RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Makian Intan


__ADS_3

Di kantor Reno.


Cahaya dan Reihan turun dari dalam mobil. setelah menjemput mama Sekar di bandara Cahaya menyempatkan untuk datang ke kantor Reihan lalu mengajaknya untuk makan siang bersama Reno dan Intan. Cahaya sengaja tidak memberitahu mereka perihal kedatangannya. dengan senyum yang mengembang Cahaya melangkah masuk kedalam kantor Reno dengan merangkul lengan Reihan.


Beberapa karyawan yang melihat kedatangan Reihan dan Cahaya membungkukkan badan sebagai memberi hormat kepada keduanya. mereka tentu mengenal sepasang suami istri itu siapa. Reihan melangkah dengan gaya coolnya dan begitu berwibawa sementara Cahaya terlihat begitu ramah dan sopan ketika menanggapi sapaan para karyawan dengan senyum yang mengembang.


Reihan dan Cahaya berjalan menuju lif namun langkahnya dikejutkan dengan kedatangan Reno yang terlihat begitu terburu-buru dan berlari tanpa menyadari keberadaan adik dan adik iparnya yang ia lewati begitu saja.


Cahaya dan Reihan saling melempar pandang melihat Reno yang nampak panik dan tergesa-gesa memasuki lif


" Sayang, itu mas Reno kan?" Cahaya mempertegas penglihatannya


" Iya, Tapi ada apa ya kok terlihat panik gitu ya?" Reihan penasaran.


" Apa terjadi sesuatu pada Intan yang?" terka Cahaya yang jadi panik sendiri.


" Coba kau hubungi Intan!"


" iya" Cahaya langsung mengambil benda hitam pipih dari dalam tas selempangnya dan mencari nama Intan lalu mencoba menghubunginya. Kecemasan Cahaya semakin menjadi ketika sambungan telponnya tidak juga dijawab oleh Intan.


" Yang..!" Cahaya menggelengkan kepala dengan raut wajah khawatir.


"Tenang sayang, aku akan hubungi Bima!" Reihan langsung menghubungi Bima karena tidak tega melihat raut wajah panik sang isteri.


" Hallo.. Bima apa Reno dan Intan ada di ruangannya?"


" Tidak ada pak, pak Reno saat ini sedang diluar kantor tapi sedang menuju kesini sementara bu Intan.....!" Ucapan Bima menggantung


" Ada apa dengan Intan?"tanya Reihan tegas membuat Cahaya yang berada disampingnya bertambah panik


" Bu Intan ada di atap gedung pak terlihat begitu sedih. Dan saat ini saya sedang berjaga-jaga takut bu Intan bertindak nekat!" jawab Bima


" Kalau begitu tetap awasi dia, Reno sudah datang baru saja menuju lantai atas!" Terang Reihan.

__ADS_1


" Baik pak!" Setelah itu sambungan telpon terputus. Bima masih setia berdiri dibalik tembok memperhatikan setiap pergerakan Intan.


Reihan menoleh saat Cahaya menarik-narik ujung jasnya.


" Intan saat ini ada di atap gedung!" Reihan memberitahu Cahaya yang seakan bertsnya dengan tatapan matanya.


" Untuk apa dia disana, jangan-jangan?" Cahaya spontan membekap mulutnya sendiri dengan pikiran yang buruknya.


" Kita harus segera kesana mas!" Cahaya panik langsung berlari menuju lif dan diikuti oleh Reihan. beberapa karyawan yang melihat kepanikan keduanya jadi bertanya-tanya dan memperhatikan keduanya sampai hilang ke dalam lif.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Reno dengan napas yang tersengal-sengal menghampiri Bima yang sedang berdiri memperhatikan Intan.


" Apa yang dilakukannya disini?" Tanya Reno pada Bima.


" Bu Intan dari tadi hanya menangis dan berteriak saya rasa bu Intan tadi melihat Pak Reno bersama Non Luna di lobi dan pergi begitu saja melewatinya saat pak Reno dan Non Luna didalam mobil!" terang Bima.


" Apa, jadi tadi dia melihatku bersama Luna, bukannya tadi kau bilang Intan pergi makan siang di kantin?"


Reno menghela napas berat dan dengan perlahan berjalan mendeka kearah Intan.


Intan tidak menyadari kehadiran Reno dibelakangnya. Intan berteriak memaki Reno untuk menghilangkan kekesalannya pada Reno.


" Bereng**k... laki-laki kurang A**r, beraninya kau membuatku seperti ini, kau kira kau siapa hah..? Reno jahaaatttt..... beraninya kau pergi dengan wanita lain, dasar playboy cap ubur-ubur aku potong tentakelmu biar tau rasa kau ber***sek!" Teriak Intan penuh amarah


Reno menahan tawa mendengar makian Intan padanyanya. " Playboy cap ubur-ubur?"


Intan berhenti sejenak lalu kembali berteriak " Reno kau sangat keterlaluan!" Intan menghela napasnya. " sebegitu bangganya kau menjadi playboy cap ubur-ubur agar bisa sengat sana sini dan seenaknya saja kau bersenang-senang dengan wanita lain tanpa memikirkan perasaanku, kau jahat... jahat...hikss..hikss!" suara Intan berubah menjadi pelan dan diakhiri dengan isak tangis yang kembali pecah.


Reno yang berada dibelakang Intan merasa teriris melihat tubuh Intan yang bergetar karena menangis memunggunginya. Bima yang melihat Reno dan Intan dari kejauhan hanya menggelengkan kepala dan tertawa kecil saat mendengar teriakan Intan " Playboy cap ubur-ubur!" Namun saat sedang tersenyum menahan tawanya tiba-tiba tepukan dibahunya membuat Bima terkejut.


" Apa yang sedang kau tertawakan?" Tanya Reihan datar yang menghampiri Bima yang terlihat sedang mentertawakan atasannya sendiri.

__ADS_1


" Ehh.. pak Reihan!" Bima menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Jadi gara-gara ucapanku tadi , Intan sampai semarah itu pada mas Reno.!" Cahaya menghela napasnya berat dan merasa sangat bersalah.


" Ucapanmu yang mana yang?" Reihan msngernyitkan alisnya.


" Emmm... playboy cap ubur-ubur!" ucap Cahaya lemas.


Reihan menahan tawanya mendengar ucapan Cahaya begitu juga dengan Bima.


" Aku kan tadi cuma bercanda yang, dan gak nyangka aja seorang Intan bisa-bisanya menganggap seriua ucapanku yang!" Cahaya menunduk dan merasa tidak enak hati.


Reihan yang mengerti dengan suasana hati isterinya saat ini langsung menarik pinggang Cahaya mendekapnya lembut. Bima yang melihat kemesraan sepasang suami isteri di depannya langsung membuang pandangannya.


" Terasa obat nyamuk!" Gumam Bima dalam hati.


●Kembali ke Reno dan Intan


Tubuh Intan merasa lemas dan dia menjatuhkan dirinya kelantai dengan kasar duduk mendekap kedua lututnya dan menagis sejadi-jadinya. Reno berjalan perlahan mendekati Intan lalu pelan-pelan ia duduk di samping Intan terus memandangi Intan yang masih terisak. Reno tidak berbicara hanya diam menemani Intan sampai merasa puas menangis dan berhenti sendiri. betapa egoisnya ya Reno tidak mau menghibur Intan tapi bukan itu maksud Reno dia hanya ingin Intan meluapkan semua kekesalannya setelah tenang Reno baru akan berbicara dengan Intan. Reno hanya takut saat Intan dalam keadaan emosi apapun yang akan Reno katakan Intan tidak akan bisa menerimanya.


hampir satu jam Intan menangis dan menenggelamkan wajahnya dikedua lututnya. karena kelelahan menangis dan dalam kondisi perut kosong akibat belum sempat makan siang tubuh Intan mrnjadi melemas dan terkulai begitu saja. untung Reno masih setia menemaninya dengan sigap Reno meraih tubuh Intan dalam dekapannya dan dengan cepat Reno menggendong Intan dan bergegas membawanya ke ruangannya.


Reno berjalan melewati Cahaya dan Reihan begitu saja. sementara Bima sudah pergi dari 1 jam yang lalu karena dia harus mewakili Reno dalam pertemuannya dengan salah satu koleganya.


Melihat Intan dalam gendongan Reno, Cahaya terlihat begitu khawatir dia dan Reihan mengikuti Reno pergi keruangan kerjanya. tidak ada yang melihat Reno menggendong Intan karena lif yang digunakan saat itu lif khusus untuk para petinggi perusahaan.


Setelah sampai diruangannya Reno dengan hati-hati menurunkan Intan di kasur yang ada diruangan khususnya. Reno mengecup kening Intan dan duduk disampingnya dengan tangan yang menggenggam jemari jemari Intan.


Reihan dan Cahaya berdiri diruangan tersebut memperhatikan keduanya Reno dan Intan.


" Aku akan menelpon dokter Harry untuk memeriksa keadaan Intan!" Suara Reihan memecah keheningan.


Reno mengangguk tanpa menoleh kearah Reihan. hatinya terasa sakit melihat wanita yang sangat ia cintai terkulai lemah diatas tempat tidur. Reno tidak menyangka akan terjadi seperti ini. sikap cueknya terhadap Intan ternyata semakin membuat Intan bertambah marah, kedatangan Luna membuatnya lupa akan hati yang harusnya ia jaga.

__ADS_1


Reno menghela napasnya berat, sungguh menyesal itulah yang Reno rasakan. andai dia tidak bersikap egois dan mengerti perasaan Intan mungkin hal ini tidak akan terjadi.


Reihan keluar dari ruangan Intan berbaring di ikuti oleh Cahaya. ia tahu saat ini Reno butuh waktu untuk mengoreksi diri dan membiarkannya menemani Intan.


__ADS_2