meronta dan menangis tapi Reihan tidak menghiraukannya. Karena merasa lelah tidak mampu melawan kekuatan Reihan yang lebih kuat akhirnya Cahaya hanya bisa pasrah membiarkan Reihan melahapnya dengan kasar. usai adegan yang menguras tenaga Reihan dan Cahaya akhirnya tertidur pulas.

__ADS_1


Sinar mentari pagi menyapa dua insan yang tertidur karena kelelahan usai adegan yang menguras tenaga. Mata Reihan mengerecap menyesuaikan sinar mentari yang masuk keretinanya. mendapati Cahaya yang masih terlelap dalam pelukannya hati Reihan begitu bahagia, ia mengecup kening Cahaya dengan lembut. Merasa ada sentuhan Cahaya menggeliat dan mencoba membuka matanya. saat melihat tubuhnya berada dalam pelukan Reihan sontak membuat Cahaya terkejut terlebih dia sadar tubuhnya masih belum memakai apa-apa Cahaya berusaha meronta namun semakin ia meronta semakin erat Reihan memeluknya.


" Lepaskan aku mas?" pinta Cahaya


" Tidak akan" ucap Reihan tegas.


" Mas, Kau sudah bersikap kasar padaku. bahkan kau memaksaku. kau jahat. lepaskan aku sekarang mas!"


" Aku tidak akan melepaskanmu dan membiarkanmu pergi menemui laki-laki itu" ucap Reihan manja membuat Cahaya menahan tawa melihat sikap Reihan yang seperti anak kecil yang takut ditinggal pergi ibunya.


" Mas kamu tidak boleh bersikap begini. lepaskan aku sekarang mas!" Cahaya meninggikan suaranya.


" Aku bilang tidak ya tidak. aku tidak akan pernah rela melepaskanmu. jadi jangan coba-coba kau berani pergi meninggalkanku. apa kau tidak tau betapa takutnya aku saat kau tidak memberi kabar padaku tidak menjawab semua pesan yang ku kirim bahkan tidak menjawab panggilan telponku. dan sekarang kau memintaku untuk melepaskanmu. tidak sayang aku tidak akan pernah melepaskanmu" jawab Reihan lalu mempererat pelukannya pada Cahaya.


" Mas, mau sampai kapan kau akan memelukku seperti ini? "


" Sampai kau berjanji tidak akan pergi menemuinya"


" Tidak bisa mas, aku harus pergi. Cepat lepaskan aku!"


" Ya aku harus pergi menemuinya sekarang karena dia bos ku dikantor." Cahaya mencubit hidung Reihan. " Lepaskan aku mas aku mau mandi dan kamu juga harus mandi. Kamu harus pergi kekantor hari ini mas. kamu ada meeting dengan perusahan SC grup"


" Tidak, aku tidak mau pergi. sebaiknya aku batalkan saja kontrak kerja sama dengan perusahaan SC Grup."


" Jangan mas!"


" Kenapa, kau takut pria itu bangkrut?" Ucap Reihan mendelik.


" Bodoh". ucap Cahaya sambil mencubit perut Reihan.


"Aww... kenapa kau mencubitku. sakit sayang" ucap Reihan yang sok manja membuat Cahaya geli melihatnya.


" Kalau kau yang membatalkan kontrak kerjanya berarti kamu yang harus membayar ganti kerugiannya mas, Apa kau yakin.?"

__ADS_1


" Apapun akan aku lakukan asal kau tidak pergi meninggalkanku" Reihan kembali mengecup kening Cahaya.


" Mas, jangan bersikap bodoh. aku pergi menemuinya karena urusan kerja. aku tidak mungkin meninggalkan suamiku yang sangat pencemburu ini. jadi ayo sekarang cepat mandi dan siap-siap!" Cahaya langsung mengecup bibir Reihan sontak hal itu membuat Reihan terkejut. Reihanpun tidak membuang kesempatan ia langsung membalas kecupan Cahaya menjadi ******* dalam dan lembut.


" Mas sudah" Cahaya melepas aksi Reihan yang hampir bertindak lebih jauh lagi.


" Baiklah sayang. kalau gitu kita mandi bersama ya biar lebih cepat!" ajak Reihan


" Gak mas, yang ada semakin lama kalau mandi bareng mas mah"


" Gak kok sayang, janji deh cuma mandi aja!" ucap Reihan sambil mengangkat dua jarinya.


" Janji ya, awas kalau macem-macem!"


" Iya sayang!" Reihan mencubit pipi Cahaya dengan gemas.


Keduanya selesai mandi dan sudah bersiap-siap pergi ke kantor masing-masing.


" Sayang, mas anter ya ?"


" Gak usah mas, aku naik taksi aja!"


" Gak boleh, pokoknya hari ini mas yang anter kamu ke kantor"


" Tapikan mas kantor mas dengan kantor tempat aku bekerja itu berbeda arah mas, nanti mas bisa telat loh kekantornya".


" Biarin, apa kamu lupa mas itukan CEO nya, bebas dong datang kapan aja"


" Iihhh.... gak boleh gitu dong mas, jadilah contoh yang baik mas buat bawahan."


" Iya... iya.. isteriku sayang, tapi biarkan mas tetap yang antar kamu ke kantor ya!" bujuk Reihan tak mau dapat penolakan.


" Yasudah terserah mas Rehan saja!"

__ADS_1


_________________


__ADS_2